Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Rancang Bangun Pendeteksi Formalin dan Boraks pada Makanan berbasis Internet of Things (IoT) RIDWANG RIDWANG; Abd gafur; Andi Muhammad Nurul Ilham; Adriani
AGENTS: Journal of Artificial Intelligence and Data Science Vol 3 No 2 (2023): Maret - Agustus
Publisher : Prodi Teknik Informatika Universitas Islam Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jagti.v3i2.69

Abstract

Consumption of unsafe food can lead to foodborne illness, a significant threat to our health. The use of formalin and borax in food can cause degenerative diseases and other health problems. To address this issue, a new study has focused on developing an IoT-based food detection tool for formaldehyde and borax. With IoT integration, this device can provide real-time and portable information via LCD screens and Android smartphones. The advantage of this tool is that it can quickly and accurately detect formaldehyde and borax in food, helping to prevent the consumption of unsafe food. Through formalin testing on meatballs and food samples containing borax, using instant noodle and egg samples and the results obtained from the addition of 1-5 drops of borax, all of which were detected as dangerous. The application of this detection tool is expected to increase the awareness of food producers and the public about the importance of food safety. It can also help control food stocks in markets, thereby reducing the risk of formaldehyde and borax induced in food products. Overall, this IoT-based food detection tool is an essential tool for ensuring the safety and quality of our food supply
Analisis Kecepatan Transmisi Data terhadap Redaman pada Teknologi Gpon Adtran dan Raisecom PT Aplikanusa Lintasarta Rudyanto; Muhammad Fahri Ramadhan; Ridwang a; Rossy Timur Wahyuningsih
SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 1 (2023): Sibernetik: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universita San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/sjpp.v1i1.178

Abstract

Seiring perkembangan teknologi informasi khususnya di bidang jaringan internet, suara, dan tv. GPON (Gigabyte passive Optical Network) Jaringan akses kabel serat optik merupakan jaringan akses dengan spesifikasi yang sangat baik. Jaringan ini menggantikan jaringan kabel tembaga yang dirasa belum mampu mendukung layanan broadband secara maksimal. Jaringan serat optik ini nantinya akan menghubungkan ODC menuju ODP, sehingga jaringan yang dirancang akan dapat mendukung layanan triple play (voice, data, video) dengan kualitas layanan spesifikasi jaringan yang sangat baik. Dalam tugas akhir kali ini dilakukan analisis jaringan yang digunakan pada penelitian ini adalah Kecepatan Transmisi Data terhadap redaman pada teknologi GPON, Adtran dan Raisecom status, cmd, speed test dan Perbandingan performance jaringan Adtran dan Raisecom. Daya yang digunakan ialah menjadi -25 dbm, -26 dbm, -27 dbm, -28 dbm, -29 dbm, -30 dbm, secara bertahap untuk mendapatkan power daya penulis harus mengatur kerapatan konektor kabel optik untuk mendapatkan power daya yang diinginkan. Dari perbandingan akses internet antara Adtran dan Raisecom yang memiliki kestabilan jaringan dan kecepatan akses lebih baik ialah Adtran dimana Adtran dengan daya terima -25 dbm,-26 dbm, -27 dbm, -28 dbm, -29 dbm, -30 dbm, mempunyai rata-rata kecepatan download 19,9 Mbps dan upload 19.7 Mbps, lebih baik dari Raisecom dengan daya terima -25 dbm, -26 dbm, -27 dbm, -28 dbm, -29 dbm, -30 dbm, mempunyai rata-rata kecepatan download 19,5 dan upload 19.2 Mbps.