Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE AKUT PADA ANAK DI KELURAHAN PABBUNDUKANG KECAMATAN PANGKAJENE KABUPATEN PANGKEP Palancoi, Najamuddin Andi
Jurnal Kesehatan Vol 7, No 2 (2014): Jurnal Kesehatan
Publisher : Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak adalah seseorang yang belum mencapai umur 21 tahun dan belum pernah kawin, (Azis Alimul,2009).Diare dapat terjadi akibat infeksi bakteri, virus, intoleransi makanan, pencemaran makanan oleh zat berbahaya, (Suharyono,2008)  Melalui faktor lingkungan, seseorang yang keadaan fisik atau daya tahan tubuhnya rendah, akan mudah terserang penyakit (Mark, 2010)Dari penelitian dengan sampel 40 ibu-ibu yang memiliki anak, didapatkan 60 % memiliki kondisi lingkungan sehat, dan 40 % memiliki kondisi lingkungan yang tidak sehat. Demikian juga dengan tingkat pengetahuan didapatkan 70 % ibu yang pengetahuannya kurang dan 30 % ibu dengan pengetahuan baik.Berdasarkan analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan kejadian diare sehingga diperlukan pengetahuan dan pemahaman yang mendalam sehingga tidak terjadi diare, demikian juga ditunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara lingkungan dan kejadian diare Kata kunci : Pengetahuan, Lingkungan dan diare
Hubungan Faktor Kesehatan Lingkungan Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Puskesmas Kassi-Kassi Rezki, Andi Iffah Cahyaniputri; Darmawansyih, Darmawansyih; Rahim, Rosdianah; Palancoi, Najamuddin Andi; Sabry, Muhammad Sadik
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 20, No 1 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.20.1.30-41

Abstract

Stunting adalah kondisi kekurangan gizi yang bersifat kronis yang menunjukkan kegagalan pertumbuhan dan perkembangan. Kondisi ini dinilai dari panjang badan atau tinggi badan menurut umur (PB/U atau BB/U) dengan nilai z-score yaitu <-2 Standar Deviasi (SD). Kesehatan lingkungan dari aspek sanitasi dan hygiene yang rendah akan meningkatkan risiko terjadinya penyakit infeksi yang berdampak terhadap penurunan status gizi terutama terjadinya stunting yang terjadi pada balita. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara faktor kesehatan lingkungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar tahun 2021. Desain penelitian menggunakan desain cross sectional yang dilakukan pada bulan Desember tahun 2021. Jumlah sampel sebanyak 251 balita yang diambil dengan teknik purposive sampling.  Data dinalisis menggunakan univariat dan bivariat yaitu dengan uji chi-square. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara sumber air minum (p=0,022), kualitas fisik air minum (p=0,006), kepemilikan jamban (p=0,041), pengelolaan limbah (p=0,000), dan kebiasaan mencuci tangan (p=0,002) terhadap kejadian stunting. Kesimpulan terdapat hubungan antara sumber air minum, kualitas fisik air minum, kepemilikan jamban, pengelolaan limbah, dan kebiasaan mencuci tangan terhadap kejadian stunting.
GAMBARAN PELAKSANAAN SANITASI TOTAL BERBASIS MASYAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KASSI-KASSI KOTA MAKASSAR PALANCOI, NAJAMUDDIN ANDI; KEMALAHAYATI, ANNISA DWI; ANABARWATI, ANDI
Al-Iqra Medical Journal : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran Vol 8, No 1 (2025): Al-Iqra Medical Journal: Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran
Publisher : Journal Medical Universitas muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/aimj.v8i1.17955

Abstract

Latar belakang: Sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) adalah program pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan upaya hidup sehat dan bersih, mencegah penyakit yang berhubungaan dengan lingkungan. Metode penelitian adalah kuantitatif dengan survei deskriptif untuk mengevaluasi pelaksanaan lima pilar STBM di wilayah kerja Puskesmas Kassi-Kassi, pengambilan sampel meenggunakan metode convinience sampling dengan total 62 KK. Hasil penelitian menunjukan bahwa 100% melakukan stop buang air besar sembarangan, 98% responden melakukan cuci tangan pakai sabun dengan baik, 100% mengolah makanan dan minuman rumah tangga dengan baik, 100% melakukan pengamanan sampah rumah tangga dengan baik dan 98% melakukan pengamanan limbah cair rumah tangga. Dari hasil pengamatan 5 pilar STBM, semua kelurahan melaksanakan STBM dengan baik diatas 98%.
GAMBARAN PELAKSANAAN SANITASI TOTAL BERBASIS MASYAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KASSI-KASSI KOTA MAKASSAR PALANCOI, NAJAMUDDIN ANDI; KEMALAHAYATI, ANNISA DWI; ANABARWATI, ANDI
Al-Iqra Medical Journal : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran Vol. 8 No. 1 (2025): Al-Iqra Medical Journal: Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran
Publisher : Journal Medical Universitas muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/aimj.v8i1.17955

Abstract

Latar belakang: Sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) adalah program pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan upaya hidup sehat dan bersih, mencegah penyakit yang berhubungaan dengan lingkungan. Metode penelitian adalah kuantitatif dengan survei deskriptif untuk mengevaluasi pelaksanaan lima pilar STBM di wilayah kerja Puskesmas Kassi-Kassi, pengambilan sampel meenggunakan metode convinience sampling dengan total 62 KK. Hasil penelitian menunjukan bahwa 100% melakukan stop buang air besar sembarangan, 98% responden melakukan cuci tangan pakai sabun dengan baik, 100% mengolah makanan dan minuman rumah tangga dengan baik, 100% melakukan pengamanan sampah rumah tangga dengan baik dan 98% melakukan pengamanan limbah cair rumah tangga. Dari hasil pengamatan 5 pilar STBM, semua kelurahan melaksanakan STBM dengan baik diatas 98%.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Orang Tua Terkait Imunisasi Dasar Melalui Penyuluhan Kesehatan di Puskemas Rumi, Din Nurul Rasidin; Rahim, Rosdianah; Darmawansyih, Darmawansyih; Fitriani, Rini; Palancoi, Najamuddin Andi; Yunus, Purnamaniswaty
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS) Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Politeknik Kesehatatan Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/abdikemas.v7i2.3509

Abstract

One effective method of controlling and eradicating infectious diseases that can cause death is through immunization. The level of immunization coverage and success is determined not only by the availability of vaccines, but also by community behavior. One factor is parents' knowledge and understanding of immunization. The method consisted of a pre-test, interactive counseling, a question and answer session, and a post-test. The results of the activity, which was attended by 14 people, showed that the level of knowledge of the target group about basic immunization before the counseling was only 5 people in the good category (35.7%), increasing to 12 people (85.7%). The Wilcoxon test results showed a significant effect on the increase in participants' knowledge after health promotion (p-value = 0.003). In conclusion, there was an increase in participants' understanding of basic immunization after the counseling, which indicates the success of health promotion through counseling.
Prevention of Tuberculosis Transmission in Households Using Virgin Coconut Oil and Multi-Drug Treatment: A Quasi-Experimental Study Palancoi, Najamuddin Andi; Awaluddin, Achmad Indra; Ramadhan, Nur Syahrul; Safitri, A. Nurul Khaerizza; Aminuddin, St.Nurmiati
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 11 (2025): November
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i11.12784

Abstract

The increasing prevalence and incidence of tuberculosis each year highlights the need to use Virgin Coconut Oil (VCO) in conjunction with multi-drug treatment to help suppress the transmission of tuberculosis within families. Lauric acid, the main component of VCO, transforms into monolaurin in the digestive tract. Monolaurin is a substance known to enhance the body's immune system. This study aimed to determine the effectiveness of Multi-drug Treatment and VCO treatment on Tuberculosis incidence in household contacts associated with cost effective analysis (CEA). This study employs a quasi-experimental method, a form of quantitative research akin to a true experiment but does not involve full randomisation of subjects or groups. Subjects were divided into two groups. The treatment group consisted of new tuberculosis patients who received a combination of multi-drug treatment and virgin coconut oil (VCO). Their household contacts were tested to determine whether they were positive for acid-fast bacilli at the initial stage and again at the second month of the study. The control group included new tuberculosis patients who received the Directly Observed Treatment Short Course (DOTS) or the multi-drug treatment (MDT) package only. Similar to the treatment group, their household contacts were also tested. After two months of treatment for tuberculosis among individuals in the same household, a follow-up showed significant differences between the intervention and control groups. In the intervention group, all 81 participants (100%) tested negative for acid-fast bacilli in the second month. In contrast, the control group had 3 participants (4.3%) who tested positive for acid-fast bacilli. The effectiveness of tuberculosis drug therapy is assessed by examining whether patients test negative for acid-fast bacilli during their second examination. The results indicate that patients receiving a combination of multi-drug treatment and VCO intervention have a higher rate of negative testing for acid-fast bacilli compared to those receiving only multi-drug treatment.