Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Kombud

Implementasi Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi No 3 Tahun 2015 (Di Desa Rato Kecamatan Lambu Kabupaten Bima) Soraya Soraya; Nike Ardiansyah
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 6, No 2 (2019): Komunikasi Kearifan Lokal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) sistem pelaksanaan rekrutmen tenaga pendamping Desa (2) Pelaksanaan Peran tenaga pendamping Desa (3) Dan mengetahui Hambatan dan upaya tenaga pendamping Desa Untuk mencapai tujuan tersebut peneliti menggunakan jenis pendekatan deskriptif Kualititaf dengan jumlah Informan sebanyak 3 orang yakni, pendamping Desa, Kepala Desa dan Tokoh Masyarakat. Instrumen yang di gunakan dalam pengumpulan data penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data diperoleh melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan dan kesimpulan dan verifikasi. Teknik pengabsahan data dengan menggunkan teknik tringulasi. Hasil penelitian menunjukan  bahwa : (1) Pelaksanaan rekrutmen tenaga pendamping Desa masih belum sesuai dengan Peraturan menteri  Desa No 3 tahun 2015 karena masih rendahnya Pengetahuan dan kapasitas tenaga Pendamping Desa dalam melaksanakan pendampingan Desa. (2) Pelaksanaan Peran tenaga pendamping Desa berdasarkan peraturan menteri  Desa No 3 tahun 2015 belum signifikan di lapangan karena masih banyaknya program Desa belum di dampingi secara maksimal dan di tuntaskan oleh tenaga pendamping Desa. ( 3). Hambatan dan upaya pendamping Desa Berdasarkan Peraturan menteri Desa No 3 tahun 2015 yakni Kurangnya Pengetahuan dan keterampilan tenaga  pendamping desa, Kurangnya komunikasi dan koordinasi dengan aparatur Desa.
KOMUNIKASI SOSIAL PEGAWAI (STUDI PADA SUB BAGIAN RUMAH TANGGA SEKRETARIAT DAERAH KOTA BIMA) Nike Ardiansyah; Megasuciati Wardani
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 6, No 1 (2019): KOMUNIKASI DAN KEBUDAYAAN
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.456 KB)

Abstract

Komunikasi sosial mengisyaratkan bahwa komunikasi penting untuk membangun konsep diri, untuk kelangsungan hidup, aktualisasi diri, untuk memperoleh kebahagiaan, terhindar dari tekanan dan ketergantungan, antara lain lewat komunikasi yang menghibur, dan memupuk hubungan dengan orang lain.Komunikasi sosial secara umum adalah adanya proses interaksi antara dua atau lebih subjek. Sedangkan pengertian komunikasi sosial secara sempit adalah proses penyampaian pesan oleh dua orang atau lebih baik secara langsung maupun tidak langsung. Penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian yaitu deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Populasi dalam ini adalah semua pegawai pada Sub Bagian Rumah Tangga Sekretariat Daerah Kota Bima.  Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: pertama, berdasarkan keempat kemampuan komunikasi sosial antar pegawai, baik ketrampilan mendengarkan, ketrampilan memberi dan menerima umpan balik, ketrampilan menunjukkan ketegasan, maupun ketrampilan menangani konflik, maka hasilnya sudah sangat baik dan komunikasi sangat harmonis dan manusiawi; dan kedua, berdasarkan kesebelas indikator dari komponen komunikasi sosial yang efektif, baik adanya penerimaan yang cermat dari isi pesan yang dimaksud (pengertian), terjalinnya rasa saling akrab, hangat dan menyenangkan (kesenangan), mempengaruhi sikap, hubungan sosial yang baik, timbulnya tindakan nyata sebagai indikator tingkat persuasi dari komunikasi yang terjadi, sikap menghargai dan menghormati pasangan kita saat berkomunikasi (respek), kemampuan untuk memahami dan menempatkan diri kita di tengah orang-orang yang kita ajak berkomunikasi (empati), pesan yang disampaikan oleh komunikator harus dapat didengar dengan jelas dan dimengerti dengan baik oleh audiennya, perhatian, sikap rendah hati, maupun prinsip-prinsip persaudaraan sejati, maka hasilnya sudah sangat baik dan komunikasinya sangat lancar, harmonis, dan manusiawi.