Abstrak. Penelitian ini bertujuan (1) Mendeskripsikan usahatani kentang di Kecamatan Kayu Aro Barat Kabupaten Kerinci. (2) Menganalisis pengaruh penggunaan input produksi terhadap produksi usahatani kentang di Kecamatan Kayu Aro Barat Kabupaten Kerinci. (3) Mengukur tingkat efisiensi teknis, alokatif, dan ekonomi di Kecamatan Kayu Aro Barat Kabupaten Kerinci. Data yang digunakan merupakan data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan 54 petani sampel menggunakan metode Simple Random Sampling. Analisis dilakukan dengan pendekatan Stochastic Frontier Analysis (SFA) untuk mengetahui tingkat efisiensi usahatani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Usahatani kentang umumnya dilakukan pada luas lahan rata-rata sebesar 1 ha per petani. Dosis pemupukan urea belum sesuai rekomendasi dengan rata-rata penggunaan pupuk urea sebesar 297 kg/ha/musim tanam, sementara penggunaan bibit kentang telah melebihi rekomendasi yaitu rata-rata penggunaan 1.546 kg/ha/musim tanam, penggunaan input yang telah sesuai rekomendasi yaitu pupuk organik 19.363 kg/ha. Rata-rata penggunaan herbisida adalah sebesar 3 liter/ha/musim tanam. Pengelolaan usahatani dilakukan dengan memakai tenaga kerja dalam kelurga dan luar keluarga dengan rata-rata 13 HOK/ha. Produktivitas hasil panen sekitar 15.539 kg/ha. Input produksi luas lahan, bibit, tenaga kerja, pupuk organik, pupuk urea, pupuk SP36 dan herbisida secara simultan berpengaruh signifikan terhadap produksi kentang dengan Adjusted R-squared sebesar 0.96. input produksi yang berpengaruh nyata adalah luas lahan, pupuk organik, pupuk urea dan herbisida. Input produksi yan berpengaruh tidak nyata adalah bibit, tenaga kerja dan pupuk SP36. (3) Penggunaan input produksi sudah mencapai efisien secara teknis dengan nilai rata-rata sebesar 0.8795 > 0,70, sedangkan untuk efisiensi alokatif dan ekonomi belum mencapai nilai minimum efisien (EA, EE < 0,7) dengan nilai rata-ratanya adalah EA = 0,2215 dan EE = 0,1934.