Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DALAM MENDUKUNG VISI DAN MISI PENDIDIKAN DI SEKOLAH DASAR PLUS AL-ISHLAH BONDOWOSO Bagus Ahmad
Tsaqofah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 2 (2020): Tsaqofah: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : STIT AL-ISHLAH BONDOWOSO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Visi, misi, tujuan dan jaminan kualitas sekolah sebagai bagian dari input sekolah dalam sistem penyelenggaraan sekolah. Visi, misi, tujuan dan jaminan kualitas tersebut diwujudkan nyata dengan mengaktualisasikan program-program sekolah dalam bentuk kegiatan-kegiatan sekolah. Proses penyelenggaraan kegiatan sekolah dibagi menjadi tiga yaitu: (a) kegiatan intrakurikuler, (b) kegiatan kokurikuler, dan (c) kegiatan ekstrakurikuler. Untuk mendukung terlaksananya kegiatan intrakurikuler, kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler, sekolah memiliki kebijakan program pendidikan. Kebijakan-kebijakan ini kemudian diimplementasikan agar mampu menjadikan output sekolah sesuai dengan visi, misi, tujuan dan jaminan kualitas sekolah.Selain berkaitan dengan konsep pendidikan, kerangka penelitian ini juga akan mengacu pada konsep-konsep studi analisis kebijakan. Studi analisis kebijakan adalah studi yang mengarahkan kajiannya pada beberapa aspek kebijakan, di antaranya adalah proses pembuatan kebijakan, implementasi kebijakan, dan evaluasi kebijakan. Seluruh pendekatan analisis implementasi kebijakan tersebut diarahkan pada analisis ketercapaian visi misi pendidikan di lembaga pendidikan yang dijadikan subjek penelitian.
ANALISIS PEKERJAAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DALAM MEWUJUDKAN SEKOLAH UNGGUL Bagus Ahmad
Tsaqofah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 2 (2020): Tsaqofah: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : STIT AL-ISHLAH BONDOWOSO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tantangan yang dihadapi dunia pendidikan saat ini menuntut dunia pendidikan Islam untuk melakukan pembenahan di berbagai bidang, salah satunya di bidang manajemen sumber daya manusia. Sehingga Sekolah Dasar Plus Al-Ishlah dalam merekrut sumber daya manusia, tidak cukup hanya menonjolkan satu segi saja, namun harus memperhatikan standar pendidik yang telah ditetapkan undang-undang. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen pasal 8 disebutkan bahwa setiap guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Sehingga perencanaan sumber daya manusia hendaknya disandarkan pada peraturan negara tentang hal tersebut.Hal ini semakin diperjelas dengan banyaknya tokoh pendidikan Islam yang menganggap bahwa manajemen sumber daya manusia di lembaga pendidikan Islam secara umum belum dapat dikatakan profesional. Menurut Abuddin Nata hal ini diakibatkan oleh sumber daya pendididik yang rata-rata dibawah kategori unggul, serta lebih didasarkan pada motivasi keagamaan dan bukan kompetensi profesionalitas. Mereka direkrut karena alasan kebutuhan atau alasan-alasan lain yang sifatnya jauh dari pertimbangan akademik dan kompetensi profesionalitas. Untuk itu lembaga pendidikan Islam harus memiliki spesifikasi pekerjaan (job specification) guru yang memenuhi standar pendidikan tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
PERAN PEMIMPIN DALAM PENGGERAKAN STAF UNTUK MEREALISASIKAN TUJUAN LEMBAGA PENDIDIKAN Bagus Ahmad
Tsaqofah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2018): Tsaqofah: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : STIT AL-ISHLAH BONDOWOSO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58883/tsaqofah.v2i2.36

Abstract

Masalah penggerakan berkaitan erat dengan manusia dan merupakan suatu masalah yang paling kompleks serta paling sulit dilakukan dari semua fungsi manajemen, karena bagaimanapun modernnya peralatan, tanpa dukungan manusia sebagai pelaku maka belum berarti apa-apa. Menggerakan manusia merupakan hal yang sulit, karena manusia pekerja adalah makhluk hidup yang mempunyai harga diri, perasaan dan tujuan yang berbeda-beda. Fungsi penggerakan ini dapat diibaratkan sebagai kunci mobil, mobil hanya akan bergerak jika kunci stater telah berfungsi. Adapun peran pemimpin sebagai pemegang kunci amatlah penting untuk diperhatikan dan memperhatikan. Terlebih jika pemimpin ini memimpin lembaga pendidikan yang memiliki kekhasan bahwa pemimpin adalah manusia, yang dipimpin adalah manusia, dan memiliki tujuan untuk mencetak manusia. Untuk itu jurnal singkat ini ingin memaparkan urgensi dan analisa singkat tentang hal tersebut.