Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Perilaku Sosial pada Anak Slow Learner Eriska Witantri Budiarti; Amalia Oktaviana; Izzatin Kamala
At-Tarbawi : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Kebudayaan Vol 8 No 2 (2021): At-Tarbawi: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Kebudayaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Slow learner children are one of the children categorized as children with special needs. Slow learner children have intelligence under normal children in general. This study was conducted to know the social-behavioural characteristics of slow learner children. This study uses a quantitative approach with slow learner children in Bangunsari Village, Purwodadi Subdistrict, Musi Rawas Regency, South Sumatra. The data collection techniques used are observations, interviews, and literature studies with data obtained in the form of descriptions of slow learner children's social behaviour. The data analysis techniques in this study consist of data reduction, data presentation, and conclusion withdrawal. The results showed that the behaviour of slow learner children is almost the same as normal children in general. Activities carried out in life can be well received by people around. But in some moments, he brings up behaviours that are unique and different from their peers.
Science Learning That Inclusive for Deaf Students in a Pandemic Era: Pembelajaran IPA yang Inklusif Bagi Mahasiswa Tuli di Era Pandemi Izzatin Kamala; Tsaqifa Taqiyya Ulfah
Edulab : Majalah Ilmiah Laboratorium Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Laboratorium Pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Colaboration with Persatuan Pranata Laboratorium Pendidikan Indonesia Tingkat Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/edulab.2022.72.07

Abstract

This study aims to describe online learning in science courses for deaf students and the role of peers in science learning in online learning in the inclusion class of the Bachelor Of Education For Islamic Elementary School Teachers Programme. The problem in this study is that there are obstacles experienced by deaf students due to the transformation of the implementation of learning during the covid-19 pandemic. This study uses qualitative methods with data collection techniques in the form of interviews and observations. The results showed that 1) learning during the covid-19 pandemic was carried out online by utilizing several applications that could help deaf students participate in learning, 2) deaf students in science learning could understand the material through material files that had been shared and accompanied by friends. peers and deaf assistants who serve as sign language translators and notetakers, 3) assignments in science learning for all students, both normal and deaf students in the form of papers, video presentations, and practicums accompanied by the role of peers and deaf assistants, 4) if the learning takes place synchronously deaf students do not have assistants, deaf students understand the material independently and are assisted by the google transcript application which functions to convert oral to written, 5) collaboration between lecturers, deaf assistants, and peers is an important element in the implementation of inclusive science learning. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran daring pada mata kuliah IPA bagi mahasiswa tuli dan peran teman sebaya dalam pembelajaran IPA pada pembelajaran daring di kelas inklusi Prodi PGMI. Masalah dalam penelitian ini yaitu terdapat kendala yang dialami mahasiswa tuli dikarenakan adanya transformasi pelaksanaan pembelajaran di masa pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pembelajaran selama  masa pandemi covid-19, dilaksanakan secara daring dengan memanfaatkan beberapa aplikasi yang dapat membantu mahasiswa tuli agar dapat mengikuti pembelajaran, 2) mahasiswa tuli dalam pembelajaran  IPA dapat memahami materi melalui file materi yang telah dibagikan dan didampingi teman sebaya serta pendamping tuli yang bertugas sebagai penerjemah bahasa isyarat dan notaker, 3) penugasan pada pembelajaran IPA bagi semua mahasiswa baik mahasiswa normal maupun tuli berupa makalah, video presentasi, dan praktikum dengan disertai peran teman sebaya dan pendamping tuli, 4) Jika pelaksanaan pembelajaran berlangsung secara sinkronus mahasiswa tuli tidak ada pendamping, mahasiswa tuli memahami materi secara mandiri dan dibantu aplikasi google transkip yang berfungsi untuk mengkonversi lisan menjadi tulisan, 5) kolaborasi antara dosen, pendamping tuli, dan teman sebaya menjadi unsur penting dalam pelaksanaan pembelajaran IPA yang inklusif.
Reading Habit Sebagai Solusi Krisis Sastra Anak Zulfi Idayanti; Izzatin Kamala
HEUTAGOGIA: Journal of Islamic Education Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/hjie.2021.12-05

Abstract

Sastra mempengaruhi pola pikir, tingkat kritis, kemampuan menganalisa serta kepribadian anak. krisis sastra terjadi karena kurangnya minat baca, pembiasaan sedari dini yang tidak diterapkan serta lingkungan yang tidak mendukung. Anak yang sering membaca tentu memiliki kosakata sastra bahkan tingkat kemampuan menganalisa dan kemampuan mengarang yang baik., sehingga antara membaca dan sastra anak memiliki keterkaitan atau saling berhubungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa sejauh mana kebiasaan membaca dapat mengatasi krisis sastra pada anak. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif noneksperimental dengan metode deskriptif. Metode pengumpulan data berupa angket dan observasi. dengan sampel 20 siswa kelas IV SD Kecamatan Muntilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan membaca (reading habit) dapat menjadi solusi untuk krisis sastra anak. Oleh sebab itu, penanaman pentingnya kebiasaan membaca harus terus dilaksanakan sedini mungkin agar mampu membina karakter anak bangsa Indonesia di masa yang akan datang.
Personal Independence in A Grade 2 English Textbook: A Pancasila Profile Analysis Syuhda, Nisa; Izzatin Kamala
Revorma: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 6 No. 1 (2026): REVORMA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran (Edisi Mei 2026)
Publisher : MAN 1 Kota Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62825/revorma.v6i1.176

Abstract

Penelitian ini berangkat dari kebutuhan untuk menilai sejauh mana buku teks Bahasa Inggris sekolah dasar tidak hanya mengajarkan kompetensi bahasa, tetapi juga mendukung pembentukan karakter sesuai Profil Pelajar Pancasila, khususnya dimensi Mandiri. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi bentuk representasi nilai kemandirian pribadi dalam buku “My Next Words – Student’s Book for Grade 2” serta mengevaluasi kesesuaiannya dengan indikator-indikator kemandirian pribadi sesuai profil Pelajar Pancasila. Penelitian menggunakan metode analisis isi terhadap empat unsur utama buku, yaitu teks bacaan, dialog, instruksi tugas, dan ilustrasi. Setiap unsur dianalisis menggunakan kategori indikator kemandirian pribadi berdasarkan dimensi Mandiri dalam Profil Pelajar Pancasila. Hasil analisis menunjukkan bahwa buku ini menampilkan representasi kemandirian melalui aktivitas ekspresi preferensi “I like…, I don’t like…”, penyelesaian tugas individual seperti “Listen and match…!, Listen and colour…!”, inisiatif komunikasi melalui aktivitas “Let’s Play…!”, dan observasi visual mandiri. Buku ini mencerminkan sebagian besar indikator dimensi Mandiri, terutama kesadaran diri, pengambilan keputusan sederhana, dan tanggung jawab terhadap tugas. Buku ini secara umum selaras dengan dimensi Mandiri Profil Pelajar Pancasila dan efektif membangun fondasi kemandirian siswa. Namun, indikator tingkat lanjut seperti refleksi diri belum tampak dominan.