Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

ANALISIS KESEHATAN DAN KECELAKAAN KERJA DENGAN METODE FAULT TREE ANALYSIS (FTA) PADA AREA STASIUN PENGUMPUL DI PT PERTAMINA EP ASSET 1 RANTAU FIELD Syarifuddin Syarifuddin; Anwar Anwar; Putri Indori
Industrial Engineering Journal Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iejm.v9i2.556

Abstract

PT Pertamina EP Asset 1 Rantau Field adalah sebuah Perusahaan yang berlokasi di Rantau Aceh Tamiang, yaitu anak perusahaan PT PERTAMINA (Persero) yang bergerak di sektor hulu migas (kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi). Tujuan dari penelitian ini yaitu agar dapat mengetahui berapa tingkat frekuensi / kekerapan kecelakaan kerja dan tingkat severity yang terjadi serta mengidentifikasi penyebab dari kecelakaan dengan cara membangun model Fault Tree Analysis (FTA), FTA adalah analisis dengan menggunakan pohon kesalahan yang secara sederhana dapat diuraikan sebagai suatu teknik untuk melakukan analisis. Hasil pengukuran tingkat frekuensi kecelakaan kerja (F) dari tahun 2017 sampai 2018 mengalami penurunan dari 543,47 menjadi 362,31 kali kecelakaan setiap satu juta jam kerja orang, penurunan yang terjadi sebanyak 181.16 kali kecelakaan setiap satu juta jam kerja orang. Keparahan kecelakaan kerja (S) dari tahun 2017 sampai 2018 mengalami penurunan dari 543,47 menjadi 452,89 hari kecelakaan setiap satu juta jam kerja orang, penurunan yang terjadi sebanyak 90.58 hari kecelakaan setiap satu juta jam kerja orang, dan hasil dari pengukuran Nilai T Selamat (Nts)/ Safe T Score dari tahun 2017 sampai 2018 menunjukan dibawah -2 (menunjukan keadaan membaik) yaitu -25,82 dengan kata lain nilai Safe T Score mengalami penurunan presentasi kecelakaan kerja. Copyright ©2020 Department of industrial engineering. All rights reserved
Analisis Kepuasan Pelanggan Terhadap Pelayanan Hotel Lido Graha dengan Metode Quality Functions Deployment (QFD) Bakhtiar Bakhtiar; Syarifuddin Syarifuddin; Martunis Martunis
Industrial Engineering Journal Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iejm.v2i2.76

Abstract

Hotel Lido Graha merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam industri jasa. Pihak perusahaan belum mengetahui dengan pasti bagaimana cara menyenangkan konsumen senyaman mungkin saat berkunjung ke hotel. Berdasarkan penelitian terhadap beberapa pengunjung yang sudah pernah menginap di Hotel menyatakan bahwa kualitas pelayanan pada hotel masih sangat kurang memuaskan karena karyawan-karyawan hotel sikap ramah tamah dan penyampaian informasinya masih sangat kurang.Pendekatan yang dilakukan untuk memperlihatkan kepada p erusahaan yakni Hotel Lido Graha memprioritaskan kebutuhan konsumen, menemukan tanggapan yang inovatif dan kreatif terhadap kebutuhan tersebut dan memperbaiki proses hingga tercapai efektivitas maksimal dengan metode QFD (Quality Functions Deployment). Dari hasil pengolahan data dan diperoleh hasil matriks House of Quality (HOQ) maka bahwa tingkat kepentingan yang dibutuhkan untuk mencapai kepuasan Pengunjung adalah penampilan gedung dengan tingkat kepentingan 6,104% yang artinya bahwa nilai atribut penampilan gedung merupakan kebutuhan Pengunjung yang masih belum memenuhi kepuasan, bobot relatif tertinggi merupakan bobot yang paling diutamakan untuk dapat memenuhi dan memperbaiki kualitas pelayanan, dan tingkat kepentingan kedua yang dibutuhkan Pengunjung dengan nilai 6,07% adalah Pemberian informasi secara jelas dan dimengerti mengenai fasilitas yang disediakan hotel. Bobot terendah yang sudah memenuhi kepuasan Pengunjung dengan nilai 4,759% adalah pelayanan yang dilakukan dengan cepat dan tepat.
PEMBUATAN BIOPORI PADA LAHAN KOPI DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KOPI Syarifuddin; Khairul Anshar; Bakhtiar; Rizka Mulyawan; Agam Muarif
Aptekmas Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 5 No 2 (2022): APTEKMAS Volume 5 Nomor 2 2022
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36257/apts.v5i2.4331

Abstract

Abstract Arabica coffee is one type of coffee that dominates most of the world's coffee market. In Indonesia, arabica coffee can be found in Bali, Java, North Sumatra, Toraja and the Gayo Highlands. The Gayo Highlands are the best coffee producers in Indonesia. One of the determinants of coffee quality and productivity is the quality of coffee plantations. The problems faced by coffee farmers in Pante Raya Village, Kab. Bener Meriah is a dense soil condition because the land was previously used as paddy fields. As for the coffee plantation area of 1 ha, the yield of coffee beans is 2 tons with coffee husk waste as much as 1 ton per year. For now, the coffee skin is just trash. On the other hand, people use fertilizers to maintain and increase coffee productivity, but it costs a lot. Seeing these problems, community service was carried out in Pante Raya Village, Bener Meriah Regency by making biopori using coffee husk waste, leaves and twigs of coffee plants. The installation of this biopore is expected to be useful as a waste treatment medium that is useful for fertilizing the soil, increasing soil pores and absorption of water in the soil. This service activity will be carried out in the form of direct education and training on making biopori by utilizing the waste. Biopori is expected to reduce waste as well as provide alternative fertilizers that are safe and cheap. Keywords: Coffee, Gayo, biopori, waste, fertilizer
PEMANFAATAN LIMBAH INDUSTRI TAHU SEBAGAI PAKAN ALTERNATIF UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PETERNAK LELE Bakhtiar; Khairul Anshar; Subhan; Syarifuddin
Aptekmas Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 5 No 1 (2022): APTEKMAS Volume 5 Nomor 1 2022
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.342 KB) | DOI: 10.36257/apts.v5i1.4337

Abstract

Catfish is one of the favorite foods of some Acehnese people, including for lhokseumawe region, and surrounding areas. This is what makes the community interested in cultivating catfish, in addition to the selling price is quite expensive as well as the demand for catfish that increases every year. To meet the increasing demand catfish breeders need the right feed to increase the growth rate of fish. This feed is a problem for farmers in the Lhokseumawe region because of the high price. The industry knows around Lhokseumawe quite a lot but industrial waste knows not to be utilized properly. Tofu waste in the form of tofu pulp can be used as catfish animal feed. The purpose of this devotional activity is to provide education and training to the community and catfish farmers in order to utilize industrial waste tofu as an alternative feed so as to solve the problem of too high feed prices. This devotional activity is carried out by providing counseling and technical guidance to the community so that it can make feed independently. Feed results showed the feed was able to float for 30-50 seconds and the fish showed interest in the feed. The cost aspect is known that the use of feed from tofu waste can reduce the cost of feed up to 50% with the calculation of the cost of the manufacturer's feed is Rp 18,000 / kg and feed from tofu pulp has a selling value of Rp 9,000, so the savings that occur are quite significant. Keywords: Fish Feed, Tofu Pulp, Catfish, Fermentation
Feasibility Study of Potential Utilization of Tofu Industry Waste Into Cat Fish Feed Syarifuddin; Khairul Anshar; Subhan; Rizka Mulyawan
SAINSMAT: Journal of Applied Sciences, Mathematics, and Its Education Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : PT Mattawang Mediatama Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/sainsmat673

Abstract

Cat fish is one of preferred food for most Acehnese people, particularly in Lhokseumawe regions. This is the motive of most people are interested in cultivating such fish; beside the selling price is relatively high, it also has increasing ramp of demand every year. In order to meet the increasing demand, the fish farms are in need of appropriate feed aiming for upgrading cat fish growing rate. Around Lhokseumawe region, despite of numerous tofu industries the dregs are still not well utilized. The waste of tofu industries, which is tofu dregs, functions as cat fish feed. Tofu dregs made cat fish feed has numbers of advantages, such as accelerating the fish growth until 17-18%. This is due to the coarse fiber protein contain to be 7.11%, fat 4.93% and BETN 44.50%. Beside its nutritional advantages as alternative cat fish feed raw material, tofu dregs as cat fish feed material should be examined in technical and financial aspects so that it is guaranteed to be implemented. Hence, in this research the feasibility study was conducted on technical aspects of processing solid tofu dregs to be cat fish feed by using BEP and PP analysis methods. According to Payback Period (PP) value, the business has three months and six days period of time in order to return the initial investment capital. The production rate in one months must be above 542 kg in order to avoid from being lost. With the existing production capacity (1.092 kg/month), the cat fish feed price must be above IDR 6.116/kg in order to cover all expenditure in the time period.
PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS DENGAN MENGGUNAKAN METODE KONVENSIONAL BERBASIS 5S (SEIRI, SEITON, SEISO, SEIKETSU DAN SHITSUKE) Diana Khairani Sofyan; Syarifuddin Syarifuddin
Jurnal Teknovasi : Jurnal Teknik dan Inovasi Vol 2, No 2 (2015): Teknovasi Oktober 2015
Publisher : LPPM Politeknik LP3I Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55445/teknovasi.v2i2.58

Abstract

Perancangan fasilitas poduksi merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh pada kinerja suatu perusahaan. Hal ini disebabkan oleh tata letak fasilitas yang kurang baik akan menyebabkan pola aliran bahan yang kurang baik dan perpindahan bahan, produk, informasi, peralatan dan tenaga kerja menjadi relatif tinggi yang menyebabkan keterlambatan penyelesaian produk dan menambah biaya produksi. Perancangan tata letak dalam industri manufaktur merupakan awalan utama dalam mengatur tata letak fasilitas produksi dan memanfaatkan area semaksimal mungkin. Hal ini dibuat untuk menciptakan kelancaran aliran bahan, sehingga nanti dapat diperoleh aliran bahan yang efisien dan kondisi kerja yang teratur. Permasalahan layout pabrik merupakan permasalahan yang tidak dapat dihindari oleh perusahaan dalam operasinya. Jauhnya jarak perpindahan material dari departemen kerja yang satu dengan departemen kerja lainnya akan mempengaruhi totalitas perusahaan dalam meningkatkan produktivitas dan profitabilitas. Dengan total momen perpindahan material/tahun yang tinggi, maka biaya material handling juga akan semakin tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui total perpindahan material minimum sehingga nantinya diperoleh final layout yang terbaik dan dapat meminimalkan biaya material handling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan ulang tata letak fasilitas pabrik pengolahan air minum PT. Ima Montaz Sejahtera terdiri dari beberapa bagian dan departemen yang harus di tambah dan diperbaiki dari hanya 7 (tujuh) menjadi 12 area, penambahan departemen ini tidak harus memerlukan penambahan area, hal ini bisa dilakukan dengan menyusun ulang dan memberi wilayah atau area untuk bagian yang belum ada. Penelitian ini menerapkan metode 5S pada penyusunan tata letak fasilitas PT. Ima Montaz Sejahtera untuk memperoleh tata letak yang lebih rapi, yaitu Seiri dan Seiton pada gudang mekanik, Seiso yaitu pada gudang produksi dan semua departemen, Seiketsu dan Shitsuke yaitu pada semua departemen.
PERANCANGAN PENJADWALAN PREVENTIVE MAINTENANCE MESIN BOILER DAN SCREW PRESS DENGAN MENGHITUNG MEAN TIME TO FAILURE DAN MEAN TIME TO REPAIR DI PT. BUMI SAMA GANDA Syarifuddin Syarifuddin; Mahendra Alfazri; Muzakir Muzakir
Industrial Engineering Journal Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iej.v11i2.943

Abstract

Mesin Boiler dan Screw Press merupakan salah satu komponen utama pada proses pengolakan kelapa sawit menjadi Crude Palm Oil (CPO)  di PT. bumi sama ganda. Namun, proses pengolahan tersebut tidak berjalan lancar dikarenakan mesin boiler dan Screw Press sering mengalami kerusakan terhadap beberapa komponennya. Hal ini diketahui  dari data kerusakan Menurut data Maintenance dari bulan Agustus 2020 sampai bulan Juli 2021 terdapat 51 kerusakan pada stasiun boiler yang menyebabkan terjadinya breakdown selama 5400 menit dan terdapat 24 kerusakan pada mesin screw press yang menyebabkan breakdown selama 1.710 menit di Pabrik Kelapa Sawit PT. Bumi Sama Ganda. Untuk mengatasi hal tersebut maka perlunya dilakukan preventive maintenance untuk dapat mencegah terjadinya kerusakan tak terduga yang menyebabkan downtime pada mesin. Berdasarkan pengolahan data, Ganda di dapatkan hasil bahwa komponen kritis pada mesin boiler terletak pada komponen gelas penduga, Blowdown, Feed water pump, valve, distribusi fuel conveyor, SAF, scrapper, Air lock, As hopper, Neles, Pipa air, motoran SAF sedangkan untuk mesin screw press komponen kritis terletak pada komponen silinder, gearbox, hidrolik, v belt, amper meter, motoran, kaca kontrol dimana komponen tersebut memberikan total downtime sebanyak 80%. Serta di dapat waktu preventive maintenance untuk komponen mesin boiler yaitu Blowdown 358 jam, gelas penduga 292 jam, feed water pump 614,2 jam, valve 1760 jam, distribusi fuel conveyor 268 jam, SAF 2044,5 jam, Scrapper 888 jam, Air lock 239 jam, As hopper 1738 jam neles 287,5 jam dan pipa air 358 jam sedangkan untuk komponen mesin screw press didapat silinder press 565 jam, gearbox 944 jam, hidrolik 715 jam dan v belt 553 jam.
ANALISIS POSTUR KERJA PADA PEKERJA ES BALOK CV. MULIENG ICEBERG Cut Ita Erliana; Syarifuddin Syarifuddin; Rizki Wahyuri; Dahlan Abdullah
Industrial Engineering Journal Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iej.v11i2.944

Abstract

Postur kerja merupakan titik penentu dalam menganalisa keefektifan dari suatu pekerjaan. Apabila postur kerja yang dilakukan oleh operator sudah baik maka dapat hasil yang diperoleh oleh operator akan baik. Akan tetapi bila postur kerja operator tidak ergonomis maka operator tersebut akan mudah kelelahan. CV. Mulieng Iceberg merupakan badan usaha yang bergerak dibidang industri yang memproduksi Es Balok. Pada proses pengangkutan es balok kedalam truk masih menggunakan sistem kerja yang manual dengan postur yang tidak sesuai dengan prinsip ergonomic sehingga menimbulkan keluhan musculoskeletal pada pekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hasil penilaian postur kerja terhadap pekerja dalam proses pengangkutan es balok kedalam truk dan juga usulan penambahan fasilitas kerja. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu QEC, RULA, REBA dan OWAS. Dari hasil perhitungan QEC diperoleh pekerja 1 memperoleh nilai exposure level sebesar 81,82% dan pekerja 2 sebesar 82,39% dengan kategori perlu adanya tindakan perubahan secepatnya. Berdasarkan hasil perhitungan RULA pekerja 1 dan 2 memiliki kategori tindakan yang sama yaitu 7 dan tergolong dalam level risiko tinggi. Berdasarkan hasil perhitungan REBA  pekerja 1 mendapatkan skor akhir 8 sedangkan pekerja 2 memperoleh skor akhir 10 dimana pada tingkatan ini termasuk dalam tingkat risiko tinggi dengan action level kategori 3. Berdasarkan hasil penelitian OWAS pekerja 1 dan 2 mendapat hasil nilai kategori yang sama yaitu 4 dimana diperlukan tindakan segera. Adapun peneliti mengusulkan penambahan fasilitas kerja berupa conveyor agar mengurangi keluhan rasa sakit yang dialami setelah melakukan aktivitas pekerjaan tersebut.
ANALISIS EFEKTIVITAS MESIN RIPPLE MILL DENGAN MENGGUNAKAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) DAN SIX BIG LOSSES DI PT PARASAWITA Syarifuddin Syarifuddin; Syamsul Bahri; Edi Amali Yunus
Industrial Engineering Journal Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iej.v12i1.1074

Abstract

Perawatan terhadap mesin–mesin dalam dunia industri/manufaktur merupakan aspek penting yang tidak bisa diabaikan. Maka dengan itu dibutuhkan manajemen yang baik serta metode-metode yang tepat dalam perawatan mesin tersebut sehingga umur mesin pun bisa lebih lama dan dapat menekan biaya pengeluaran. Total Productive Maintenance atau TPM adalah salah satu metode proses maintenance yang dikembangkan untuk meningkatkan produktifitas di area kerja, dengan cara membuat proses tersebut lebih reliable dan lebih sedikit terjadi pemborosan (waste). PT.Parasawita merupakan perusahaan yang bergerak  dibidang  usaha agroindustri.  PT.Parasawita  mengelolah  minyak mentah kepala sawit CPO dan Kernel dengan kapasitas 150 ton perhari. PT. Parasawita adalah perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit dan memiliki Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dengan  kapasitas  terpasang 45 ton/jam TBS (Tandan Buah Segar) tetapi pada saat ini PKS hanya efektif mengolah dengan kapasitas 30 ton TBS/jam dengan rata-rata mengolah setiap hari 20 jam dalam 6 hari seminggu.
ANALISIS PENGUKURAN BEBAN KERJA FISIK DAN MENTAL KARYAWAN MENGGUNAKAN METODE CARDIOVASCULAR LOAD DAN NASA TASK LOAD INDEX DI PT. CHAROEN POKPHAN CABANG GEBANG Cut Ita Erliana; Syarifuddin Syarifuddin; Yoga Trisyiam
Industrial Engineering Journal Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iej.v12i1.1099

Abstract

PT. Charoen Pokphan cabang Gebang bergerak di bidang pembesaran ayam broiler. Perusahaan ini memilki enam kandang pembesaran dengan kapasitas tampung sebanyak 27.000 ekor ayam/kandang. PT. Charoen Pokphan memiliki jumlah karyawan sebanyak 6 orang,dimana setiap kandangnya terdiri dari satu karyawan. Para karyawan ditugaskan untuk memberi pakan, memberi minum, membolak balikan sekam alas, mengecek bobot pertumbuhan dan mensortir ayam yang tidak berkembang/mati. Para karyawan di tuntut untuk melakukan pekerjaan yang tidak biasa dilakukan oleh orang lain seperti waktu bekerja selama 12 jam/hari, dimana pagi dari jam 08:00 – 11:00, siang dari jam 14:00 – 17:00, dan malam kembali bekerja dimulai dari jam 20:00 – 23:00 dan 02:00 – 05:00. Para karyawan merasa jenuh karena perusahaan ini menerapkan sistem kerja yang demikian. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengukuran beban kerja fisik dan mental dengan menggunakan metode Cardiovascular Load dan NASA-TLX. Hasil penelitian menunjukan beban kerja fisik tertinggi pada saat bekerja siang hari dirasakan oleh Yosua S sebesar 52,30% dan untuk pekerjaan malam dirasakan oleh Ginting sebesar 61,14%. Beban kerja mental mendapatkan nilai rata-rata WWL sebesar 64,88% (tinggi), perlu penambahan karyawan sebanyak 1 orang, nilai rata-rata WWL menjadi 32,44% (rendah). Penambhan karyawan bertujuan untuk menambah jumlah shift kerja.