Dalam Penelitian yang dilakukan berawal atas dasar banyak siswa yang bermasalah terhadap penguasaan bahasa inggris baik secara individual maupun secara klasikal. Hal ini dibuktikan dengan masih banyak siswa yang belum terkategori menguasai bahasa inggris baik dari segi penguasaan terhadap materi pembelajaran kususnya dalam penguasaan adjective phrases. Terkait dengan penelitian yang dilakukan oleh penulis mengenai pemahaman siswa terhadap The Simple Past tense, dalam pengmpulan data penulis menggunakan rancangan Class room Action Research design, data yang diperoleh kemudian di analisis dengan analisis diskriftif sehinggga lebih mudah dalam menentukan predikat kategori penilaian kepada siswa apakah siswa mendapatkan predikat penilaian cukup, rendah, kurang ataupun mendapat nilai dalam kategori tinggi atau sangat tinggi. Terkait dengan predikat nilai yang diberikan kepada siswa, penulis selaku peneliti dapat menentukan strategi pembelajaran terkait proses pembelajaran untuk mencapai indikator peningkatan terhadap materi yang dijadikan sebagai pokok permasalahan dalam proses belajar mengajar. Dalam penelitian yang dilakukan penulis menggunakan Clssroom Actions Research Design ( penelitian Tindakan Kelas) untuk memperoleh data dalam penelitian yang di rangkum ke dalam 3 (tiga) siklus penelitian dimana pada inisial refleksi diperoleh skor rata rata pencapaian oleh siswa sebesar 53,82. Ini berarti pencapaian siswa masih rendah dan dalam penelitian yang dilakukan pada siklus1 (satu), dengan rata rata perolehan skor oleh seluruh siswa sebesar 66,18 pada siklus ini dapat disimpulkan bahwa dalam penelitia sudah mengalami peningkatan,yaitu perolehan skor semula adalah 53,82 dan menjadi 66,18. pada siklus ini dapatlah diketahui dan dapat diberikan atribut pada perolehanskor siswa sesuai dengan kategori penilaian yang telah ditetapkan yaitu dengan predikat pencapaian nilai tinggi. Dilanjutkan dengan kegiatan penelitian pada siklus berikutnya yaitu pada siklus 2 (dua) rata rata skor pencapaian siswa mengalami peningkatan dimana dalam siklus ini rata rata skor perolehan oleh siswa sebesar 72,35. dengan predikat rata rata perolehan skor tinggi, dan perolehan skor rata rata siswa pada siklus 3 sebesar 79,118 dengan kategori sangat tinggi. Jadi secara jelas dapat disimpulkan bahwa hasil pencapaian siswa terhadap the simple past tense memgalami peningkatan signifikan dan dapat diperjelas bahwa implementasi model pembelajaran langsung sangat efektif meningkatkan pemahaman siswa terhadap The Simple Past Tense.