Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Visual

Studi Identitas Visual Desa Semoyo Sebagai Kawasan Sustainable Industry Berbahan Kayu Sri Sulistyo Purnomo; Augustina Ika Widyani; Maitri Widya Mutiara
VISUAL Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN - UNIVERSITAS TARUMANAGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jurnal.v14i2.4505

Abstract

Abstract— Gunung Kidul sebelumnya dikenal sebagai daerah kering yang selalu kekurangan air bersih di musim kemarau. Namun kini keadaan tersebut telah banyak berubah sehingga Desa Semoyo yang menjadi pelopor penghijauan kemudian ditetapkan sebagai Desa Kawasan Konservasi (DKK) oleh Bupati Gunung Kidul, Suharto, pada tahun 2007. Hutan Rakyat di Desa Semoyo yang memiliki luasan 251,38 ha telah dikelola secara lestari (sustainable).Selain menjadi kawasan percontohan untuk kelestarian lingkungan, saat ini kelompok masyarakat desa Semoyo telah mengembangkan industri berbahan kayu, dengan hasil produknya berupa furnitur dan kriya (craft).Dengan menghasilkan produk berbahan kayu, maka harga jual kayu menjadi lebih tinggi dibandingkan harga jual kayu mentah. Meskipun industri tersebut masih tergolong skala industri kecil, namun memiliki potensi besar untuk dikembangkan.Penelitian ini menyoroti potensi yang dimiliki oleh Semoyo sebagai Desa Kawasan Konservasi dengan hutan rakyatnya yang telah dikelola secara legal dan lestari, serta industri kecil berbahan kayu sebagai potensi untuk mengembangkan kawasan tersebut. Data dikumpulkan melalui survey langsung ke lokasi DKK Semoyo dan wawancara terhadap masyarakat setempat, didukung dengan studi pustaka mengenai Desa Semoyo yang terletak di kabupaten Patuk, Gunung Kidul, Yogyakarta.Dengan pemetaan potensi kawasan dan analisis kuantitatif maupun kualitatif, penelitian ini ditujukan untuk menemukan identitas kawasan yang diangkat dari potensinya.
Kontras Luminansi Pada Pencahayaan Secondary Skin Studi Kasus: Fasade Mal Taman Anggrek, Jakarta Augustina Ika Widyani
VISUAL Vol 12, No 01 (2016): Visual
Publisher : FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN - UNIVERSITAS TARUMANAGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jurnal.v12i01.1526

Abstract

Bangunan komersial Mal Taman Anggrek memiliki secondary skin pencahayaan buatan LED terbesar di dunia. Penelitian ini dilakukan sebagai evaluasi melalui proses observasi, wawancara dan kuesioner, terhadap hasil pencahayaan buatan setelah menggunakan secondary skin sebagai bagian dari konsep city beautification. Secondary skin yang digunakan pada Mal Taman Anggrek memungkinkan terjadinya gangguan dari pencahayaan yang atraktif dan dinamis terhadap pengguna jalan. Penelitian juga ditujukan untuk mengetahui sejauh mana penggaruh pencahayaan yang atraktif dan dinamis dari Mal Taman Anggrek dalam menghasilkan polusi cahaya terhadap pengguna bangunan atau kawasan sekitarnya. Selanjutnya penelitian juga dimaksudkan untuk mendapatkan data fisis atau data terukur luminansi dan distribusi luminansi mengenai tata cahaya kondisi eksisting sebagai awal proses evaluasi yang kemudian dianalisa melalui metode analisis sistemik yang meliputi tahap-tahap penguraian dan penyusunan data, penyimpulan serta rumusan hasil penelitian. Temuan dari penelitian ini disusun sebagai bahan evaluasi yang akan diketahui sejauh mana pengaruh penggunaan pencahayaan buatan pada secondary skin fasade bangunan komersial terhadap persepsi pengguna jalan dan pengaruhnya terhadap kawasan (bangunan sekitar).