Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH RUMINATION TERHADAP ACADEMIC ACHIEVEMENT PADA MAHASISWA TINGKAT SARJANA Ellen Gauw; Sandy Kartasasmita
Provitae: Jurnal Psikologi Pendidikan Vol 7, No 1 (2016): Provitae
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.306 KB) | DOI: 10.24912/provitae.v7i1.224

Abstract

The aim of this research is to provide more knowledge about rumination in Indonesia especially the effect of rumination to academic achievement on undergraduate students. According to Nolen-Hoeksema (2004) rumination is repeated mindset rooted in negative mood (like sadness) and do not motivate a person to devise a plan to eliminate such thinking. Rumination is also the result of human response to the negative experiences that occurred in the past. Academic achievement by Steinberg (2005) is the performance of a person in the educational field and is measured by using a value (such as ratings or GPA). This study included 518 students aged 18-22 years using a purposive sampling technique. The experiment was conducted in March 2015 to April 2015. Rumination variable is measured by using a questionnaire adapted from Nolen-Hoeksema’s Ruminative Response Scale (RRS) into Bahasa Indonesia. Academic achievement variable is measured by using student’s last cumulative grade point (GPA). Data processing is by using parametric statistics. The result shows that rumination has significant negative effect on academic achievement. From each rumination dimensions regression analysis yields two dimensions that have significant negative effect to undergraduate student’s academic achievement. Those dimensions are brooding and depressive-related.Keywords: rumination and academic achievement
HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN KECEMASAN PADA INDIVIDU DEWASA AWAL Gravelia Dwita Meiliandra; Evyana Prasetya; Gabriela Theofilia Siahaan; Viona Grace; Sandy Kartasasmita
Journal of Social and Economics Research Vol 6 No 1 (2024): JSER, June 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v6i1.544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara intensitas bermain media sosial dan tin kecemasan pada individu dewasa awal. Media sosial dalam penelitian ini merupakan media seperti Instagram, Twitter, Tiktok, Facebook yang telah menjadi bagian dari sebagian masyarakat di seluruh dunia. Menurut Marsidi, kecemasan adalah suatu reaksi alami yang dapat dirasakan oleh setiap individu khususnya pada individu dewasa awal. Partisipan pada penelitian ini terdiri dari 230 individu dewasa awal berusia 18-30 tahun, tanpa membatasi jenis kelamin, tingkat pendidikan, agama, dan status sosial. Desain penelitian yang digunakan adalah non-eksperimental dengan pendekatan kuantitatif. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang diadaptasi dari Beck Anxiety Inventory (BAI) untuk mengukur tingkat kecemasan individu dan Facebook Intensity Inventory untuk mengukur frekuensi penggunaan sosial media, sejauh mana pengguna terhubung dengan platform, dan bagaimana platform dapat berperan dalam kehidupan sosial. Prosedur penelitian melibatkan penyusunan latar belakang penelitian, pembuatan dan penyebaran kuesioner melalui Google Form. Diperoleh hasil adanya hubungan positif yang signifikan antara kecemasan dengan kepercayaan diri pada dewasa awal dengan koefisien korelasi sebesar 0,123 dengan nilai signifikansi Sig. (2-tailed) antara kecemasan dan kepercayaan diri adalah 0,001 < 0,05 artinya semakin tinggi kepercayaan diri, maka semakin tinggi kecemasan.
Hubungan Mindfulness dan Harga Diri pada Mahasiswi Usia Remaja Akhir Clarissa, Veronica; Sandy Kartasasmita
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v7i3.3519.2023

Abstract

Remaja Akhir merupakan tahap dimana seorang individu bersiap untuk memasuki tahap kedewasaan. Remaja akhir merupakan tahap paling penting dari seorang remaja, dimana remaja akhir diharapkan sudah mampu menerima dirinya sendiri. Salah satu komponen penerimaan diri yang utama adalah Harga Diri. Harga Diri adalah evaluasi terhadap perasaan dan penilaian individu tentang dirinya. Namun, tidak jarang seorang remaja tidak mampu menerima dirinya dikarenakan rendahnya harga diri yang ia miliki. Salah satu cara meningkatkan harga diri adalah dengan Mindfulness. Penelitian ini dilakukan untuk menguji apakah ada hubungan antara Mindfulness dengan harga diri pada mahasiswi usia remaja akhir. Penelitian dilakukan pada 205 remaja akhir yang memiliki status sebagai mahasiswi di Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara dengan karakteristik sampel berusia 18-21 tahun dengan berbagai latar belakang agama. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif non eksperimental dengan rancangan korelasional. Hasil analisis data menggunakan uji korelasi Spearman menunjukkan bahwa r (205)= -.325 dan p =.000. Jadi dapat disimpulkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara mindfulness dan harga diri pada mahasiswi usia remaja akhir. Artinya, jika subyek memiliki mindfulness tinggi, maka harga diri subyek tinggi. Sebaliknya, jka subyek memiliki tingkat mindfulness rendah, maka harga dirinya akan rendah. Masa remaja akhir merupakan masa kritis untuk menentukan tujuan hidupnya. Untuk itu, dengan mengarahkan tingkah laku para remaja akhir untuk lebih mencintai dirinya sendiri, remaja dapat lebih bersosialisasi dan beradaptasi dalam kehidupan sehati-hari karena memiliki mindfulness dan harga diri yang baik.
HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN KECEMASAN PADA INDIVIDU DEWASA AWAL Gravelia Dwita Meiliandra; Evyana Prasetya; Gabriela Theofilia Siahaan; Viona Grace; Sandy Kartasasmita
Journal of Social and Economics Research Vol 6 No 1 (2024): JSER, June 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v6i1.544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara intensitas bermain media sosial dan tin kecemasan pada individu dewasa awal. Media sosial dalam penelitian ini merupakan media seperti Instagram, Twitter, Tiktok, Facebook yang telah menjadi bagian dari sebagian masyarakat di seluruh dunia. Menurut Marsidi, kecemasan adalah suatu reaksi alami yang dapat dirasakan oleh setiap individu khususnya pada individu dewasa awal. Partisipan pada penelitian ini terdiri dari 230 individu dewasa awal berusia 18-30 tahun, tanpa membatasi jenis kelamin, tingkat pendidikan, agama, dan status sosial. Desain penelitian yang digunakan adalah non-eksperimental dengan pendekatan kuantitatif. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang diadaptasi dari Beck Anxiety Inventory (BAI) untuk mengukur tingkat kecemasan individu dan Facebook Intensity Inventory untuk mengukur frekuensi penggunaan sosial media, sejauh mana pengguna terhubung dengan platform, dan bagaimana platform dapat berperan dalam kehidupan sosial. Prosedur penelitian melibatkan penyusunan latar belakang penelitian, pembuatan dan penyebaran kuesioner melalui Google Form. Diperoleh hasil adanya hubungan positif yang signifikan antara kecemasan dengan kepercayaan diri pada dewasa awal dengan koefisien korelasi sebesar 0,123 dengan nilai signifikansi Sig. (2-tailed) antara kecemasan dan kepercayaan diri adalah 0,001 < 0,05 artinya semakin tinggi kepercayaan diri, maka semakin tinggi kecemasan.