Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisa Regresi Tarikan Perjalanan Menuju Pusat Perjalanan Terpilih di Kabupaten Indramayu Ence Iqbal Reusep; Heru Purwanto; Hamdani Abdulgani
Jurnal Rekayasa Infrastruktur Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Rekayasa Infrastruktur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jri.v5i2.187

Abstract

Keberadaan pusat perbelanjaan sebagai salah satu fasilitas komersial selain pasar tradisional dapat menimbulkan implikasi yang beragam, yang akan menghasilkan tarikan perjalanan dengan berdampak pada peningkatan volume lalu lintas. Oleh karena itu dilakukan penelitian seberapa besar tarikan perjalanan terhadap pusat perbelanjaan, dengan tujuan untuk mengetahui krakteristik pengunjung dan jenis moda yang digunakan serta mencari persamaan regresi tarikan. Berdasarkan analisis Hasil tarikan perjalanan perhari dan pada jam puncak memiliki hubungan atau nilai korelasi yang positif terhadap variabel-variabel bebas, dan untuk koefesien regresi tidak ada yang signifikan karena semua nilai t hitung lebih kecil dari nilai t tabel pada derajat bebas v = 2 dengan taraf signifikansi 5% (α = 0.05). Model tarikan perjalanan perhari dengan menggunakan regresi liner sederhana, masing-masing: y₁ = 4203.283- 0.365.X₁ (R² = 0.547), y₁ = 1451.915+0.181.X₂ (R² = 0.138), y₁ = 2925.043-0.229.X₃ (R² = 0.078), y₁ = 1781.814+3.501.X₄ (R² = 0.357), y₁ = -8898.00+443.00.X₅ (R² = 0.642), y₁ = 0.869.X₆ (R² = 0.937). Model tarikan perjalanan pada jam puncak dengan menggunakan regresi liner sederhana, masing-masing: y₂ = 736.857-0.089.X₁ (R² = 0.747), y₂ = -28.673+0.061.X₂ (R² =0.355), y₂ = 363.485-0.022.X₃ (R² = 0.016), y₂ = 130.451+0.933.X₄ (R² = 0.583), y₂ = -2440.364 +107.364.X₅ (R² = 0.868), y₂ = 0.111.X₆. (0.875)
Pengaruh Penambahan Abu Hasil Sisa Pembakaran Batu Bata Terhadap Nilai Sweeling Potensial Dan CBR Pada Tanah Ekspansif Khamdam Khamdam; Hamdani Abdulgani; Sudirja Sudirja
Jurnal Rekayasa Infrastruktur Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Rekayasa Infrastruktur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jri.v5i2.188

Abstract

Kondisi tanah di lapangan terkadang tidak selalu sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu usaha untuk memperkuat tanah dasar yaitu dengan cara stabilisasi tanah, Stabilisasi tanah bertujuan untuk meningkatkan daya dukung tanah, Dalam penelitian ini digunakan abu hasil sisa pembakaran batu bata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan abu hasil sisa pembakaran batu bata terhadap swelling potential tanah ekspansif. Hasil penelitian menunjukkan nilai swelling potential semakin menurun seiring penambahan variasi abu hasil sisa pembakaran batu bata, akan tetapi tidak mampu merubah klasifikasi derajat pengembangan. Nilai swelling potential tanah asli sebesar 49,49%. Pada variasi tanah + 3% AHSPBB nilai swelling potential menjadi 44,73%. Pada variasi tanah + 6% AHSPBB nilai swelling potential tanah sebesar 37,69%. Pada variasi tanah + 9% AHSPBB nilai swelling potential sebesar 35,68%. Pada variasi tanah + 12% AHSPBB nilai swelling potential sebesar 33,01%. Hasil penelitian menunjukkan nilai CBR rata-rata meningkat seiring penambahan variasi abu hasil sisa pembakaran batu bata. Pada tanah asli nilai CBR rata-rata sebesar 4,15%. Pada variasi tanah + 3% AHSPBB nilai CBR rata-rata sebesar 4,84%. Pada variasi tanah + 6% AHSPBB nilai CBR rata-rata sebesar 4,91%. Pada variasi tanah + 9% AHSPBB nilai CBR rata-rata sebesar 5,06%. Pada variasi tanah + 12% AHSPBB, nilai CBR rata-rata sebesar 5,25%
Permodelan Kinerja Simpang Tidak Bersinyal Menggunakan Perangkat Lunak VISSIM Sarwanta Sarwanta; Hamdani Abdulgani
Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1218.92 KB) | DOI: 10.56444/jts.v15i2.202

Abstract

Persimpangan jalan sebidang  merupakan tempat pertemuan  arus kendaraan dari berbagai arah,  baik yang menuju  dan yang meninggalkan persimpangan. Hal ini mengakibatkan terjadinya konflik antar kendaraan yang pada saat bersamaan berada pada titik yang sama. Pada umumnya pengendara akan mengurangi kecepatan, hal ini akan mengakibatkan terjadinya tundaan. Evaluasi kinerja persimpangan perlu dilakukan, untuk mengetahui kinerja persimpangan terkini. Langkah antisipasi dapat segera dilakukan agar kinerja simpang dapat dijaga dan dipertahankan dalam kondisi baik. Dalam penelitian ini, akan dilakukan analisis kinerja persimpangan dengan menggunakan perangkat lunak Vissim, yang berlokasi pada simpang tidak bersinyal pasar butun, kota Balikpapan. Data yang diperlukan untuk masukan ke dalam model meliputi data arus lalu lintas pada jam sibuk atau jam puncak kepadatan dan data geometri persimpangan. Keluaran yang dihasilkan oleh model adalah informasi kinerja simpang berupa parameter Degree of Saturation (DS) pada kondisi eksisting yaitu sebesar 1,70 dan untuk kondisi 5 tahun yang akan datang 2,20.  Parameter panjang antrian dan waktu tundaan pada kondisi eksisting adalah 33,0 m dan 3,65 detik/smp dan untuk proyeksi 5 tahun yang akan datang adalah 87 m dan waktu tundaan 189 detik/smp.
Memaksimalkan Potensi Air Melalui Optimalisasi Pola Tanam Dan Perawatan Infrastruktur Untuk Pertanian Yang Berkelanjutan Tohidin Tohidin; Mahdika Putra Nanda; Hamdani Abdulgani
Jurnal Rekayasa Infrastruktur Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Rekayasa Infrastruktur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jri.v9i1.224

Abstract

Ketersediaan air adalah salah satu elemen kunci dalam pertumbuhan tanaman dan memiliki peran penting dalam meningkatkan produksi pangan dalam pertanian, terutama dalam konteks irigasi. Menentukan kebutuhan air yang tepat untuk tanaman sangat penting. Oleh karena itu, penggunaan air irigasi harus dilakukan dengan cara yang efektif dan efisien. Beberapa faktor yang memengaruhi ketersediaan air mencakup metode penyiraman, jumlah curah hujan, waktu penanaman, persiapan tanah, pola tanam, serta pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur saluran dan bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menentukan kebutuhan air irigasi yang paling optimal dalam berbagai pola tanam. Dalam penelitian ini, kami mengusulkan tiga model pola tanam: pola tanam I (padi-padi-padi), pola tanam II (padi-jagung-kedelai), dan pola tanam III (padi-kedelai-jagung) dengan luas lahan yang berbeda. Variabel-variabel dalam penelitian ini mencakup kebutuhan air irigasi (X) sebagai variabel independen, sementara ketersediaan air (Y) menjadi variabel terikat. Hasil analisis menunjukkan bahwa kebutuhan air irigasi (KAI) yang paling optimal tercapai dalam pola tanam II (padi-jagung-kedelai) dengan total KAI sebesar 3.547,934 liter per hektar. Ketersediaan air yang optimal juga terjadi pada pola tanam II (padi-jagung-kedelai), dengan sisa ketersediaan air sebanyak 22.610,527 liter per hektar, meskipun terdapat defisit air pada bulan September. Dalam konteks ini, perawatan dan pemeliharaan infrastruktur saluran air dan bangunan juga menjadi faktor penting untuk memastikan ketersediaan air yang memadai sepanjang tahun
Analisis Kebutuhan Jembatan Penyeberangan Orang (Studi Kasus: Pasar Cilet Indramayu) Bachtiar Ibnuwiwoho; Sarwanta Sarwanta; Hamdani Abdulgani; Mahdika Putra Nanda
Jurnal Rekayasa Infrastruktur Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Rekayasa Infrastruktur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jri.v9i2.222

Abstract

Salah satu fasilitas di jalan raya yang harus tersedia adalah fasilitas pejalan kaki berupa fasilitas penyeberangan. Penyediaan fasilitas penyeberangan bertujuan untuk meminimalkan konflik langsung antara pedestrian/pejalan kaki dan kendaraan yang melintas pada jalan arteri nasional tersebut. Jalan Raya Losarang merupakan jalur arteri nasional, jalan ini merupakan salah satu jalur utama logistik Pulau Jawa dan menjadi salah satu koridor utama konektivitas nasional yang seharusnya jalan bebas hambatan karena berkecepatan tinggi. Peneliti bertujuan untuk menganalisis tentang kelayakan fasilitas jembatan penyeberangan orang di jalan raya losarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Dari hasil penelitian didapatkan analisis kelayakan fasilitas jembatan penyeberangan orang di jalan tersebut didapatkan nilai PV2 pada jam puncak hari senin sejumlah 5,5x109 dan hari rabu sejumlah 6,5x109, serta hari minggu sejumlah 5,3x1010 sehingga pada jalan tersebut sudah masuk kriteria kebutuhan jembatan penyeberangan orang.
Pemodelan Kinerja Simpang Sebidang Bersinyal Menggunakan Perangkat Lunak Vissim Sarwanta Sarwanta; Hamdani Abdulgani
Jurnal Rekayasa Infrastruktur Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Rekayasa Infrastruktur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jri.v9i2.223

Abstract

A signalized level intersection is the meeting point for vehicles heading towards the intersection and vehicles leaving the intersection. The problem at road intersections is the potential for queues and delays because vehicles will reduce their speed when passing through the intersection. Traffic control at signalized intersections is by using signals or traffic lights with the aim of minimizing queues and delays. As time goes by, there is an increase in traffic volume, this will result in a decrease in intersection performance, so an evaluation of intersection performance needs to be carried out. The aim of this research is to evaluate the performance of one of the signalized intersections in the city of Balikpapan, namely Simpang Lab Coal/BDS, in existing conditions and in the next 5 years. Evaluation of the performance of this intersection uses the guidelines of the Indonesian Road Capacity Manual (MKJI 1997) and modeling using Vissim software. The results of the performance evaluation based on MKJI 1997 in existing conditions showed that the intersection capacity was 4854.6 pcu/hour. The degree of saturation was obtained at 1.003, the intersection delay was 49.7 pcu/sec, the average queue length was 36.80 m. The results of modeling using Vissim software, in existing conditions, the average queue length is 60 meters. the average delay at the intersection is 17 pcu/sec and the intersection performance is at level of service C. At the intersection conditions in the next 5 years, the queue length is obtained at 144 meters, the largest