Japarudin Japarudin
IAIN Bengkulu

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

NILAI-NILAI ETIS AGAMA DAN BUDAYA DALAM PRAKTIK PEKERJA SOSIAL Japarudin Japarudin
JURNAL ILMIAH SYI'AR Vol 15, No 2 (2015): Agustus 2015
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.155 KB) | DOI: 10.29300/syr.v15i2.1328

Abstract

Although much has been written about the work of social workers, but the practiceof social workers in Indonesia still leaves an empty space to be studied, betweeenis the issue of ethical values. As a profession that was not born in Indonesia, a social worker in praktikya in Indonesia can be exposed to the values and ethical issues, including religious and ethical values and culture. In the social work profession will face two dilemmas and ethical values: (1) the values and ethics that exist in society as a client, (2) values and ethics in social work profession itself. Both can affect the social workers make decisions in the professional practice of social workers.
WACANA; PEMIKIRAN DALAM BAHASA DAN ANALISI TEKS Japarudin Japarudin
El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Vol 5, No 1 (2016): Juni
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.665 KB) | DOI: 10.29300/jpkth.v5i1.1119

Abstract

Disadari ataupun tidak, bahasa dalam sebuah teks memuat satu wacana (discours) yang ingin disampaikan oleh yang memproduksi teks itu. Paper ini berfokus pada pembahasan bagaimana membongkar wacana dalam teks dan sebuah bahasa yang diproduksi oleh penulis, dan bagimana menemukan wacana apa yang disampaikan oleh penulis sebuah teks. Berbgai pandangan terkait dengan wacana sebagai alat analisi teks, di antaranya adalah pandangan positivis-empiris. Aliran ini melihat bahasa sebagai jembaan antara manusi dengan objek di luar dirinya. pandangan konstruktivisme, yakni aliran yang menolak pandangan positivism yang memisahkan antara subjek dan objek bahasa. Sedangkan pardigma wacana kritis lebih pada mengkoreksi pandangan konstruktivisme  yang kurang sensitive pada proses produksi dan reproduksi makna yang terjadi secara historis  maupun institusional. Terdpata banyak tokoh dan model analisi wacana yang berkembang, namun dalam paper ini penulis menghadirkan analsis wacana model Roger Fowler dan Van Dijk.
DEMOKRASI PERSPEKTIF ISLAM Syûrâ dan Kebebasan Berpendapat Studi Kasus Demokrasi di Indonesia Japarudin Japarudin
El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Vol 4, No 2 (2015): Desember
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.246 KB) | DOI: 10.29300/jpkth.v4i2.1329

Abstract

Tidak dapat dipungkiri, perbincangan dan kajian tentang demokrasi dan kebebasan berpendapat, telah banyak dilakukan. Berbagai perspektif dan pendekatan dalam pengakajian keduanya semakin memperkaya khasanah topik ini. Meskipun demikian, kajian ataupun artikel ini melengkapi beberapa kajian yang telah ada sebelumnya, utamanya pembahasan tentang hubungan, titik temu, perbedaan, maupun dialog antara demokrasi dalam Islam versus demokrasi produk Barat. Islam memberikan kebebasan berpendapat, dan Indonesia sebagai negara dengan penduduk Islam terbesar dunia merupakan negara yang menganut sistem demokrasi dalam bentuk negara republik. Uniknya demokrasi di Indonesia mencoba menggabungkan antara demokrasi Barat dengan demokrasi dan kebebasan berpendapat dalam Islam. Semua warga negara berhak mengeluarkan pendapat, dan Indonesia memiliki dewan (syura). Perpaduan antara demokrasi Barat dan sistem syuro dalam Islam, merupakan fokus kajian artikel ini.
SEJARAH ISLAM DI KOTA BINTUHAN KECAMATAN KAUR SELATAN KABUPATEN KAUR Bobi Syahri Adha; Maryam Maryam; Japarudin Japarudin
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 3, No 2 (2018): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.826 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v3i2.1558

Abstract

Persoalan yang dikaji dalam skripsi ini, yaitu: pertama; Bagaimana sejarah masuknya Islam di Kota Bintuhan Kecamatan Kaur Selatan Kabupaten Kaur. Kedua; Apa saja jejak-jejak peninggalan Islam di Kota Bintuhan Kecamatan Kaur Selatan Kabupaten Kaur. Jenis penelitian historis (historical research) dengan menggunakan teknik bola salju (snowball) dalam menentukan informannya dan pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan rekaman. Hasil penelitian sebagai berikut: pertama; Sejarah masuknya Islam di Kota Bintuhan Kecamatan Kaur Selatan Kabupaten Kaur di bawa oleh seorang musafir Arab, bernama Sayid Ahmad bin Ali bin Syeikh Abu Bakar yang berasal dari Hadramaut, Yaman pada pertengahan abad ke-19 M di daerah Pasar Palembang (desa Air Dingin) yang sekarang dikenal dengan sebutan Kampung Masjid. Kedua; Adapun jejak-jejak peninggalan Islam di Kota Bintuhan Kecamatan Kaur Selatan Kabupaten Kaur, yakni berupa Makam Keluarga Habib Ahmad bin Ali bin Syeikh Abu Bakar terletak di desa Jembatan Dua, Makam Puyang Pinang Tawar di desa Pengubaian, Masjid Jamik Asy Syakiriin di Kampung Masjid desa Air Dingin, Masjid Tua Bandar di desa/Kelurahan Bandar, Dokumentasi Pondok Pesantren Mu’awatul Her School (MHS) yang di dapat dari H. Nuzuar Zahari Said di desa Air Dingin (Kampung Masjid), Sekolah Nahdlatul Ulama (NU) di simpang 3 (tiga) desa Pasar Lama dan yang terakhir buku lama/kitab berbahasa Arab dengan judul Penjelasan Berbagai Ilmu Dalam al-Qur’an milik Sayid Ahmad bin Ali bin Syeikh Abu Bakar.
ALANGKAH LUCUNYA NEGERI INI: Representase Masalah Sosial dan Dakwah Islam Berbasiskan Kebutuhan Mad’u Japarudin Japarudin
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 3 (2017): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.076 KB) | DOI: 10.1161/.v5i3.758

Abstract

Masalah sosial yang direpresentasekan  dalam film Alangkah Lucunya Negeri Ini mencakup tiga macam persoalan, yakni pendidikan dan pengangguran, kemiskinan, dan masalah judi dalam bentuk kuis berhadiah di media televisi. Isu pendidikan disampaikan berhubungan dengan lapangan kerja, pengangguran yang berpendidikan tinggi dapat menjadikan seseorang stress karena belum bekerja. Film ALNI meyakinkan khalayaknya bahwa pendidikan itu penting, bagi semua orang. Sedangkan kemiskinan sebagai masalah sosial ditandakan dengan kesenjangan pembangunan, kemiskinan terjadi sebagai dampak dari adanya korupsi dan ketidak adilan. Beberapa pesan dakwah Islam adalah berusahalah dan minta pertolongan hanya kepada Allah SWT, kebersihan adalah sebagian dari iman, pentingnya anak-anak diajarkan syhadat, shalat, keimanan. Memulai pekerjaan dengan diawali membaca bismillah. Islam tidak mengenal dengan adanya dosa turunan, ataupun seseorang menanggung dosa oranglain. Pesan dakwah Islam secara bertahap, mencari rezeki (makan) dari sesuatu yang baik. Selalu beristighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT atas dosa yang diperbuat oleh diri sendiri maupun seseorang boleh memohon (berdoa) kepada Allah SWT agar diberikan ampunan dosa orang yang didoakan. Sebagaimana anak boleh mendoakan orangtua, dan sebaliknya orangtua dapat pula memohonkan ampun atas dosa-dosa anaknya kepada Allah SWT.  Dalam hidup ini sepatutnya mempunyai rasa dan sikap peduli kepada sesama.Koherensi (keterkaitan/keselarasan) antara masalah sosial dengan pesan dakwah Islam yang disampaikan dalam film Alangkah Lucunya Negeri Ini? yakni: Pertama, untuk lepas dari pengangguran dan kemiskinan maka orang harus berusaha, meskpiun usaha tersebut adalah beternak Cacing dan mengelola uang hasil dari perbuatan copet, menjadi ‘bos’ anak-anak copet [seperti yang dilakukan oleh Jarot], untuk dua perosalan kalau tidak ada pilihan lain untuk mencari nafkah maka lakukanlah, namun jangan lupa sering-sering minta ampun kepada Allah, minta petunjuk supaya mendapat jalan yang lebih baik. Disini terdapat koherensi antara masalah sosial pengangguran, dan pesan dakwah Islam, yakni pengangguran – pekerjaan – dengan bagaimana bekerja menurut ajaran Islam. Kedua; berbagai persoalan yang dihadapi, seperti kemiskinan dan pendidikan [representase kelompok anak copet dan Muluk yang memilih kerja mengatur keuangan hasil copet], sebagai penanda pesan tentang pentingnya mencari pekerjaan yang halal maupun memakan makanan yang halal. Membantu anak-anak copet keluar dari dunianya dan mendapat upah dari uang copet adalah haram.  Key word: pendidikan, kemiskinan, pesan dakwah