Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Penyuluhan Diabetes pada Lansia di Desa Kebun Baru Kecamatan Wih Pesam Kabupaten Bener Meriah Nova Arami; Nurlaely HS; Ely Arianti; Lia Muslima
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 4, No 1 (2023): Edisi Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v4i1.5584

Abstract

Lansia mengalami kemunduran fisik dan mental yang menimbulkan banyak konsekuensi, seperti komplikasi makrovaskular maupun mikrovaskular. Apabila hal ini terjadi pada lansia dimana mengalami berbagai penurunan fisik, psikologis, sosial, spiritual dan kultural sehingga dapat menimbulkan resiko komplikasi yang lebih memerlukan perhatian. Sekitar 50% lansia mengalami intoleransi glukosa dengan kadar gula darah puasa normal. Diabetes Mellitus (DM) pada lansia terjadi karena timbulnya resistensi insulin pada usia lanjut yang disebabkan oleh banyak faktor. DM pada lansia umumnya bersifat asimptomatik, inilah yang menyebabkan diagnosis DM pada lansia seringkali agak terlambat. Oleh karena itu perlu dilakukan kegiatan penyuluhan tentang penyakit Diabetes Mellitus dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman lansia tentang pentingnya pencegahan diabetes mellitus serta meningkatkan prilaku hidup sehat pada lansia, meningkatkan status kesehatan pada lansia serta lansia mampu mengetahui pentingnya memilh makanan yang sehat untuk dikonsumsi dan meningkatkan pengetahuan dan sikap lansia mengenai penyakit Diabetes Mellitus. Penyuluhan ini menggunakan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab yang termasuk dalam evaluasi hasil kegiatan penyuluhan. Dimana diakhir sesi penyuluhan lansia diberikan pertanyaan mengenai materi yang disuluhkan antara lain pengertian Diabetes Melitus (DM), tipe-tipe Diabetes Melitus (DM), bagaimana tanda dan gejalanya, etiologi dan upaya pencegahannya. Terdapat pengaruh yang signifikan terhadap lansia sesudah dan sebelum penyuluhan. Dengan demikian penyuluhan dapat memberikan peningkatan pengetahuan berkaitan tentang diabetes mellitus.
HUBUNGAN PENGETAHUAN BIDAN TERHADAP BERAT BADAN LAHIR BAYI DENGAN RUPTURE PERINEUM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ATU LINTANG KABUPATEN ACEH TENGAH Nurlaely HS; Seri Warzukni; Lia Muslima; Riska Nurrahmah
Jurnal Maternitas Kebidanan Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Maternitas Kebidanan
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jumkep.v9i1.4952

Abstract

ABSTRACT Perineum rupture is a tear or tear of the tissue between the vulva and anus with an average length of 4 cm. Perineum rupture can occur due to spontaneous tears or episiotomy. Perineum rupture carried out by episiotomy it self must be carried out for indications including: large baby, stiff perineum, birth with abnormalities, delivery using either a porceps or vacuum. This study aims to determine the relationship between midwife knowledge of baby birth weight and the incidence of perineal tears in the Atu Lintang Community Health Center Working Area, Central Aceh Regency. Benefits of research: to increase midwife knowledge of birth weight of baby with perineum rupture. Research methodology: this research is analytical in nature, sampling used total sampling technique, the number of respondents was 30 midwife in the Atu Lintang Community Health Center Working Area. This research was carried out in the Atu Lintang Public Health Center Working Area, Central Aceh Regency. Time of research: Research was carried out on 01 to 09 March 2024. Research measuring tools: Questionnaire consisting of 20 questions about the respondent's knowledge, the data was processed by statistical analysis using the chi square test with the help of the SPSS program. Research results: Of the 19 respondents who experienced perineal rupture during delivery assistance due to the birth weight of the baby with good knowledge, 9 respondents (47.37%), 10 respondents (52.63%), enough 0 respondents (0% ) and 13 respondents who did not experience perineal rupture during delivery assistance due to the birth weight of the baby with good knowledge 7 respondents (63.64%), Fair 4 respondents (36.36%), less than 0 respondents (0%) and obtained a P value = 0.533. Conclusion: that there is no relationship between midwife knowledge of a baby birth weight and the incidence of perineal tears where the value obtained is P value = 0.533. Suggestion: It is hoped that relevant agencies can increase their knowledge and seek information by participating in more capacity building training. Keywords: Knowledge, Midwife, Baby Birth Weight, Perineum Rupture
The Analisis Faktor Determinan yang Memengaruhi Diare, Berat Badan Lahir, dan ASI Eksklusif Terhadap Risiko Kejadian Wasting Pada Balita di Aceh Mawadhah Yusran; Nurlaely HS; Nazwa Santiana; Seri Warzukni
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50956

Abstract

Prevalensi wasting pada balita di Aceh consistently melebihi ambang batas WHO dan menunjukkan tren fluktuatif yang mengkhawatirkan, dari 19,7% (2021) menjadi 51,3% (2023). Kondisi ini mengancam kesehatan, pertumbuhan, dan kelangsungan hidup balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tidak langsung faktor determinan (ibu dan anak, lingkungan, kesehatan, dan genetik) terhadap kejadian wasting yang dimediasi oleh diare, berat badan lahir (BBL), dan pemberian ASI Eksklusif. Metode Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross-sectional dengan 160 ibu yang memiliki balita sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan metode Partial Least Square (PLS) untuk menguji hubungan dan efek mediasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa diare secara signifikan memediasi pengaruh faktor kesehatan (p=0,028) dan faktor lingkungan (p=0,001) terhadap wasting. Berat badan lahir signifikan memediasi pengaruh faktor ibu dan anak (p=0,036) dan faktor kesehatan (p=0,015) terhadap wasting. ASI Eksklusif signifikan memediasi pengaruh faktor ibu dan anak (p=0,002) terhadap wasting. Faktor genetik tidak menunjukkan pengaruh signifikan melalui ketiga mediator tersebut. Intervensi pencegahan wasting harus bersifat multisektoral, berfokus pada perbaikan sanitasi lingkungan dan layanan kesehatan untuk mengatasi diare, penguatan layanan kesehatan ibu dan anak untuk mencegah BBLR, serta pemberdayaan ibu melalui edukasi dan dukungan sosial untuk meningkatkan praktik pemberian ASI Eksklusif.