Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara intensitas bermain media sosial dan tin kecemasan pada individu dewasa awal. Media sosial dalam penelitian ini merupakan media seperti Instagram, Twitter, Tiktok, Facebook yang telah menjadi bagian dari sebagian masyarakat di seluruh dunia. Menurut Marsidi, kecemasan adalah suatu reaksi alami yang dapat dirasakan oleh setiap individu khususnya pada individu dewasa awal. Partisipan pada penelitian ini terdiri dari 230 individu dewasa awal berusia 18-30 tahun, tanpa membatasi jenis kelamin, tingkat pendidikan, agama, dan status sosial. Desain penelitian yang digunakan adalah non-eksperimental dengan pendekatan kuantitatif. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang diadaptasi dari Beck Anxiety Inventory (BAI) untuk mengukur tingkat kecemasan individu dan Facebook Intensity Inventory untuk mengukur frekuensi penggunaan sosial media, sejauh mana pengguna terhubung dengan platform, dan bagaimana platform dapat berperan dalam kehidupan sosial. Prosedur penelitian melibatkan penyusunan latar belakang penelitian, pembuatan dan penyebaran kuesioner melalui Google Form. Diperoleh hasil adanya hubungan positif yang signifikan antara kecemasan dengan kepercayaan diri pada dewasa awal dengan koefisien korelasi sebesar 0,123 dengan nilai signifikansi Sig. (2-tailed) antara kecemasan dan kepercayaan diri adalah 0,001 < 0,05 artinya semakin tinggi kepercayaan diri, maka semakin tinggi kecemasan.