Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The Tradition of Congregational Prayer for Forty Consecutive Days; Study of Living Hadith in Kalibening Village Community: Tradisi Shalat Berjamaah Empat Puluh Hari Berturut-Turut; Studi Living Hadis pada Masyarakat Desa Kalibening Khafidhotul Baroroh; Elvi Tri Astuti Rohmah; Fina Aulika Lestari
Journal of Contemporary Islamic Education Vol. 1 No. 2 (2021): Journal of Contemporary Islamic Education
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/cie.v1i2.1603

Abstract

Allah and His Messenger encourage their people to pray in congregation. In the Kalibening community there is a tradition of praying in congregation for forty consecutive days (Arba'in), which drives Abda 'Abdul Malik as a religious leader in the village of Kalibening. This study aims to determine the theological basis of the hadith related to this tradition, how the community's understanding of the hadith, and how the receptions of the people of kalibening to the Arba'in prayer tradition. This study used a qualitative method, the data were obtained from the results of observations, interviews, questionnaires and documentation, the type of research was living hadith. The results showed that the Arba'in prayer in the Kalibening community departed from the Prophet's command. (Tirmidhi narrative hadith). The Kalibening community understands this hadith textually. Where they perform Arba'in prayers on the grounds that two virtues are promised (freedom from hellfire and hypocrisy). The benefits of performing Arba'in prayers are often encountered by congregations. By performing the Arba'in prayer, the level of religiosity of the Kalibening community has increased, they have become accustomed to praying in congregation, and are more disciplined in time.
Penyuluhan Bahaya Pergaulan Bebas Bagi Kesehatan dan Perspektif Pendidikan Islam pada Remaja di Dusun 1 Tambahrejo Fina Aulika Lestari
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu ( ABDI KE UNGU)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/abdi.v5i2.1320

Abstract

Perkembangan zaman saat ini berpengaruh pada Pendidikan yang memiliki peranan dalam mewujudkan masyarakat indonesia baru terutama pada remaja. Pada masa remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa, sesuai dengan WHO mengatakan bahwa rentan usia remaja adalah 10-19 tahun. Pada usia ini remaja memiliki banyak aktivitas keseharian yang memperlukan nutrisi dan gizi seimbang untuk menjaga Kesehatan baik fisik maupun mental. Berdasarkan hasil pra penyuluhan didesa tambahrejo masih banyak remaja yang memiliki tingkat pengetahuan yang redah tentang pola makan gizi seimbang dan belum terlaksana sepenuhnya perilaku pola hidup sehat. Tujuan dari sosialisasi ini untuk memberikan pengetahuan masyarakat tentang gizi semimbang untuk hidup yang lebih sehat. Metode yang digunakan dengan peer education (metode edukasi), bahan yang digunakan menggunakan leaflet. Hasil dari sosialisasi didapatkan adalah peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai gizi seimbang diketahui terjadi peningkatan pengetahuan secara bertahap dari anak- anak mengenai kesadaran akan pentingnya menerapkan pola hidup sehat dengan gizi seimbang. Peningkatan pengetahuan mengenai gizi seimbang dapat diketahui dari hasil review dan tanya jawab kepada remaja.
The Effect Of Pandemic On Human Character As An-Nass In Students Of Pai Uin Sunan Kalijaga Yogyakarta Arif Wijaya; Fina Aulika Lestari; Ichsan Djalal; Nur Saidah
Linguanusa : Social Humanities, Education and Linguistic Vol. 1 No. 1 (2023): Linguanusa : April 2023
Publisher : Insight School Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63605/ln.v1i1.3

Abstract

Introduction to The Problem: The COVID-19 pandemic has had a major impact on society. not only physical changes, but psychological changes in the form of character become a serious problem. Purpose: The presence of this research is to find out the response to the pandemic disaster, whether it will then make humans, especially students, strengthen mutual cooperation, help others as a social human being in the Al-Quran called An-Nass. Through communities, student organizations, or community groups in participating in social humanity during a pandemic disaster. Design/methods/approach: This research is a quantitative research, where the data collected is the result of data obtained through a questionnaire (questionnaire). Sampling used a cluster sampling technique with 70 PAI student respondents, while the research location was at UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Data collection techniques in this study used a questionnaire through the Google form. Data analysis techniques used simple linear regression analysis with the help of SPPS version 25 software. Findings: The results showed that in the presence of a pandemic disaster, the average student with social human character (An-Nass) showed a significant negative effect of 16.6%, while 84.4% of PAI students improved their social character by helping each other, one each other not only during the pandemic. Research implications/limitations: The results of this research can be a simple guide for future researchers regarding human character, especially related to the impact of the Covid pandemic. Originality/value: This study found important findings that human character when facing problems together, the attitude of helping each other and helping each other is a character that appears a lot.
PERSPEKTIF GURU DALAM PENDIDIKAN ISLAM -, Amir Syaifurrohman; Fina Aulika Lestari
Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi (J-Diteksi) Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi (J-Diteksi)
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/diteksi.v3i1.1529

Abstract

Guru merupakan faktor terpenting dalam keberhasilan suatu pendidikan. Dimana guru mempunyai tugas utama untuk mendidik, membimbing, mengajar, mengarahkan, menilai, dan melatih peserta didik. Guru merupakan sosok yang bisa membentuk karakter peserta didik. Sehingga guru dituntut untuk memiliki perencanaan pembelajaran yang matang dalam proses pendidikan agar mampu menghasilkan output yang berkualitas. Besarnya peran guru dalam proses pendidikan untuk mecetak generasi yang cerdas dan bertanggung jawab menjadikan kedudukan guru sangat mulia. Islam sangat mengapresiasi peran guru dan mendudukkannya pada kedudukan yang sangat tinggi, sebagai pewaris para nabi dan orang yang paling dimuliakan Allah SWT. Peran guru dalam pendidikan Islam sebagai sarana kebaikan-kebaikan, keselamatan, dan kebahagian dunia dan akhirat menjadikan kedudukan guru sangatlah istimewa. Peran guru tidak ubahnya sebagai penerus risalah yang di bawa oleh nabi Muhammad SAW, yang diutus Allah untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam. Besar dan beratnya tanggung jawab guru dalam perspektif Islam yang mengemban amanah sebagai pendidik mengharuskan guru untuk benar-benar mempunyai kompetensi yang profesional. Dimana kompetensi sebagai guru yang profesional setidaknya memiliki kompetensi, pedagogig, kepribadian, sosial, dan spiritual. Dengan bekal kompetensi tersebut diharapkan guru mampu untuk mecetak peserta didik menjadi manusia yang seutuhnya
Implementasi Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter Peserta Didik di Era Teknologi AI (Artificial Intelligence): Penelitian Nisa Nurrohmah; Amir Syaifurrahman; Fina Aulika Lestari
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.1661

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat memberikan berbagai inovasi digital yang mudah diakses oleh masyarakat. Salah satu contoh inovasi digital adalah AI (kecerdasan buatan). Kecepatan perkembangan teknologi informasi menimbulkan kekhawatiran terkait karakter siswa, terutama berkaitan dengan berkurangnya interaksi secara langsung dan penghayatan terhadap nilai-nilai agama jika terlalu bergantung pada teknologi. Pembelajaran PAI tidak hanya sebatas penguasaan pengetahuan, tetapi juga mengenai pembentukan karakter dan internalisasi nilai-nilai Islam. Penelitian ini mengeksplorasi penerapan pendidikan agama Islam dalam membentuk karakter siswa di zaman teknologi AI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka. Pendidikan agama Islam tidak hanya menyampaikan ajaran agama, tetapi juga membimbing siswa untuk berfikir kritis, memiliki rasa empati dan kesadaran moral, serta bertindak sesuai dengan nilai-nilai Islam baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam dunia digital. Strategi yang digunakan dalam implementasi Pendidikan agama Islam era AI meliputi; 1. penggunaan media pembelajaran digital dalam pendidikan agama Islam 2. pengintegrasian nilai-nilai Islam dalam konteks digital. 3. memberikan contoh dan membangun kebiasaan baik. 4. kerja sama antara orang tua dan sekolah.