Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik perkembangan emosi anak usia dini dalam kegiatan bermain di kelas serta peran guru dalam membantu anak mengelola emosinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang dilaksanakan di KB Riyadhul Qori’ah dengan subjek penelitian sebanyak 5–8 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan catatan anekdot, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emosi anak usia dini muncul secara spontan dalam kegiatan bermain, seperti marah, sedih (menangis), dan senang, terutama saat terjadi interaksi dengan teman sebaya. Dalam menghadapi kondisi tersebut, guru berperan aktif dengan memberikan ruang bagi anak untuk mengekspresikan emosi, mengajak anak berdiskusi, memberikan pendampingan melalui sentuhan afektif, serta menggunakan metode yang menyenangkan seperti lagu untuk menanamkan perilaku positif. Dengan demikian, kegiatan bermain menjadi sarana yang efektif dalam mengembangkan kemampuan emosional anak apabila didukung oleh peran guru yang tepat dan responsif.
Copyrights © 2026