Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Designing appropriate English learning materials for Nautical Department at Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang F Fatimah; Irma Shinta Dewi; Sri Purwantini
Leksika: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajarannya Vol 14, No 2 (2020): August 2020
Publisher : University of Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/lks.v14i2.7590

Abstract

This research  is aimed to find out the target and learning needs of Nautical students at PIP Semarang and designing the appropriate material for Nautical students at PIP Semarang. This is a Research and Development project. The steps of doing this research are (1) need analysis (2) make syllabus (3) designing materials (4) expert consultation (5) try out material (6) evaluation. The subject of this research is the third-semester students of Nautical department at PIP Semarang. The instruments used are questionnaires for need analysis, interview guide and observation sheets. The data were analyzed by using descriptive quantitative and qualitative. The results of the research recommend three  units namely (1) Initial Call (2) Message Marker and (3) On Board Communication Phrases which are developed with communicative approach. The research gives contribution to the teaching and learning English at Nautical Department of Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang.
OPTIMIZATION ACTIVITIES IN A CONTAINER TERMINAL TO REDUCE IDLE TIME IN LOADING-UNLOADING OPERATION vega F Andromeda; Sri Purwantini
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM Vol 21, No 2 (2021): Maret
Publisher : UNIMAR AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.739 KB) | DOI: 10.33556/jstm.v21i2.274

Abstract

Sejalan dengan pelaksanaan pembangunan di Indonesia yang sasaran utamanya adalah di bidang  pembangunan ekonomi, kegiatan perdagangan merupakan salah satu sektor pembangunan ekonomi yang senantiasa mengembangkan perannya. Oleh karena itu, diperlukan sarana transportasi yang memadai, baik darat, laut, maupun udara. Dinamika pembangunan terlihat jelas baik dari segi jumlah gedung bertingkat, kendaraan, sarana kegiatan, kawasan pemukiman, dan infrastruktur lainnya. Kondisi ini memerlukan antisipasi yang cermat, cepat, dan tepat dari Pemerintah Daerah serta berbagai kebijakan dalam rencana kelayakan tata ruang yang memandang kemampuan penunjang transportasi sebagai salah satu penunjang utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis terkait penanganan idle time di PT Samudera Indonesia Jakarta dengan mengoptimalkan kegiatan bongkar muat di kapal peti kemas. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan sampel yang diambil dari PT Samudera Indonesia Jakarta diperoleh hasil sebagai berikut: Permasalahan pada sistem Penumpukan muatan adalah: Sulitnya mengarahkan lokasi penurunan peti kemas dari kapal, Lambatnya proses penjatuhan peti kemas dari kapal, Terbatasnya jumlah crane, Terjadinya antrian pengangkutan, Keterbatasan kemampuan mengangkut peti kemas untuk setiap pengangkutan, Wajib truk dalam jumlah banyak, Terjadi bentrok antar truk yang melakukan proses bongkar muat peti kemas, sulitnya mengarahkan lokasi kontainer jika harus ditumpuk dengan kontainer lain maka ide pengembangannya adalah membuat sistem penanganan kargo dengan menggunakan kereta api semi otomatis tanpa kepala, yang memanfaatkan tenaga air laut dan sistem konveyor.Kata Kunci: Idle Time, Optimalisasi, Pemuatan, Container, Samudra Indonesia
Analisis Regulasi Kelaiklautan Dan Keselamatan Terhadap Pemasangan Alat Pendingin Frezeer Pada Kapal Ikan Sri Purwantini; Indah Saraswati
Nama Jurnal Akmi Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Sitektransmar November 2022
Publisher : LPPM AKMI SUAKA BAHARI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51578/j.sitektransmar.v4i2.53

Abstract

Vessels with a Gros Tonage of 88 and above equipped with ringsein fishing gear have an average permit for fishing areas that are far away, namely in the Makassar Sea, Natuna Sea, Java Sea and Eastern Indonesia Region, so with permits to catch far on the high seas these vessels requires a cooler that can last a long time to store the catch, and also to maintain the freshness of the fish and its quality. However, the installation of this cooling device has not been matched by the competence of the workers installing the freezer. Most of the freezer installation workers on fishing boats do not have a certificate in installing freezer cooling equipment. This study aims to identify and analyze regulations or legal rules regarding the supervision of the installation of Freezer coolers and regulations governing the competence of workers installing freezers and the authorities supervising their work. This study uses a qualitative method. Data collection methods through interviews, observation and documentation. Data were analyzed by analytical description method. The research results show that government regulations or policies governing the installation of freezer coolers on fishing vessels have not been regulated by the government, which has direct or indirect licensing and supervision implications.Kapal dengan Gros Tonage 88 ke atas yang dilengkapi dengan alat tangkap pursein rata-rata memiliki ijin wilayah tangkap yang jauh yaitu di laut Makasar, Laut Natuna, Laut Jawa dan Wilayah Indonesia Timur, sehingga dengan ijin tangkap yang jauh di laut lepas kapal-kapal ini membutuhkan alat pendingin yang bisa bertahan lama untuk menyimpan hasil tangkapanya, dan juga untuk menjaga kesegaran ikan dan kualitasnya. Akan tetapi pemasangan alat pendingin ini masih belum di imbangi dengan kompetensi pekerja pemasang frezeer. Sebagian besar pekerja pemasang freezer pada kapal ikan belum mempunyai sertifikat dalam pemasangan alat pendingin freezer. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis regulasi atau aturan hukum, mengenai pengawasan pemasangan alat pendingin Freezer dan Regulasi yang mengatur tentang kompetensi pekerja pemasangan freezer serta otoritas yang mengawasi pekerjaannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis dengan metode deskripsi analitis. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi atau kebijakan pemerintah yang mengatur dalam pemasangan alat pendingin freezer di kapal ikan belum diatur oleh Pemerintah yang berimplikasi perizinan dan pengawasan secara langsung maupun tidak langsung juga belum diatur.