Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Selimut Aluminium Foil Terhadap Peningkatan Suhu Tubuh Pada Pasien Hipotermia Pasca Anestesi Di Recovery Room Di RSUD Ajibarang Diah Febri Cahyani; Roro Lintang Suryani; Tophan Heri Wibowo
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.221

Abstract

Hipotermia pasca anestesi sering terjadi dan dapat menyebabkan komplikasi seperti masalah jantung, infeksi, dan masa inap yang lebih lama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh selimut aluminium foil terhadap peningkatan suhu tubuh pada pasien hipotermia pasca-anestesi di RSUD Ajibarang. Penelitian ini menerapkan desain pra-eksperimen (one-group pre-test post-test) dengan sampel 20 responden yang diambil melalui purposive sampling. Data dikumpulkan lewat kuesioner dan observasi, lalu dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebanyak 95% responden (19 orang) mengalami hipotermia ringan. Berdasarkan uji Wilcoxon (p = 0,000), ditemukan adanya pengaruh signifikan dari penggunaan selimut aluminium foil. Kesimpulannya, selimut ini terbukti efektif dalam menaikkan suhu tubuh pasien pasca anestesi di RSUD Ajibarang.
Hubungan Hipotensi Dengan Kejadian Intraoperative Nausea And Vomiting (IONV) Pada Pasien Sectio Caesarea Dengan Anestesi Spinal Di RSUD Pandega Pangandaran Achmad Alfan Asyrofi; Martyarini Budi Setyawati; Roro Lintang Suryani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.237

Abstract

Hipotensi yang terjadi pada pasien Sectio Caesarea dengan anestesi spinal beresiko menyebabkan mual dan muntah yang disebabkan pengurangan aliran darah ke batang otak dan pengaruh pada Chemoreceptor Trigger Zone (CTZ). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan hipotensi dengan kejadian intraoperative nausea and vomiting (IONV) pada pasien Sectio Caesarea dengan anestesi spinal di Rsud Pandega Pangandaran. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 93 pasien Sectio Caesarea dengan anestesi spinal di RSUD Pandega Pangandaran. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antara hipotensi dan IONV. Dari 93 pasien, sebanyak 50 responden (53,8%) berusia 26–35 tahun dan 44 responden (47,3%) memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) dalam kategori Obesitas Tingkat I (25–29,9). Sebanyak 59 pasien (63,4%) mengalami hipotensi dan 24 pasien (25,8%) mengalami IONV. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang bermakna secara statistik antara hipotensi dan kejadian IONV (p = 0,019 atau <0,05). Berdasarkan hasil penelitian terdapat hubungan antara kejadian hipotensi dengan mual dan muntah intraoperatif (IONV) pada pasien Sectio Caesarea dengan anestesi spinal. Temuan ini menekankan pentingnya penatalaksanaan hipotensi untuk mencegah IONV.
Gambaran Cost Of Anesthesia Berdasarkan Jenis Anestesi, Jenis Pembedahan Dan Durasi Pembedahan Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soedirman Kebumen Kinara Ayu Armonica; Martyarini Budi Setyawati; Roro Lintang Suryani; Kevin Al Kautsar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.265

Abstract

Biaya anestesi merupakan salah satu komponen utama dalam operasional rumah sakit, teruntuk prosedur bedah, sehingga pengelolaannya penting untuk meningkatkan efisiensi layanan dan menjaga kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan mengidentifiksi komponen berdasarkan jenis anestesi yang digunakan (general anestesi, regional anestesi, dan lokal anestesi), jenis pembedahan (ringan, sedang, dan besar), dan durasi operasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Sampel terdiri dari 326 tindakan anestesi selama Februari 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya anestesi tertinggi terjadi pada pembedahan besar dengan GA (ETT) dan durasi >120 menit (Rp3.296.605,54), sedangkan biaya terendah pada pembedahan ringan dengan lokal anestesi dan durasi <60 menit (Rp395.997,00). Total biaya anestesi selama satu bulan mencapai Rp480.393.769,48. Biaya anestesi tergantung oleh jenis anestesi, jenis pembedahan, durasi operasi, dan faktor-faktor yag mempengaruhi biaya anestesi lainnya.
EDUKASI HIPERTENSI DAN PENGUKURAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DI PANTI WREDA BUDI DHARMA KASIH Putri Elviningsih Zendrato; Tophan Heri Wibowo; Roro Lintang Suryani
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 1 No. 4 (2024): Vol. 1 No. 4 Edisi Oktober 2024
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v1i4.301

Abstract

Elderly or elderly is the final stage of life characterized by physiological changes that are increasingly declining, one of which is in cardiovascular disease. Hypertension is a chronic condition characterized by increased blood pressure on the walls of arterial blood vessels. Based on a pre-survey at Panti Wreda Budi Dharma Kasih, it was found that more than half of the elderly experienced hypertension due to a lack of elderly knowledge about hypertension. This community service activity aims to educate the elderly about hypertension and invite the elderly to have a good lifestyle. This activity was carried out at Panti Wreda Budi Dharma Kasih attended by 27 participants. The PKM method is carried out by checking the blood pressure of the elderly using a sphygmomanometer and stethoscope. Screening of PKM participants is elderly people with a minimum age of 60 years who can hear and see. The provision of education is carried out by lecture method using power points containing the definition of hypertension and elderly causative factors and ways to prevent hypertension, then a question and answer session is held. Data collection on the level of knowledge was carried out using pre-education and post-education questionnaires. The results of this activity show an increase in knowledge in the elderly after providing education for 3 meetings.  
PERBEDAAN MEAN ARTERIAL PRESSURE (MAP) PADA GENERAL ANESTESI TIVA DAN SPINAL ANESTESI: STUDI DESKRIPSI Nur Kholiqin; Rahmaya Nova Handayani; Roro Lintang Suryani
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 1 No. 4 (2024): Vol. 1 No. 4 Edisi Oktober 2024
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v1i4.316

Abstract

Di dunia yang sempurna, anestesi umum akan memberikan sejumlah manfaat, termasuk induksi yang tenang, hilangnya kesadaran yang diperkirakan, keadaan intraoperatif yang stabil, efek samping yang sedikit, serta pemulihan refleks dan keterampilan motorik yang cepat dan tanpa rasa sakit. Sejak diperkenalkan pada praktik klinis, anestesi umum telah berevolusi dan berubah secara signifikan, bersama dengan anestesi intravena total (TIVA), kami menetapkan untuk membandingkan Mean Arterial Pressure (MAP) anestesi spinal dengan TIVA anestesi umum. Sebuah studi kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif adalah teknik analisis yang dipilih. Empat puluh orang berpartisipasi dalam penelitian ini sebagai bagian dari metode total sampling. Dari hasil penelitian, terlihat bahwa 28 pasien, atau 70% dari total pasien, termasuk dalam kelompok usia 19-45 tahun. Mayoritas pasien berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 27 (67,5%) pasien. Berdasarkan jenis pembedahan mayorits bedah umum sebanyak 22 (55%) pasien. Bredasarkan durasi pemebedahan mayoritas < 1 jam sebesar 22 (55%) pasien. Dan berdasarkan status fisik ASA mayoritas 24 (60%) pasien semua dari jumlah responden 40 pasien.Berdasarkan tingkat MAP dapat diketahui bahwa mayoritas pasien pada general anestesi TIVA mengalami tingkat MAP mayoritas nilai maximum 120 terdapat responden 8 (20%) repondendengan persentase sebesar 100%. Berdasarkan spinal anestesi tingkat MAP mayoritas nilai rata-rata 85,83 terdapat responden 15 (37,5%) dengan menunjukkan bahwa mayoritas pasien dengan pembiusan general anestesi dan spinal anestesi tidak mengalami perubahan MAP atau perubahan hemodinamik yang segnifikan di rumah sakit dedy jaya. Tingkat Mean Arterial Pressure (MAP) berdasarkan sebelum dilakukan pembiusan dan sesuadah pembiusan Sebelum dilakukan pembiusan Variabel MAP dari reponden 40 didapatkan nilai standar deviasi 13,190 lebih kecil dari pada mean yaitu 87.65 artinya sebaran data semakin mendekatin nilai mean. Nilai maksimum dan minimum dari variabel ini adalah 48 dan 108.