Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kearifan Lokal Hindu Kaharingan (Pandangan Ketuhanan, Ritual, dan Etika) Pranata Pranata; Sulandra Sulandra
Dharma Duta Vol 19 No 01 (2021): Dharma Duta : Jurnal Penerangan agama Hindu
Publisher : Fakultas Dharma Duta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/dd.v19i01.710

Abstract

Kearifan lokal adalah kebijaksanaan suatu daerah tertentu yang diwariskan secara turun temurun untuk dihayati, dipelajari dan dijalankan dalam kehidupannya. Kitab Suci umat Hindu Kaharingan Panaturan merupakan pedoman yang menjadi dasar pegangan bagi umatNya didalam menjalankan kehidupannya, kitab suci Panaturan memuat 63 Pasal dan 2951 ayat. Kitab inilah sebagai sumber utama ajaran ketuhanan, etika dan upacara yang dilaksanakan oleh keturunan Raja Bunu di dunia, selain ayat-ayat dalam tawur, kandayu, dan pepatah-pepatah kuno yang sudah turun temurun diwariskan. Dalam penyebutan Tuhan maka Ranying Hatalla ini menyesuaikan dengan tugas dan fungsinya yakni Ranying Hatalla bersifat abstrak sebagai simbol yang tidak bisa tergambarkan awal dari segala kejadian, Ranying Hatalla Langit Raja Tuntung Matan Andau Tuhan Tambing Kabanteran Bulan memberikan keterangan proses kemahakuasaan, Ranying Hatalla Langit Raja Tuntung Matan Andau Tuhan Tambing Kabanteran Bulan Jatha Balawang Bulau Kanaruhan Bapager Hintan hal ini IA sebagai proses penciptaan. Pelaksanan ritual dibagi dalam ritual kelahiran, ritual dikehidupan dan ritual kematian
PERAN AGAMA DALAM KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT HINDU DI DESA GARUNG KECAMATAN JABIREN RAYA KABUPATEN PULANG PISAU Astawa, I Nyoman Sidi; Hendri, Hendri; Sulandra, Sulandra; Wentin, Wentin; Suparni, Monica; Purwanto, Purwanto
Dharma Duta Vol 21 No 2 (2023): Dharma Duta : Jurnal Penerangan Agama Hindu
Publisher : Fakultas Dharma Duta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/dd.v21i2.1140

Abstract

Agama telah diketahui sangat penting dalam kehidupan manusia. Berbagaimacam aspek kehidupan manusia sering dinyatakan berhubungan dengan agama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengekplorasi dan memahami peran agama dalam kehidupan sosial ekonomi masyarakat Hindu di desa Garung kecamatan Jabiren Raya Kabupaten Pulang Pisau. Metode deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini melalui Teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan studi dokumen. Data yang terkumpul dianalisis dengan mengunakan teknik analisis data mulai dari kondensasi, display dan verifikasi atau penarikan keseimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keyakinan keagamaan masyarakat Hindu di desa Garung merupakan keyakinan yang diyakini secara kuat yang sudah ada dari sejak awal mula yang merupakan wahyu dari Tuhan yang Maha Esa. Kehidupan social ekonomi masyarakat Hindu di desa Garung sangat beragam. Agama memiliki peran dalam kehidupan sosial ekonomi masyarakat Hindu di desa Garung. Kata Kunci : Peran Agama, Kehidupan social ekonomi, Masyarakat Hindu
Makna Ritual Bokas Bagi Umat Hindu Kaharingan Di Desa Kalahien Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan Sulandra Sulandra
Tampung Penyang Vol 20 No 1 (2022): Tampung Penyang
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/tampung-penyang.v20i1.839

Abstract

Ritual is a matter relating to ritual in its full sense, it is a series of process activities carried out by someone who has a symbolic purpose in a certain series of events. This ritual can be used as a tradition in certain groups. The ritual can be done once or twice a week or whenever. The meaning of Bokas is often also pronounced in full as 'bokas ego', which is a crowd ceremony or large-scale party, as an expression of joy, whether held individually, or in cooperation in family groups, or in collaboration with other residents.
Makna Upacara Balian Palas Bidan Menurut Agama Hindu Kaharingan Di Desa Bantai Karau Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur Sulandra Sulandra; I Gede Dharman Gunawan; Destri Ratna Sari
Tampung Penyang Vol 21 No 1 (2023): Tampung Penyang
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/tampung-penyang.v21i1.1022

Abstract

Ajaran agama Hindu terhadap tattwa, etika dan upacara (Tri Kerangka Dasar) maka dalam pengejawantahannya akan tampak dalam prilaku beragama sehari-hari. Konsep Yajnya dalam ajaran agama Hindu digunakan untuk mengkaji lebih mendalam tentang upacara Kelahiran Anak, di daerah Barito Timur upacara kelahiran anak biasa disebut Balian Palas Bidan yang dilaksanakan oleh Umat Hindu Kaharingan. Upacara Kelahiran Anak atau Balian Palas Bidan memiliki makna sebagai pensucian bayi agar terlepas dari noda dan papa sehingga bayi tersebut sungguh-sungguh bersih. Selanjutnya diharapkan bayi tersebut mampu memandang masa depan yang baik dan menyenangkan bagi kelangsungan hidupnya kelak dan bagi orang tua. Makna pelaksanaan upacara Balian Palas Bidan memberikan pijakan etika yang kokoh bagi perkembangan si anak di kemudian hari. Pelaksanaan upacara Balian Palas Bidan berfungsi sebagai bentuk pelayanan umatnya kepada Tuhan (Ju’us Tuha Alla Talla). Balian Palas Bidan adalah upacara pembersihan seorang bayi yang dilaksanakan oleh umat Hindu Kaharingan Suku Lawangan. Makna upacara Balian Palas Bidan adalah saranan untuk menyampaikan ungkapan rasa syukur dan terima kasih kepada Ju’us Tuha Alah Talla /Tuhan Yang Maha Esa, atas perlindungan dan anugerah yang diberikan dan selanjutnya mohon untuk diberikan keselamatan lahiriah dan bathiniah. Bentuk upacara Balian Palas Bidan adalah dengan gerak dan tari yang dilakukan oleh Balian, bentuk lainnya terdiri dari sarana dan prasarana upacara, pelaksanaan upacara Balian Palas Bidan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh orang tua terhadap bayi. Fungsi upacara Balian Palas Bidan adalah upacara untuk penyucian jiwa dan raga sekaligus pemberian nama untuk si bayi, dan membersihkan si ibu dan bidan yang menolong persalinan agar terlepas dari Pali oleh seorang Balian.