Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ISLAMISASI ILMU PENGETAHUAN Studi Kritis Pemikiran Syed Muhammad Naquib Al-Attas rofiq kurniawan
Tsaqofah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2018): Tsaqofah: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : STIT AL-ISHLAH BONDOWOSO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58883/tsaqofah.v2i2.40

Abstract

Naquib Al-Attas is one of the thinkers of Islamic education who can also master other fields of science, he is the figure who formulated the idea of ​​Islamization of science in the form of an educational curriculum. The ideas of Islamization of science that he offers, emphasizes its own approach and methodology while still being based on the normative legitimacy of the Qur'an and Hadith. In addition, he also proposed that the most appropriate term of Islamic education is ta'dib and not the term tarbiyah or ta'lim as agreed by the majority of Muslim scholars in the world, this opinion cannot be taken lightly even though it should not be accepted without reservation. The idea of ​​Naquib Al-Attas, as mentioned, has shown the reformulation of the face of Islamic education as an integrated and intact education system. This can be seen from the educational goal of realizing the individual Insan Kamil. Based on the description that the author has described above, it can be concluded: first; According to Al-Attas, the term discipline is more appropriate for the term Islamic education, not education and education. Second; The concept of sneezing renewal for Islamic education lies in the system and its goals. Third. Al-Attas is classified in the map of Islamic education reform as a reform aimed at pure Islam with reference to the Qur'an and hadith. Keywords: Islamization of science, tarbiyah, ta'lim, ta'dib
DERADIKALISASI PAHAM KEAGAMAAN Studi Kasus Paham Keagamaan Radikal di SMAN 2 Jember rofiq kurniawan
Tsaqofah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 2 (2020): Tsaqofah: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : STIT AL-ISHLAH BONDOWOSO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesimpulan dari hasil penelitian, yaitu, Perkembangan paham keagamaan radikal di SMA Negeri 2 Jember, yaitu: Pertama; Hizbut Tahrir Indonesia. Nama-nama siswa yang terdeteksi bergabung dengan ormas HTI, yaitu; Ika Misfah, Uswatun Hasanah, Devi, Lulut, Teguh, Nur Khalimah, Sahna Salfini Husayiroh, dan Mimma. Kedua; Salafi-Wahabi. Nama-nama siswa yang telah terdeteksi bergabung dengan Salafi-Wahabi, yaitu; Bramasta Singgih, Bintang, Rendy, dan Vega Kurnia Garindra. Pola penyebaran paham keagamaan radikal di SMA Negeri 2 Jember, yaitu: Pertama; melalui pengkaderan organisasi. Kedua; melalui masjid yang berhasil dikuasai, diantaranya; Masjid Baiturrohim, Masjid ar-Rahmah, dan juga Masjid al-Muttaqin. Ketiga; melalui penyebaran buletin al-Islam. Keempat; melalui penyebaran buku-buku di perpustakaan agama. Kelima; melalui SMPIT al-Ghazali dan STDI Imam Syafi’i. Keenam; melalui media sosial. Ketujuh; melalui asrama gratis yang ada di jalan Halmahera. Kedelapan; melalui doktrin orang tua. Upaya guru PAI menangkal paham keagamaan radikal di SMA Negeri 2 Jember, yaitu: Pertama; memberikan penjelasan terkait dengan reinterpretasi prinsip Islam rahmatan lil alamin. Kedua; mengedepankan dialog dalam pembelajaran agama Islam berparadigma dialogis-persuasif. Ketiga; revitalisasi dan monitoring Rohis Remas Babussalam. Keempat; penerapan pembelajaran PAI berbasis multikultural. Kelima; deteksi dini paham keagamaan radikal para siswa. Keenam;bekerjasama dengan pihak internal sekolah
METODE IBRAH DAN MAW’IZAH : Menilik Aktualisasi Pembelajaran PAI di Sekolah rofiq kurniawan
Tsaqofah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2019): Tsaqofah: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : STIT AL-ISHLAH BONDOWOSO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode ibrah-maw’izah sering kali disebut dengan istilah metode nasehat yakni suatu metode pendidikan dan juga pengajaran dengan cara pendidik memberikan motivasi. Metode ibrah-maw’izah sangat efektif dalam proses pembentukan aqidah dan akhlaq, serta memotivasinya untuk bersikap luhur, dan membekali dengan prinsip dan nilai-nilai Islam. Menurut al-Qur’an, metode nasehat diberikan kepada mereka yang telah melanggar ketentuan dan peraturan dalam arti ketika suatu kebenaran telah sampai kepadanya, mereka seolah-olah tidak mau tau akan kebenaran tersebut terlebih lagi melaksanakannya. Metode ibrah-maw’izah merupakan suatu metode penyampaian pada materi pembelajaran PAI melalui sebuah proses tutur kata yang berisi tentang nasehat dan peringatan baik buruknya suatu perkara. Selanjutnya, kesimpulan dari penelitian ini terkait metode ibrah-maw’izah adalah: Pertama; diantara pendekatan yang ditempuh oleh guru, yaitu dengan memakai pendekatan rasional, pendekatan langsung, dan pendekatan tidak langsung. Kedua; metode ibrah-maw’izah diterapkan dengan metode pembelajaran berupa nasehat yang baik, bi al-mauizhah al-hasanah, bahasa dan makna simbol, alamat, tanda, janji, penuntun, petunjuk, serta dalil-dalil yang memuaskan melalui ucapan lembut penuh kasih sayang, kelembutan hati yang mampu menyentuh jiwa peserta didik. Ketiga; menumbuhkan ketaatan pada perintah Allah melalui pengamalan ibadah kepada anak didik di lingkungan keluarga dan juga pemberian nasehat bagi mereka yang tidak memiliki kepribadian baik.