Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : JURNAL SIPIL STATIK

PERENCANAAN SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS PADA KOMPONEN BALOK–KOLOM DAN SAMBUNGAN STRUKTUR BAJA GEDUNG BPJN XI Sampakang, Jusak Jan; Pandaleke, Ronny E.; Pangouw, Jorry D.; Khosama, Lelyani Kin
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 10 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perencanaan konstruksi bangunan saat ini perencana dituntut untuk merencanakan bangunan yang daktail, yaitu bangunan yang dapat menahan respon inelastik yang diakibatkan oleh beban gempa yaitu dikenal dengan sistem rangka pemikul momen. Sulawesi Utara yang termasuk dalam zona gempa 5 yaitu wilayah dengan tingkat kegempaan yang tinggi sehingga analisis strukturnya dapat direncanakan dengan metode sistem rangka pemikul momen khusus (SRPMK).Penelitian ini mengikuti tatacara perencanaan menurut American Institute of Steel Construction AISC 341-10, AISC 358-10, AISC 360-10 dan Standar Nasional Indonesia SNI 03-1729-2002 yang menggunakan output program ETABS pada bangunan Gedung BPJN XI berupa model struktur, dimensi penampang struktur serta gaya dalam yang diperlukan untuk diperiksa terpenuhinya kriteria perencanaan sistem rangka pemikul momen khusus pada komponen balok–kolom, serta menentukan lokasi sendi plastis pada balok untuk perencanaan sambungan agar tercapainya strong column weak beam. Dalam perencanaan sambungan digunakan model sambungan bolted flange plate moment connection.Berdasarkan hasil analisis dan desain pada bangunan Gedung BPJN XI ditemukan bahwa penampang balok 2 dengan profil WF 340 X 250 dan penampang kolom dengan profil WF 400 X 400 tidak memenuhi kriteria penampang untuk sistem rangka pemikul momen khusus, sehingga penulis melakukan redesain pada kedua penampang tersebut dan merekomen-dasikan profil WF 440 X 300 pada penampang balok dan profil WF 414 X 405 pada penampang kolom yang telah masuk dalam kriteria perencanaan sistem rangka pemikul momen khusus. Dalam perencanaan sambungan penulis mendesain dua macam jenis sambungan untuk masing-masing tipe profil balok yang telah memenuhi kriteria perencanaan strong column weak beam.Kata kunci : Daktail, SRPMK, bolted flange plate moment connection, strong column weak beam.
STUDI KOMPARASI PERHITUNGAN STRUKTUR BANGUNAN DENGAN MENGGUNAKAN SNI 03-2847-2013 DAN BRITISH STANDARD 8110-1-1997 Ticoalu, Priscillia Engelin Ester; Pangouw, Jorry D.; Dapas, Servie O.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 10 (2015): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada perencanaan struktur bangunan khususnya bangunan bertingkat , banyak hal yang perlu dipertimbangkan agar tercapainya mutu bangunan yang berkualitas. Untuk itu desain tersebut harus memenuhi persyaratan fungsional, struktural dan estetika. Pada perencanaan struktur bangunan bertingkat terdapat banyak peraturan standar. Di Indonesia kita menggunakan Persyaratan Beton Struktural Untuk Gedung SNI 03-2847-2013. Sedangkan untuk luar negeri juga terdapat standar masing-masing negaranya sendiri. Seperti ACI,CSA,EUROCODE, dan BRITISH STANDARD. Penelitian ini akan memaparkan komparasi perhitungan struktur bangunan diantaranya balok, kolom dan juga plat lantai dengan dihitung menggunakanan dua metode yaitu SNI dan BRITISH STANDARD. Dan setelah dikomparasi ternyata didapati ada beberapa perbedaan dalam perhitungan struktur bangunan dengan menggunakan metode SNI dan metode British Standard. Dari bebrapa contoh perhitungan yang telah dihitung, dapat kita simpulkan bahwa kemungkinan besar SNI memiliki desain yang lebih ekonomis dibandingkan dengan British Standard. Kata kunci : komparasi, SNI, BRISTISH STANDARD, balok, kolom, plat
ANALISIS PENGARUH DIMENSI DAN JARAK PELAT KOPEL PADA KOLOM DENGAN PROFIL BAJA TERSUSUN Salainti, Jiliwosy; Pandaleke, Ronny; Pangouw, Jorry D.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 8 (2016): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berkembangnya dunia konstruksi diikuti perkembangan dari material konstruksi itu sendiri. Baja merupakan material yang marak digunakan dewasa ini. Sebagai material fabrikasi kita sering mengalami kesulitan dalam memilih profil yang tepat dalam menyokong beban yang diinginkan. Profil tersusun menjadi salah satu solusi dalam mengatasi masalah ini, di mana profil tersusun bisa dibuat sedemikian rupa sehingga memiliki inersia yang mampu menyokong beban yang diinginkan. Pelat kopel merupakan hal yang sangat penting dalam profil tersusun ini, karena selain untuk menjaga profil–profil agar bisa bekerja sebagai suatu kesatuan, pelat kopel juga mengurangi tekuk yang terjadi pada baja. Penelitian ini dilakukan dengan analisis literatur dengan membandingkan pengaruh dua variabel bebas yakni dimensi dan jarak dari pelat kopel itu sendiri terhadap kekuatan dari kolom. Perbandingan tersebut didasarkan pada paramater–parameter antara lain, kelangsingan struktur, beban kritis, momen inersia, faktor tekuk, dan tahanan tekan aksial dari kolom. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak dari pelat kopel berpengaruh pada kekuatan dari kolom itu sendiri, sedangkan dimensi pelat kopel tidak berpengaruh pada kekuatan dari kolom, melainkan berpengaruh pada kekuatan dari pelat kopel itu sendiri, yakni kekakuan dan tahanan geser dari pelat kopel. Kata kunci : Kolom, Tekuk Euler, Angka Kelangsingan, Beban Kritis, Faktor Tekuk
PENGARUH PEMANFAATAN ABU AMPAS TEBU SEBAGAI SUBSTITUSI PARSIAL SEMEN DALAM CAMPURAN BETON DITINJAU TERHADAP KUAT TARIK LENTUR DAN MODULUS ELASTISITAS Rompas, Gerry Phillip; Pangouw, Jorry D.; Pandaleke, Ronny; Mangare, Jantje B.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 2 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abu ampas tebu (AAT) yang berasal dari PT. PG Tulangpohula Gorontalo merupakan limbah yang memiliki kandungan silikat sebesar 68,5 %. Penelitian terhadap AAT dilakukan sebagai bahan substitusi parsial semen dengan prosentase secara berturut-turut 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, 25% terhadap berat semen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh AAT terhadap kuat tarik lentur dan modulus elastisitas. Penggunaan air untuk campuran beton dalam penelitian ini dibuat sama untuk setiap prosentase AAT. Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi prosentase AAT maka semakin rendah workability beton segar. Penggunaan AAT tidak mempengaruhi peningkatan kuat tarik lentur tetapi memberi peningkatan pada modulus elastistas dan kuat tekan. Modulus elastisitas beton dengan AAT lebih besar dari beton tanpa AAT kecuali pada prosentase 15%. Kuat tekan yang diperoleh melebihi kuat tekan yang direncanakan dan peningkatan terbesar terjadi pada Prosentase 5%. secara keseluruhan AAT dapat dimanfaatkan sebagai bahan substitusi parsial semen dalam campuran beton dengan prosentase optimum pada prosentase 5% berdasarkan kekuatan dan workabilitynya. Kata kunci: ampas tebu, kuat tarik lentur, modulus elastisitas, prosentase optimum
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG HOTEL JALAN MARTADINATA MANADO Palit, Claudia Maria; Pangouw, Jorry D.; Pandaleke, Ronny E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 4 (2016): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan struktur gedung beton bertulang di era modern adalah bebasis pada aplikasi program computer rekayasa, dalam hal ini salah satunya adalah program ETABS. Dalam tugas akhir ini direncanakan struktur gedung beton bertulang menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus sesuai dengan SNI 03-2847-2002 dan SNI 1726-2002. Struktur yang akan direncanakan adalah gedung hotel berlantai 5 dan terletak di wilayah zona gempa 5, dimana ditinjau dengan menggunakan analisa pengaruh beban statik ekuivalen. Sistem Rangka Pemikul Momen adalah Sistem rangka ruang dalam mana komponen-komponen struktur dan join-joinnya menahan gaya-gaya yang bekerja melalui aksi lentur, geser dan aksial. Hasil yang dicapai dari perencanaan ini berupa perhitungan dan gambar struktur yaitu penulangan lentur dan geser pada masing-masing portal memanjang dan portal melintang. Kata Kunci : Beton bertulang, Program ETABS, SRPMK.
PENGARUH VARIASI PANJANG PELAT PENGAKU FLUSH END PLATE TERHADAP KEKUATAN SAMBUNGAN BALOK KE BALOK Tawoeda, Juan Gerard; Handono, Banu Dwi; Pangouw, Jorry D.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 9 (2017): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konstruksi baja memiliki elemen-elemen yang harus disambung satu per satu hingga membentuk kesatuan struktur. Salah satu sambungan baja yang digunakan dalam menghubungkan balok anak ke balok induk adalah sambungan flush end plate. Sambungan ini menggunakan pelat pengaku (stiffener) yang berpengaruh terhadap kekuatan sambungan dan lendutan yang terjadi pada balok anak. Perilaku sambungan dimodelkan dengan data-data yang sesuai dengan perencanaan desain. Balok induk menggunakan profil WF 400x200 sedangkan balok anak menggunakan profil WF 350x175. Pada variasi panjang stiffener menggunakan perbandingan antara panjang stiffener yang akan dipasang dengan tinggi web balok induk. Rasio panjangnya adalah 0, 0.25, 0.5, 0.75 dan 1. Pemodelan sambungan dianalisis dengan program ANSYS Workbench Mechanical APDL Solver sebagai 3D-FEM untuk mendapatkan data tegangan, regangan dan lendutan akibat pengaruh variasi panjang stiffener. Hasil menunjukan bahwa peningkatan rasio stiffener yang dipasang pada sambungan flush end plate balok ke balok akan meningkatkan pula kapasitasnya mulai dari 21.495 % hingga 46.413 %. Pertambahan panjang stiffener juga mengakibatkan jumlah tegangan, regangan dan lendutan berkurang. Dengan demikian pengaruh eksistensi dan pertambahan panjang stiffener harus diperhatikan untuk mendapatkan kapasitas sambungan yang optimal. Kata Kunci: Flush End Plate, Stiffener, Finite Element Method, ANSYS
EVALUASI STRUKTUR KOLOM KUAT BALOK LEMAH PADA BANGUNAN BETON BERTULANG DENGAN METODE DESAIN KAPASITAS (STUDI KASUS : BANGUNAN SEKOLAH SMA DONBOSCO MANADO) Kahiking, Regen Loudewik; Pangouw, Jorry D.; Pandaleke, Ronny E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 9 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur Gedung Sekolah SMA DONBOSCO Manado yang terdiri dari 3 lantai dievaluasi terhadap Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus dengan mengacu pada SNI beton yang berlaku (SNI 03 – 2847 – 2002), Struktur beton bertulang dievaluasi dengan mengaplikasikan konsep desain kapasitas (capacity design). Penerapan dari konsep desain kapasitas ini adalah demi terciptanya struktur yang berfilosofi kolom kuat balok lemah (strong columm weak beam).Dalam evaluasi, struktur diperhitungkan terhadap kapasitas lentur dua arah (biaxial bending) dengan mengambil tinjauan satu kolom dengan pembebanan terbesar, adanya bahaya pembesaran momen yang terjadi akibat dari kelangsingan penampang juga diperhitungkan sehingga didapat secara pasti apakah struktur masih memenuhi konsep kolom kuat balok lemah dengan menerapkan syarat sistem rangka pemikul momen khusus.Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kapasitas lentur kolom masih lebih besar dari kebutuhan momen lentur kolom sehingga struktur memenuhi kriteria kolom kuat balok lemah, namun lewat konfigurasi tulangan sengkang yang terpasang didapati bahwa kekuatan kolom untuk menerima geser tidak memenuhi syarat yang dibutuhkan berdasarkan ketentuan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus yang mensyaratkan penggunaan gaya geser rencana yang bukan berdasarkan gaya geser struktur portal namun berdasarkan pada momen–momen kapasitas ujung yang dibagi dengan tinggi bersih kolom sehingga menghasilkan gaya geser rencana yang lebih besar. Pada kasus ini, kolom yang ditinjau hanya memenuhi kriteria kolom kuat balok lemah secara lentur. Didapati juga bahwa kolom yang ditinjau mampu menahan keruntuhan akibat tekan. Hasil–hasil kapasitas momen kolom dituangkan dalam bentuk diagram interaksi kolom. Kata kunci: capacity design, strong column weak beam, biaxial bending
STUDI NUMERIK PERILAKU BALOK KASTELA TERHADAP VARIASI POSISI LUBANG DARI TUMPUAN Ente, Abdul Ahad Ghifar; Handono, Banu Dwi; Pangouw, Jorry D.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 7 (2017): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Material baja yang digunakan dalam bangunan memiliki kelebihan dibandingkan dengan material konstruksi lain dalam hal durability, fleksibilitas dan kualitas. Salah satu strategi optimasi adalah balok kastela (casstellated beam) yang dalam optimasi ini membuat ukuran profil lebih tinggi sehingga momen inersia menjadi lebih besar.  Hal ini akan meningkatkan tegangan lenturnya karena jarak dari garis netral ke bagian luar profil bertambah tanpa menambah berat sendiri dari profil tersebut. Balok kastela dimodelkan dalam setengah portal sebagai elemen balok-kolom dengan panjang balok 8 m. Tiga jenis profil yang digunakan adalah profil gunung garuda 300x100, 375x125, dan 450x150  divariasikan  jarak lubang dari tumpuan dengan rasio 0.55, 0.70, 0.85, 1.00, dan 1.15. Analisis perilaku balok kastela menggunakan program ANSYS Mechanical APDL sebagai 3D-FEM. Posisi lubang dari tumpuan mempengaruhi besarnya kapasitas balok kastela. Tegangan von mieses disekitar lubang di dekat tumpuan dan nilai lendutannya berkurang jika jarak lubang dari tumpuan semakin jauh. Dengan demikian pengaruh posisi lubang dari tumpuan harus diperhatikan untuk digunakan secara optimum, mengingat semakin jauh jarak lubang dari tumpuan maka berat sendiri  dari balok baja tersebut semakin besar.Kata Kunci : Castellated Beam, Finite Element Method, ANSYS, Kapasitas Lentur, Kapasitas Geser
ANALISA STATIK DAN DINAMIK GEDUNG BERTINGKAT BANYAK AKIBAT GEMPA BERDASARKAN SNI 1726-2012 DENGAN VARIASI JUMLAH TINGKAT Wantalangie, Revie O. F.; Pangouw, Jorry D.; Windah, Reky S.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 8 (2016): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diterapkannya SNI 1726-2012 sebagai standar yang baru telah menambah dan mengubah ruang lingkup tata cara perhitungan gempa menjadi lebih luas sehingga dapat mengikuti perkembangan zaman yang ada. Beban gempa dapat dianalisis secara statik maupun dinamik. Untuk analisa statik digunakan metode gaya lateral ekivalen, dan untuk analisa dinamik digunakan metode spektrum respons ragam. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil kedua metode tersebut, sehingga kita dapat mengetahui metode mana yang lebih optimal dalam merencanakan struktur gedung tahan gempa. Struktur gedung yang dimodelkan merupakan gedung beraturan, dengan jumlah tingkat yang divariasikan. Model struktur dibagi kedalam portal 5 tingkat, 10 tingkat, dan 15 tingkat. Penelitian ini menggunakan bantuan program SAP2000 v18 untuk mempermudah proses analisa gempa. Hasil penelitian yang akan dibandingkan adalah displacement antar tingkat dan base shear yang terjadi akibat gaya gempa. Hasil analisa telah menunjukkan bahwa analisa statik mengeluarkan hasil yang lebih besar untuk ketiga model struktur dibandingkan dengan analisa dinamik. Perbedaan displacement antar tingkat yang dihasilkan oleh kedua metode pada ketiga model struktur masih masuk dalam batasan displacement antar tingkat ijin yang disyaratkan dalam SNI 1726-2012, sehingga ketiga model masih bisa dianalisa dengan analisa statik dan analisa dinamik. Karena hasil displacement dan base shear pada analisa statik lebih besar dari analisa dinamik, maka analisa statik lebih aman jika digunakan untuk pembebanan gaya gempa dalam perhitungan struktur secara umum. Walaupun dalam analisa gempa, analisa dinamik merupakan analisa yang lebih akurat karena proses analisa yang lebih mendekati ke keadaan yang sebenarnya. Kata Kunci : SNI 1726-2012, analisa statik, analisa dinamik, SAP2000
EVALUASI PERBANDINGAN BENDA UJI BERBENTUK HOLLOWBRICK TERHADAP SILINDER Mentang, Janre Henry; Pangouw, Jorry D.; Khosama, Lelyani Kin; Wallah, Steenie E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 4 (2014): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hollow-brick merupakan elemen bahan bangunan yang digunakan sebagai fungsi dinding dimana keberadaannya hanya sebagai sekat. Berdasarkan bahan pembentuk, hollow-brick memiliki peranan dalam penambah kekakuan lateral suatu bangunan. Penelitian dilakukan untuk mengevaluasi kekuatan tekan terhadap ukuran benda uji hollow-brick. Penelitian menggunakan metode eksperimental di laboratorium berupa pembuatan benda uji hollow-brick, silinder dan kubus dengan variasi campuran yang dibuat adalah 1 Portland Cement (PC) : 4 pasir : 8 abu batu : 0,6 tras, selanjutnya 1 : 5 : 7 : 0,6;  1 : 6 : 6 : 0,6;  1 : 7 : 5 : 0,6;  1 : 8 : 4 : 0,6. Hasil penelitian menunjukan berat volume rata-rata hollow-brick kode campuran  VC.2, VC.3, VC.4, VC.5 berturut-turut sebesar 1608 kg/m3, 1593 kg/m3, 1611 kg/m3, 1627 kg/m3. Pemadatan benda uji hollow-brick jauh lebih padat dibandingkan benda uji lain sehingga menghasilkan kuat tekan lebih besar yakni kuat tekan pada umur 28 hari benda uji hollow-brick berkisar 3,39 - 5,10 MPa, silinder berkisar 0,92 – 2,04 MPa, dan kubus berkisar 0,74 – 1,05 MPa. Perbedaan cara pemadatan setiap benda uji menghasilkan beda kuat tekan besar. Persentase kuat tekan hollow-brick terhadap benda uji lain menunjukkan perbedaan yang sangat besar dimana persentase hollow-brick terhadap benda uji silinder umur 28 hari antara 219 – 391% dan persentase hollow-brick terhadap kubus umur 28 hari antara 415 – 538%. Klasifikasi mutu berdasarkan SK SNI S-04-1989-F yaitu menunjukan variasi campuran VC.1 tergolong pada mutu II sebagai tingkat mutu tertinggi dibandingkan variasi campuran  VC.3 VC.4 VC.5 tergolong pada mutu III dan VC.2 tergolong pada mutu IV sebagai tingkat mutu terendah. Kata kunci: Hollow-brick, Silinder, Kubus, Kuat Tekan