Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Unsur Kumpulan Cerpen Menghardik Gerimis Karya Sapardi Djoko Damono Sebagai Bahan Pembelajaran Dede Hikmah
Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/imajeri.v3i1.5333

Abstract

Penelitian ini difokuskan pembahasannya pada korelasi makna. Tujuannya untuk mengetahui makna bahasa Indonesia yang baik dan benar dengan qaulan ma’rufa dan qaulan sadida. Jenis metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif yang terfokus pada pendeskripsian hasil. Pada proses penelitiannya, keempat istilah tersebut merujuk pada teori-teori mengenai makna kata yang disesuaikan dalam kaidah bahasa, seperti yang termaktub dalam KBBI dan kitab-kitab tafsir Alquran. Bahasa Indonesia yang baik diartikan sebagai bahasa yang dipertuturkan sesuai dengan tempatnya. Bahasa Indonesia yang benar adalah bahasa Indonesia yang mengikuti kaidah kebahasan, yaitu PUEBI dan KBBI. Qaulan ma’rufa sebagai salah satu prinsip kesantunan berbahasa dalam perspektif Alquran mengandung makna pertuturan yang baik dan tidak menyakitkan hati seseorang. Qaulan sadida dimaknai sebagai pertuturan yang benar sesuai dengan Alquran atau hadis.
Karakteristik Perkembangan Emosi Anak Usia Dini dalam Kegiatan Bermain di Kelas Dina Fitriani; Eni Nuraeni; Dede Hikmah
Banun: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 4 No 1 (2026): Vol 4 No 1 (2026) BANUN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI
Publisher : Prodi PIAUD STAI Al Badar Cipulus Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik perkembangan emosi anak usia dini dalam kegiatan bermain di kelas serta peran guru dalam membantu anak mengelola emosinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang dilaksanakan di KB Riyadhul Qori’ah dengan subjek penelitian sebanyak 5–8 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan catatan anekdot, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emosi anak usia dini muncul secara spontan dalam kegiatan bermain, seperti marah, sedih (menangis), dan senang, terutama saat terjadi interaksi dengan teman sebaya. Dalam menghadapi kondisi tersebut, guru berperan aktif dengan memberikan ruang bagi anak untuk mengekspresikan emosi, mengajak anak berdiskusi, memberikan pendampingan melalui sentuhan afektif, serta menggunakan metode yang menyenangkan seperti lagu untuk menanamkan perilaku positif. Dengan demikian, kegiatan bermain menjadi sarana yang efektif dalam mengembangkan kemampuan emosional anak apabila didukung oleh peran guru yang tepat dan responsif.