Jajang Arifin
Universitas Wiralodra

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Reformulasi Mekanisme Keadilan Restoratif pada Penyelesaian Perselisihan Pelayanan Kesehatan Berbasis Perlindungan Korban dalam Omnibus Law Kesehatan jajang arifin
Jurnal Hukum Positum Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Hukum Positum
Publisher : Prodi Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/positum.v10i2.13515

Abstract

Terdapat peluang bagi pembentuk undang-undang untuk mendorong penggunaan mekanisme keadilan restoratif sebagai ius constituendum yang berlaku dalam penyelesaian perselisihan pelayanan kesehatan di masa mendatang. Permasalahan ditetapkan untuk mencari jawaban terhadap ketentuan dan batasan mekanisme keadilan restoratif dalam Omnibus Law Kesehatan, serta peluangnya terhadap penyelesaian perselisihan pelayanan kesehatan sesuai dengan kriteria Peraturan Kejaksaan No. 15 Tahun 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah Yuridis Normatif. Penyelesaian perselisihan pelayanan kesehatan melalui mekanisme keadilan restoratif dalam Omnibus Law Kesehatan bersifat terbatas dan hanya berlaku untuk perselisihan akibat timbulnya kerugian yang disebabkan karena tindakan tenaga medis/kesehatan dalam menjalankan pelayanan kesehatan. Bentuk kesalahan tenaga medis/kesehatan yang diajukan untuk dapat diselesaikan melalui mekanisme Keadilan Restoratif dalam Omnibus Law Kesehatan adalah kesalahan-kesalahan tenaga medis/kesehatan yang berkaitan dengan sengaja tidak memberikan pertolongan kepada pasien dalam keadaan darurat, dan melakukan kelalaian berat yang mengakibatkan pasien luka berat dengan ancaman pidana penjara tidak lebih dari 5 (lima) tahun.
OPTIMALISASI PROSEDUR PEROLEHAN HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL DALAM PERLINDUNGAN INOVASI PRODUK KESEHATAN DI INDONESIA Jajang Arifin; Kodrat Alam
Yustitia Vol. 11 No. 2 (2025): Yustitia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/yustitia.v11i2.405

Abstract

Intellectual property rights for health products constitute a crucial instrument in protecting innovation within the pharmaceutical and medical device sectors. In Indonesia, the acquisition procedure for intellectual property rights in health products encounters various obstacles that impede innovation effectiveness and commercialization processes. This analysis endeavors to identify and examine problems occurring in intellectual property rights acquisition procedures for health products, while providing recommendations for optimization. The research employs normative juridical methodology with a conceptual approach through examination of prevailing regulations and doctrines. Findings indicate that procedural complexity, extended processing duration, inadequate socialization, and coordination deficiencies among institutions represent primary impediments. Proposed solutions encompass procedural simplification, digital system implementation, capacity enhancement for human resources, and regulatory harmonization.