Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : Industrial Engineering Journal (IEJ)

ANALISIS BEBAN KERJA OPERATOR BAGIAN BOILER DENGAN LINGKUNGAN KERJA FISIK DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA III PKS SISUMUT Syarifuddin Syarifuddin; Ayrianti Melinda Pane; Muzakir Muzakir
Industrial Engineering Journal Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iejm.v10i1.623

Abstract

Beban kerja merupakan beban yang diterima oleh pekerja akibat pelaksanaan kerja, yang mana beban kerja ini diterima oleh tubuh akibat melaksanakan suatu aktivitas kerja. Stasiun boiler merupakan salah satu stasiun yang ada di PT Perkebunan Nusantara III PKS Sisumut. Ketel uap (boiler) digunakan sebagai sumber tenaga dan sumber uap yang akan dipakai untuk mengolah kelapa sawit.. Stasiun boiler mempunyai suhu ruangan sebesar 29-420C akibat dipengaruhi oleh paparan panas dari tungku pembakaran boiler. Operator bekerja selama 8 jam kerja per hari dan berada di lingkungan kerja yang panas. Melalui pengukuran beban kerja, maka akan diketahui apakah kerja beban kerja seorang operator sudah optimal dengan adanya pengaruh temperatur disekitar lingkungan. Beban kerja yang diperoleh dari perhitungan komsumsi energi didapat hasil nilai rata-rata E = 8,031 Kkal/menit dan nilai rata-rata %CVL = 60,39 (kerja dalam waktu singkat) dikategorikan bahwa beban kerja operator merupakan beban kerja berat yang berarti operator tidak diperbolehkan beraktivitas dalam waktu yang lama. Dan temperatur yang diperoleh dari perhitungan rata-rata nilai ISBB pada stasiun boiler adalah 33,50C. Hal ini menunjukkan bahwa iklim kerja di stasiun boiler melebihi NAB. Dengan demikian, temperatur pada lingkungan kerja merupakan salah satu penyebab terjadinya kelelahan operator boiler saat bekerja. Berdasarkan persamaan regresi antara denyut nadi kerja dan temperatur diperoleh nilai korelasi 1,000. Hal ini menunjukkan bahwa denyut nadi kerja mempunyai hubungan antara denyut nadi kerja dengan temperatur. Semakin tinggi temperatur maka denyut nadi juga akan semakin cepat.
Analisis Pergantian Komponen Pada Intake Pump 56-GA-4001 di PT Pupuk Iskandar Muda Syarifuddin S; Zainal Abidin
Industrial Engineering Journal Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iejm.v3i1.37

Abstract

Pupuk Iskandar Muda adalah sebuah perusahaan yang bergerak di sektor industri pembuatan pupukurea. Bahan baku yang digunakan untuk pembuatan pupuk selain gas adalah air. Bahan baku air diperoleh diKrueng Peusangan dengan penyaluran menggunakan pipa transmisi bawah tanah. Proses penyaluran air juga harusdi dukung dengan Intake Pump 56-GA4001 yang berfungsi sebagai pompa. Selama ini pihak perusahaanmengoperasikan 3 (tiga) buah pompa untuk mendukung usaha pemenuhan air ke pabrik maupun ke fasilitasperumahan. Kendala yang dihadapi perusahaan adalah kerusakan komponen Intake Pump 56-GA4001 yaitu ShaftSleve dan Coupling Shaft. Selama 8 (delapan) bulan telah terjadi kerusakan 3 (tiga) unit Intake Pump. Perbaikanseharusnya dilakukan sampai 2 tahun operasi harus diganti komponen yang baru. Perusahaan dihadapkan kepadapertimbangan untuk memilih pembelian komponen baru atau lebih kepada memfabrikasi komponen. Dalampenelitian ini metode yang digunakan dalam pemecahan masalah adalah dengan menggunakan analisa ekonomiteknik dengan konsep Defender and Chalenger. Hasil penelitian menunjukkan hasil fabrikasi komponen lebihmenghemat biaya dibandingkan dengan mengimpor komponen. Penghematan biaya yang dapat dilaksanakanperusahaan sebesar Rp.12.346.394,00
ANALISIS PRODUKTIVITAS PADA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV UNIT USAHA TEH BAH BUTONG Syarifuddin Syarifuddin; Yoga Ananda Putri; Cut Ita Erliana
Industrial Engineering Journal Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iej.v11i1.729

Abstract

PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) merupakan perusahaan yang bergerak dibidang usaha agroindustry yang salah satunya dibidang pengolahan Daun Teh Basah (DTB) dengan kapasitas 155 ton perhari, sehingga benar-benar harus memperhatikan mutu untuk dapat bersaing dengan perusahaan sejenis. Dalam proses produksinya, perusahaan PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) Unit Bah Butong menggunakan mesin-mesin dan alat-alat yang mendukung proses produksinya dalam menghasilkan teh hitam. Permasalahan yang terjadi pada penelitian ini ialah perusahaan selama ini hanya mengacu pada perhitungan profit atau keuntungan saja, sehingga jika terjadi penurunan terhadap profit perusahaan tidak mengetahui apa yang menjadi penyebabnya, karena perusahaan tidak pernah melakukan analisis secara spesifik dan juga kurang memperhatikan efesiensi sumber daya yang dimiliki, baik itu sumber daya manusia, bahan baku dan mesin. Penelitian dilakukan dengan mengadakan pengukuran terhadap jam tenaga kerja, ongkos tenaga kerja, dan energi yang digunakan. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode Marvin E. Mundel, dilanjutkan dengan membuat diagram sebab akibat (Fishbone) untuk mengetahui akibat dari menurunnya produktivitas. Berdasarkan hasil analisa yang di lakukkan dengan diagram sebab akibat, dapat diidentifikasi ada beberapa faktor penyebab menurunnya produktivitas yaitu terdiri dari manusia, mesin, metode, material, dan Pengukuran.
Usulan Perbaikan Metode Kerja Berdasarkan Micromotion Study Pada CV. X Syamsul Bahri; Syarifuddin Syarifuddin; Muhammad Muhammad; Metri Hasanah
Industrial Engineering Journal Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iejm.v8i1.381

Abstract

CV. X yang merupakan suatu perusahaan pembuatan aneka macam mebel seperti pintu, jendela, kusen, meja, dan kursi. CV. X ini bertempat di Jl. Medan-Banda Aceh, Blang Panyang, Lhokseumawe.Penelitian ini dilakukan pada setiap stasiun kerja pembuatan pintu karena dari permasalahan tersebut berdampak pada efesiensi dan efektifitas pekerjaan.Pada stasiun kerja ini masih terdapatnya gerakan-gerakan yang tidak diperlukan yang dilakukan oleh operator pada saat melakukan pekerjaannya.Sehingga ada waktu yang terbuang untuk hal yang tidak diperlukan yang menyebabkan adanya pemborosan waktu yang menyebabkan tidak efektifnya suatu pekerjaan.Penelitian ini bertujuan untuk perbaikan gerakan-gerakan yang kurang efektif dalam melakukan suatu pekerjaan. Dilakukan pengamatan selama proses perakitan berlangsung, Pada kondisi kerja awal, waktu standar awal mencapai 10.908,45 detik atau 181,8 menit, sedangkan pada kondisi kerja usulan mencapai 9.610 detik atau 160,2 menit, Sehingga dengan mengurangi gerakan yang kurang efektif dapat menghemat waktu selama 1.296 detik atau 21,6 menit dalam satu pintu.
Analisis Produktivitas Perusahaan Pada UD. Karya Jaya Syarifuddin Syarifuddin; Lisa Yani
Industrial Engineering Journal Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iejm.v3i2.83

Abstract

Pada saat ini Industri berkembang di segala bidang baik industri barang maupun jasa, sehingga mengakibatkan persaingan antar industri sejenis tidak dapat dihindari, dan untuk memenangkan persaingan tersebut salah satu upaya yaitu dengan merebut pangsa pasar. Pengukuran produktivitas merupakan suatu alat manajemen yang penting disemua tingkatan ekonomi. Setiap perusahaan pasti berupaya memaksimalkan output dan meminimalkan input dari perusahaan, dengan cara melakukan perbaikan-perbaikan di dalam perusahaan itu sendiri. UD. Karya Jaya merupakan salah satu industri manufaktur yang bergerak dalam produksi batako dan pavin block. Produksi di lakukan setiap hari dengan jumlah karyawan yang bekerja setiap harinya adalah lima orang. Sampai saat ini UD.Karya Jaya masih melakukan aktifitas produksisetiap harinya, dan aktifitas tersebut di lakukan untuk memenuhi output perusahaan.Selama ini perusahaan beranggapan bahwa dengan banyaknya hasil produksi maka produktivitas akan naik, sementara dalam melakukan penilaian kinerja perusahaan tidak mengetahui bahwa ada beberapa hal yang harus di nilai saat melakukan pengukuran produktivitas yaitu:produksi, organisasi, penjualan, produk, tenaga kerja, dan modal. Berdasarkan permasalahan tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengukur produktivitas parsial perusahaan dengan model parsial POSPAC.
ANALISIS JUMLAH KEBUTUHAN KARYAWAN KRANI DENGAN MENGGUNAKAN METODE FULL TIME EQUIVALENT DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA III PKS SEI MANGKEI Syarifuddin Syarifuddin; Fuji Fahrunnisa; Muzakir Muzakir
Industrial Engineering Journal Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iej.v11i1.730

Abstract

PT. Perkebunan Nusantara III PKS Sei Mangkei merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang perkebunan, pengolahan,dan pemasaran hasil perkebunan yang berlokasi di Blok 113, Afdeling II, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Jumlah karyawan pada tahun 2019 yaitu sebanyak 200 orang dengan 8 karyawan pimpinan dan 8 karyawan pelaksan . Penelitan bertujuan untuk menetukan karyawan yang optimal menggunakan metode Full Time Equivalent. Metode Full Time Equivalent digunakan untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan dibandingkan terhadap waktu kerja efektif yang tersedia, FTE bertujuan menyederhanakan pengukuran kerja dengan mengubah jam beban kerja ke jumlah orang yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu. Hasil Metode FTE menunjukkan karyawan krani laboratorium yang dibutuhkan adalah 1 orang dengan jumlah karyawan sekarang 1 orang. Hasil Metode FTE menunjukkan karyawan krani sortasi yang dibutuhkan adalah 1,22 orang dengan jumlah karyawan sekarang 1 orang. Berdasarkan perhitungan Metode FTE perlu adanya perubahan tenaga kerja atau karyawan pada krani ini, di bagian krani laboratorium sudah sesuai maka tidak perlu penambahan jumlah tenaga kerja sedangkan bagian krani sortasi perlu penambahan 2 orang karyawan. Copyright ©2020 Department of industrial engineering. All rights reserved.
Analisis Penentuan Pola Kebisingan Berdasarkan Nilai Ambang Batas (NAB) Pada Power Plant Di PT Arun NGL. Syarifuddin S; Muzir M
Industrial Engineering Journal Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iejm.v4i1.44

Abstract

Lingkungan kerja yang kurang mendukung dapat menyebabkan karyawan mengalami stres danpenurunan kesehatan yang dapat berakibat pada berkurangnya konsentrasi dan produktivitas para pekerja.Kebisingan adalah salah satu polusi yang tidak dikehendaki oleh telinga.Jika tingkat kebisingan yang melebihinilai ambang batas maka dapat menimbulkan masalah yang serius bagi indera pendengaran kita bahkandapat menyebabkan ketulian atau yang disebut dengan Noise Induced Deafness.Tujuan penelitian iniadalahuntuk mengetahui pola intensitas kebisingan yang dihasilkan pada Power Plant.Metodepengukuran tingkatkebisingan mengacu pada Kep-51/MEN/1999 dan alat yang digunakan adalah Sound Level Meter. Dari hasilpengukuran kebisingan, maka pola kebisingan di power plant terdapat 3 (tiga) wilayah yaitu wilayah merah,kuning dan hijau, dimana wilayah merah terdiri dari KGT 9001A, KGT 9001B dan KGT 9001E dengan tingkatkebisingan diwilayah merah yaitu 91.8 dB dan 88.1 dB, tingkat kebisingan ini sudah melebihi nilai ambangbatas yang diperbolehkan oleh Keputusan Menteri Tenaga Kerja Tahun 1999 sehingga pada area ini wajibmenggunakan alat pelindung telinga yaitu Ear plug atau ear muff.wilayah kuning tingkat kebisingannyaberkisar antara 70 dB dan 80 dB, sehingga tingkat kebisingan ini dianjurkan menggunakan ear plug atau earmuff karna sudah mendekati nilai ambang batas. Wilayah hijau merupakan wilayah yang tingkat kebisinganberkisar antara 60 dB dan 70 dB pada wilayah ini boleh menggunakan penutup telinga dan boleh tidak karnatingkat kebisingan tidak terlalu berbahaya bagi kesehatan.
ANALISIS KUALITAS OLEIN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SQC DI PT. INDUSTRI NABATI LESTARI Syarifuddin Syarifuddin; Fachri Nanda Aulia; Cut Ita Erliana
Industrial Engineering Journal Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iej.v10i2.678

Abstract

PT. Industri Nabati Lestari, perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan CPO (crude palm oil) menjadi minyak goreng (olein) dan memiliki produk sampingan dari hasil pengolahan yaitu stearin dan PFAD. Permasalahan yang didapati hasil uji laboratorium pada perusahaan menunjukkan kualitas olein masih berbeda - beda. Hal ini menunjukkan kualitas pengolahan olein yang dihasilkan ternyata tidak konsisten, sesuai dengan standar yang ditetapkan perusahaan. Penelitian dilakukan dengan mengadakan pengukuran terhadap kadar colour (red), FFA (free fatty acid)  dan IV (Iodine Value). Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode Statistical Quality Control (SQC) menggunakan peta kendali rata - rata (x), peta kendali range (R), dan perhitungan kapabilitas proses, dilanjutkan dengan membuat diagram sebab akibat (cause-effect) untuk mengetahui penyebab produk yang berada diluar batas kendali. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa kadar Colour dan kadar FFA (Free Fatty Acid) sudah berada dalam batas kendali sedangkan kadar Iodine Value (IV) terdapat 2 data dari 30 data yang tidak memenuhi standar mutu. Berdasarkan hasil analisa yang di lakukkan dengan diagram sebab akibat, dapat diidentifikasi faktor - faktor penyebab kekurangan kualitas pada kadar IV (Iodine Value) seperti faktor metode yaitu pergantian resep yang tidak akurat, faktor manusia yaitu kurangnya kontrol dalam mengoperasikan mesin.
ANALISIS KESEHATAN DAN KECELAKAAN KERJA DENGAN METODE FAULT TREE ANALYSIS (FTA) PADA AREA STASIUN PENGUMPUL DI PT PERTAMINA EP ASSET 1 RANTAU FIELD Syarifuddin Syarifuddin; Anwar Anwar; Putri Indori
Industrial Engineering Journal Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iejm.v9i2.556

Abstract

PT Pertamina EP Asset 1 Rantau Field adalah sebuah Perusahaan yang berlokasi di Rantau Aceh Tamiang, yaitu anak perusahaan PT PERTAMINA (Persero) yang bergerak di sektor hulu migas (kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi). Tujuan dari penelitian ini yaitu agar dapat mengetahui berapa tingkat frekuensi / kekerapan kecelakaan kerja dan tingkat severity yang terjadi serta mengidentifikasi penyebab dari kecelakaan dengan cara membangun model Fault Tree Analysis (FTA), FTA adalah analisis dengan menggunakan pohon kesalahan yang secara sederhana dapat diuraikan sebagai suatu teknik untuk melakukan analisis. Hasil pengukuran tingkat frekuensi kecelakaan kerja (F) dari tahun 2017 sampai 2018 mengalami penurunan dari 543,47 menjadi 362,31 kali kecelakaan setiap satu juta jam kerja orang, penurunan yang terjadi sebanyak 181.16 kali kecelakaan setiap satu juta jam kerja orang. Keparahan kecelakaan kerja (S) dari tahun 2017 sampai 2018 mengalami penurunan dari 543,47 menjadi 452,89 hari kecelakaan setiap satu juta jam kerja orang, penurunan yang terjadi sebanyak 90.58 hari kecelakaan setiap satu juta jam kerja orang, dan hasil dari pengukuran Nilai T Selamat (Nts)/ Safe T Score dari tahun 2017 sampai 2018 menunjukan dibawah -2 (menunjukan keadaan membaik) yaitu -25,82 dengan kata lain nilai Safe T Score mengalami penurunan presentasi kecelakaan kerja. Copyright ©2020 Department of industrial engineering. All rights reserved
Analisis Kepuasan Pelanggan Terhadap Pelayanan Hotel Lido Graha dengan Metode Quality Functions Deployment (QFD) Bakhtiar Bakhtiar; Syarifuddin Syarifuddin; Martunis Martunis
Industrial Engineering Journal Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iejm.v2i2.76

Abstract

Hotel Lido Graha merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam industri jasa. Pihak perusahaan belum mengetahui dengan pasti bagaimana cara menyenangkan konsumen senyaman mungkin saat berkunjung ke hotel. Berdasarkan penelitian terhadap beberapa pengunjung yang sudah pernah menginap di Hotel menyatakan bahwa kualitas pelayanan pada hotel masih sangat kurang memuaskan karena karyawan-karyawan hotel sikap ramah tamah dan penyampaian informasinya masih sangat kurang.Pendekatan yang dilakukan untuk memperlihatkan kepada p erusahaan yakni Hotel Lido Graha memprioritaskan kebutuhan konsumen, menemukan tanggapan yang inovatif dan kreatif terhadap kebutuhan tersebut dan memperbaiki proses hingga tercapai efektivitas maksimal dengan metode QFD (Quality Functions Deployment). Dari hasil pengolahan data dan diperoleh hasil matriks House of Quality (HOQ) maka bahwa tingkat kepentingan yang dibutuhkan untuk mencapai kepuasan Pengunjung adalah penampilan gedung dengan tingkat kepentingan 6,104% yang artinya bahwa nilai atribut penampilan gedung merupakan kebutuhan Pengunjung yang masih belum memenuhi kepuasan, bobot relatif tertinggi merupakan bobot yang paling diutamakan untuk dapat memenuhi dan memperbaiki kualitas pelayanan, dan tingkat kepentingan kedua yang dibutuhkan Pengunjung dengan nilai 6,07% adalah Pemberian informasi secara jelas dan dimengerti mengenai fasilitas yang disediakan hotel. Bobot terendah yang sudah memenuhi kepuasan Pengunjung dengan nilai 4,759% adalah pelayanan yang dilakukan dengan cepat dan tepat.