Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : MBIA

Pengaruh Efisiensi Modal Kerja dan Likuiditas terhadap Profitabilitas (Studi kasus pada PT. MAYORA, Tbk Cabang Banyuasin) Anton Kurniawan; Agustinus Supriyanto
MBIA Vol 18 No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.746 KB) | DOI: 10.33557/mbia.v18i1.310

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh efisiensi Modal Kerja dan Likuiditas terhadap Profitabilitas PT Mayora, Tbk. Data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder, data primer yaitu laporan keuangan dan data keuangan lainnya yang diperoleh langsung dari PT Mayora, Tbk. Selain itu juga digunakan data sekuder yang dipeorleh dari internet, dan buku buku referensi lainnya. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriftif kualitatif dan kuantitatif. Analisis kuantitatif dengan menggunakan Regresi Linier berganda dan Uji asumsi Kalsik . Analisis deskiftif kualitatif yaitu dengan mengkaji dan menganalisis fakta dilapangan dan dibahas dengan menggunakan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi modal kerja dan likuiditas memiliki pengaruh yang cukup signifikan dengan nilaiu R Square 0,975 atau 97,5% efisiensi modal kerja danlikuiditas berpengaruh terhadap Profitabilitas PT Mayora Palembang, sedangkan sisanya yaitu 2,5% merupakan pengaruh faktor-faktor lain yang tidak diteliti pada penelitian ini seperti faktor penjualan. Hasil persamaan regresi linier berganda menunjukkan bahwa efisiensi dalam pengelolaan modal kerja sebesar 1% akan mengakibatkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba sebesar 59,6%, demikian juga dengan tingkat likuiditas perusahaan, dimana bila terjadi pengurangan hutang jangka pendek sebesar 1% akan mengakibatkan kenaikan keuntungan perusahaan sebesar 0,1%. Hal ini tercermin dari persamaan regresi linier berganda yang diperoleh yaitu Y= -1,335 + 0,596 X1 - 0,001 X2 .dimana Efisiensi modal kerja memiliki koefisien bertanda positif sebesar 0,595 persen, artinya setiap peningkatan efisiensi modal kerja sebesar 1 persen diprediksi akan meningkatkan profitabilitas sebesar 0,596 persen, dengan asumsi likuiditas tidak berubah. Likuiditas memiliki koefisien bertanda negatif sebesar 0,001 persen, artinya setiap penurunan likuiditas sebesar 1 persen diprediksi akan meningkatkan profitabilitas sebesar 0,1 persen dengan asumsi efisiensi modal kerja tidak berubah. Kata kunci : Mayora, Likuiditas, Efisiensi, modal kerja, profitabilitas
The THE EFFECT OF DEBT, OWN CAPITAL AND NON-STOCK SAVINGS ON COOPERATIVE RENTABILITY Agustinus Supriyanto
MBIA Vol 18 No 3 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (985.448 KB) | DOI: 10.33557/mbia.v18i3.539

Abstract

The purpose of this study was to obtain an overview of the effect of Debt, Own Capital and Non-Stock Savings on profitability (ROA) and which variables were most dominant in KSP Kopdit Rukun, Sentosa, Setia Kawan, Karya Kasih and Patra Pertamina and to analyze these variables simultaneously and partially. In this study debt, own capital and non-stock savings are independent variables (X), while Profitability (ROE) is the dependent variable (not free). The type of data used in this study is secondary data that is quantitative. Data sources are financial statements for 2012 to 2017. The method used for this research is multiple linear regression, followed by a partial and simultaneous significance test through t test and F test. Research results within 5 years concluded as follows: first, KSP Kopdit Rukun that debt and capital alone have no significant effect on ROE, while non-stock savings have a significant and simultaneous effect that debt, own capital and non-stock savings have an influence but not significant, while Sentosa, Setia Kawan, Karya Kasih and Patra pertamina have partial or simultaneous influence but not significant. For KSP Kopdit Rukun, Sentosa, Setia Kawan, Karya Kasih and PATRA Pertamina, it is better to use internal and external funding sources according to their conditions, in order to obtain maximum profitability (ROE).
Analisis Kesehatan Koperasi Kredit Sentosa Palembang Agustinus Supriyanto; Rikkie Dekas; Ita Ita
MBIA Vol 19 No 3 (2020): Management, Business, and Accounting (MBIA)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/mbia.v19i3.1205

Abstract

The Sentosa Credit Union (CU) is the primary cooperative that runs a savings and loan business and is guided by Government Regulation number 9 of 1995 concerning the implementation of savings and loan business activities. The author conducted research to determine the suitability of financial reports based on the Regulation of the Deputy for Supervision of the Ministry of Cooperatives and Small and Medium Enterprises of the Republic of Indonesia number 06 / Per / Dep.6 / IV / 2016 regarding the assessment of the Health of Savings and Loans Cooperatives and Savings and Loan Units. This type of research is descriptive evaluative research. The data source used is primary dataThe results showed that the health level of Koperasi kredit Sentosa from 2017 - 2019 in the fairly healthy category, on average, got a score of 67.35 with details (1) the aspect of capital on average got a score of 13.80 in the healthy category; (2) the quality aspects of earning assets on average score 14.92 are in the fairly healthy category; (3) management aspects on average score 13.30 are in the healthy category; (4) the efficiency aspect averaged a score of 7.00 in the fairly healthy category; (5) the liquidity aspect scores on average 9.58 and is in the fairly healthy category; (6) aspects of independence and growth on average score 1.75 and are in the fairly healthy category; (7) the aspect of cooperative identity on average gets a score of 7.00 and is in the fairly healthy category Abstrak Koperasi Kredit (Koperasi kredit) merupakan primer koperasi yang menjalankan usaha simpan pinjam dan berpedoman pada Peraturan Pemerintah nomor 9 tahun 1995 tentang pelaksanaan kegiatan usaha simpan pinjam. Penulis melakukan penelitian untuk mengetahui kesesuaian laporan keuangan yang berpedoman pada Peraturan Deputi Bidang Kepengawasan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia dengan nomor 06/Per/Dep.6/IV/2016 mengenai penilaian Kesehatan Koperasi Simpan Pinjam dan Unit Simpan Pinjam. Jenis penelitian ini adalah penelitian desktriptif evaluatif. Sumber data yang digunakan adalah data primer yang diterima langsung dari sumbernya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesehatan Koperasi kredit Sentosa dari tahun 2017 – 2019 kategori cukup sehat secara rerata mendapatkan skor 67,35 dengan rincian (1) aspek permodalan secara rerata mendapat skor 13,80 berada pada kategori sehat; (2) aspek kualitas aktiva produktif secara rerata mendapat skor 14,92 berada dalam kategori cukup sehat; (3) aspek manajemen secara rerata mendapat skor 13,30 berada dalam kategori sehat; (4) aspek efisiensi secara rerata mendapat skor 7,00 berada dalam kategori cukup sehat; (5) aspek likuiditas secara rerata mendapat skor 9,58 dan berada dalam kategori cukup sehat; (6) aspek kemandirian dan pertumbuhan secara rerata mendapat skor 1,75 dan berada dalam kategori cukup sehat; (7) aspek jati diri koperasi secara rerata mendapat skor 7,00 dan berada dalam kategori cukup sehat Kata Kunci: Tingkat kesehatan, Kinerja Koperasi kredit