Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Pupuk Hayati dan Pupuk Pelengkap Alkalis terhadap Kemantapan Agregat Tanah dan Hasil Produksi Cabai Merah (Capsicum annuum L.): The Effect of Bio Fertilizer and Alkaline Fertilizer Addition on Soil Aggregate Stability and Production of Red Chili (Capsicum Annuum L.) Sabilla Azizi; Kus Hendarto; Henrie Buchari
J-Plantasimbiosa Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jplantasimbiosa.v3i1.2099

Abstract

Agregat tanah merupakan kesatuan partikel tanah yang melekat satu dengan yang lainnya lebih kuat dibandingkan dengan partikel sekitarnya. Kemantapan agregat tanah dapat didefinisikan sebagai kemampuan tanah untuk bertahan terhadap gaya-gaya yang akan merusaknya. Agregat tanah yang mantap akan mempertahankan sifat-sifat tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman sehingga dapat meningkatkan hasil produksi cabai merah (Capsicum annuum L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk hayati dan frekuensi pemberian pupuk alkalis terbaik terhadap kemantapan agregat tanah dan produksi tanaman cabai merah (Capsicum annuum L.). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial (3x3) dengan 3 ulangan dengan faktor pertama 3 taraf dosis pupuk hayati yaitu 0 l/Ha, 4 l/Ha, dan 8 l/Ha dan pemberian pupuk pelengkap alkalis yang terdiri dari perlakuan tanpa pupuk pelengkap, pemberian pupuk pelengkap 1 kali/minggu, dan pemberian pupuk pelengkap 2 kali/minggu sebagai faktor kedua. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pemberian pupuk hayati hingga 8 l/ha berpengaruh terhadap meningkatnya kemantapan agregat tanah, bobot kering akar, dan bobot buah per petak secara signifikan. Pupuk alkalis dengan interval aplikasi 2 kali per minggu meningkatkan bobot kering akar dan bobot buah perpetak. Sedangkan interaksi kedua faktor hanya berpengaruh pada bobot buah per petak. Kata Kunci : Agregat Tanah, Pupuk Hayati, Pupuk Pelengkap Alkalis
Pelatihan Pembuatan Mikroorganisme Lokal untuk Mendukung Rumah Pangan Lestari di Desa Sidodadi-Wates, Kabupaten Pringsewu Raden Ajeng Diana Widyastuti; Kus Hendarto; Hayane A. Warganegara; Purba Sanjaya; Indah Listiana; Helvi Yanfika
Open Community Service Journal Vol. 1 No. 1 (2022): Open Community Service Journal
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.708 KB) | DOI: 10.33292/ocsj.v1i1.2

Abstract

Kegiatan Rumah Pangan Lestari merupakan suatu upaya menuju ketahanan pangan yang perlu digalakkan mulai dari rumah tangga. Pemanfaaatan lahan pekarangan yang dilakukan di daerah pedesaan sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga serta memberikan pangan bergizi untuk keluarga. Bahan makanan yang diperoleh dari lahan pekarangan juga harus sehat dan bergizi. Pertanian yang sehat dapat diwujudkan dengan penerapan pertanian organik. Sisa tanaman dari lahan pekarangan merupakan alternatif yang dapat digunakan untuk menunjang kegiatan pertanian organik. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan adalah pembuatan pupuk mikroorganisme lokal sebagai media tanam yang berasal dari bonggol pisang dan rebung bambu. Pembuatan pupuk Mikroorganisme Lokal (MOL) merupakan langkah pengaplikasian teknologi tepat guna yang diharapkan dapat menjadi solusi bagi Kelompok Wanita Tani Berkah Mandiri Desa Sidodadi Wates, Kabupaten Pringsewu. Kegiatan pemberdayaan masyarakat dilakukan dengan tahapan sosialisasi, pelatihan dan pendampingan hingga tahap akhir dalam pembuatan pupuk Mikroorganisme Lokal. Peserta pelatihan merupakan bagian dari Kelompok Wanita Tani Berkah Mandiri Desa Sidodadi Wates, Kabupaten Pringsewu. Adanya program Rumah Pangan Lestari dan pembuatan pupuk Mikroorganisme Lokal adalah upaya untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mewujudkan pertanian organik dengan bahan yang mudah didapatkan. Masyarakat berharap kegiatan pemberdayaan ini dapat berkelanjutan.
APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TOMAT RAMPAI (Lycopersicon pimpinellifolium) Fitri Yelli; Ria Maizal; Kus Hendarto; Sri Ramadiana
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i4.6466

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis dan konsentrasi POC serta mengatahui pengaruh jenis POC terhadap pertumbuhan dan produksi tomat rampai bergantung pada penambahan konsentrasi POC. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial (2 x 4) dengan tiga ulangan sebagai kelompok. Faktor pertama yaitu jenis POC dan faktor kedua yaitu konsentrasi POC. Penelitian ini diuji dengan uji Bartlett (homogenitas) dan uji Tukey (additivitas) yang kemudian dilakukan analisis ragam (uji F), dilanjutkan pemisahan nilai tengah menggunakan BNT dengan taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan jenis POC kulit pisang lebih baik daripada POC kotoran kambing pada variabel pengamatan jumlah, diameter buah, dan berat kering brangkasan. Semakin tinggi konsentrasi POC hingga 120 ml/l air akan meningkatkan pertumbuhan dan produksi tomat rampai pada variabel pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, cabang produktif, berat buah, jumlah buah, diameter buah, berat basah brangkasan, dan berat kering brangkasan. Pengaruh jenis POC bergantung terhadap pemberian konsentrasi POC terjadi pada variabel pengamatan tinggi tanaman.
PENGARUH PUPUK HAYATI DAN BAHAN ORGANIK TERHADAP POPULASI DAN BIOMASSA CACING TANAH PADA PERTANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L) DI KECAMATAN MERBAU MARATAM KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Annove Kurnia Arofi; Sri Yusnaini; Kus Hendarto; Mas Achmad Syamsul Arif
Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, No 2 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, MEI 2020
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.137 KB) | DOI: 10.23960/jat.v8i2.3897

Abstract

This study aimed to determine the effect of biofertilizer, organic matter and the interaction between biofertilizer and organic matter on population, biomass of earthworm and shallot production. This experiment was conducted in Merbau Mataram, South Lampung Regency on September – December 2017, designed by using Randomize Block Design (RBD) with two factors, i.e. : Biofertilizer application consists of biofertilizer and non biofertilizer and organic matter application consists of chicken manure, cow manure, oyster mushroom baglog and straw compost. Analysis of variance (anova) was carried out using a significance level of 0,05 after verifying the additivity (Tukey’s test) and homogeneity of variance (Bartlett’s test) of the data. When a significant effect was revealed in the anova, the mean separations among treatments were obtained by least significant difference (LSD 0.05).  The results showed that application of biofertilizer (Bio max grow) increased earthworm population in 37 days after planting at 10 – 20 cm depth and 70 days after planting at 0 – 10 and 10 – 20 cm depth, biofertilizer application also affected earthworm biomass and shallot production in 70 days after planting. Oyster mushroom application gave the best effect compared to the other organic matter on population and biomass of earthworm and shallot production.