Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Peningkatan Kreativitas Mahasiswa melalui Model Pembelajaran Brainstorming pada Mata Kuliah Pengantar Geografi di Universitas Pasir Pengaraian Ike Betria; Romika Rahayu
Jurnal Edu Research Vol. 9 No. 2 (2020): Jurnal Edu Research
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.967 KB) | DOI: 10.30606/jer.v9i2.699

Abstract

Berdasarkan hasil observasi pada kelas pengantar geografi di Prodi Pendidikan IPS UniversitasPasir Pengaraian menunjukkan rendahnya kreativitas mahasiswa, sehingga penelitian ini bertujuanuntuk mendapatkan informasi dan mengemukakan peningkatan kreativitas mahasiswa melaluimodel pembelajaran Brainstorming pada mata kuliah pengantar geografi di Prodi Pendidikan IPSUniversitas Pasir Pengaraian. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah PenelitianTindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan pada bulan Mei tahunajaran 2018/2019. Penelitian dilakukan sebanyak dua siklus, siklus I dan II dilaksanakan sebanyakdua kali pertemuan dengan prosedur penelitian terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi danrefleksi. Subjek penelitian adalah mahasiswa pengantar geografi Prodi Pendidikan IPS UniversitasPasir Pengaraian yang berjumlah 27 mahasiswa. Instrumen pengumpulan data yang digunakanberbentuk lembar observasi, angket, wawancara dan catatan lapangan. Data dianalisis secaradeskriptif dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan jumlah rata-rata kreativitas mahasiwa jugamengalami peningkatan dengan persentase rata-rata pada siklus I pertemuan pertama adalah57,41%, pada pertemuan kedua rata-ratanya 75% dan mengalami peningkatan yang signifikan padasiklus II pertemuan pertama dengan rata-rata 80,25% meningkat pada pertemuan kedua denganpersentase rata-rata 89,81%. Dengan demikian penerapan model Brainstroming dapatmeningkatkan dan kreativitas mahasiswa pada mata kuliah pengantar geografi Prodi Pendidikan IPSUniversitas Pasir Pengaraian.
AN ANALYSIS OF CODE-SWITCHING IN STUDENTS’ VOICE CHAT AT GRADE XI IN SMAN I BANGUN PURBA Wirda Jannatul Janah; Ike Betria
Jurnal Edu Research Vol. 10 No. 2 (2021): Jurnal Edu Research
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.599 KB) | DOI: 10.30606/jer.v10i2.1169

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui alih kode menggunakan voice chat siswa di kelas XI SMAN I Bangun Purba. Penelitian ini difokuskan pada ucapan-ucapan dari Indonesia - kode bahasa Inggris beralih di voice chat. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif yang menggambarkan penekanan pada detail alih kode di voice chat siswa. Instrumen penelitian ini adalah observasi yang dikumpulkan dari percakapan siswa. Peneliti menggunakan sampel dengan teknik total sampling. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: siswa cenderung menggunakan antar-sentential switching (32,85%), dan intra-sentensial switching (67,14%).
KONFLIK PERAN GANDA DAN STRES KERJA PADA KARYAWAN PEREMPUAN Tri Yulian Pratiwi; Ike Betria
Jurnal Ilmiah Cano Ekonomos Vol. 10 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah Cano Ekonomos
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/cano.v10i2.1127

Abstract

Di era globalisasi seperti sekarang ini, yang berperan sebagai seorang pekerja tidak hanya laki-laki saja tapi banyak perempuan yang juga bekerja. Hampir sebagian besar perempuan di Indonesia memiliki peran ganda yaitu selain sebagai seorang ibu dan istri bagi keluarganya juga merupakan seorang karyawan disebuah kantor atau perusahaan dan hal tersebut tidak menutup kemungkinan bahwa akan semakin banyak juga karyawan perempuan yang akan mengalami stres dalam bekerja. Dengan melihat latar belakang seperti di atas maka penulis tertarik untuk mengangkat judul penelitian Konflik Peran Ganda dan Stres Kerja pada karyawan perempuan.metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan kuesioner. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang dilakukan oleh peneliti memperoleh (r) = 0,312 dan p = 0,007 (p < 0,01). Berdasarkan hasil penelitian, terbukti bahwa hipotesis dalam penelitian ini sesuai dengan hasil yang didapatkan yaitu konflik peran ganda memiliki hubungan positif yang signifikan dengan stres kerja.
PEWARISAN SEJARAH DAN KEBUDAYAN MELAYU ROKAN HULU Cicilia Melinda; Ryan Prayogi; Welven Aida; Ilham Rahmawati; Hardianto Hardianto; Ike Betria
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i1.365-373

Abstract

Sejarah dan kebudayaan lokal perlu diajarkan kepada generasi muda di setiap daerah agar sejarah dan kebudayaan lokal tidak hilang ditelan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dan masuknya budaya asing ke indonesia, sebab sejarah dan budaya merupak ciri khas negara Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku dan budaya yang memiliki keunikan sendiri-sendiri, kebudayaan Indonesia berasal dari kebudayaan daerah dan kebudayaan local masing-masing provinsi di Indonesia. Daerah Rokan Hulu, Provinsi Riau, memiliki multi kultural yang terdiri dari berbagai macam suku, namun di dominasi oleh suku melayu yang merupakan suku asli di provinsi Riau. Dan juga rokan hulu memiliki banyak situs sejarah yang belum banyak diketahui baik oleh masyarakat rokan hulu.untuk itu dilakukan pengabdian masyarakat tentang pelestarian sejarah dan kebudayaan melayu bagi mahasiswa pendidikan IPS, fakultas keguruan dan ilmu pendidikan, universitas pasir pengaraian.
PEWARISAN SEJARAH DAN KEBUDAYAN MELAYU ROKAN HULU Cicilia Melinda; Ryan Prayogi; Welven Aida; Ilham Rahmawati; Hardianto Hardianto; Ike Betria
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i1.365-373

Abstract

Sejarah dan kebudayaan lokal perlu diajarkan kepada generasi muda di setiap daerah agar sejarah dan kebudayaan lokal tidak hilang ditelan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dan masuknya budaya asing ke indonesia, sebab sejarah dan budaya merupak ciri khas negara Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku dan budaya yang memiliki keunikan sendiri-sendiri, kebudayaan Indonesia berasal dari kebudayaan daerah dan kebudayaan local masing-masing provinsi di Indonesia. Daerah Rokan Hulu, Provinsi Riau, memiliki multi kultural yang terdiri dari berbagai macam suku, namun di dominasi oleh suku melayu yang merupakan suku asli di provinsi Riau. Dan juga rokan hulu memiliki banyak situs sejarah yang belum banyak diketahui baik oleh masyarakat rokan hulu.untuk itu dilakukan pengabdian masyarakat tentang pelestarian sejarah dan kebudayaan melayu bagi mahasiswa pendidikan IPS, fakultas keguruan dan ilmu pendidikan, universitas pasir pengaraian.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS VII DI SMP N 1 KEPENUHAN Ema Wati; Ike Betria; Ilham Rahmawati
Bakoba : Journal of Social Science Education Vol. 5 No. 2 (2025): BAKOBA : Jurnal Social Scient Education
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/bakoba.v5i2.4249

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar IPS siswa SMP Negeri 1 Kepenuhan disebabkan oleh model pembelajaran konvensional (ceramah). Tujuan penelitian untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas VII Di SMP Negeri 1 Kepenuhan. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas VII yang berjumlah 126 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII.1 dan VII.2 yang berjumlah 42 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa data nilai Pre-test dan post-test berdistribusi normal dan variansnya homogen. Rata-rata nilai pre-test kelas eksperimen adalah 38,41 dan kelas kontrol 38,68. Rata-rata nilai post-test kelas eksperimen 54,33 dan kelas kontrol 68,72. Hasil penelitian dihitung dengan menggunakan rumus t-test dengan hasil thitung > ???????????????????????? = 15,93 >2,021, yang artinya terdapat pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas VII Di SMP Negeri 1 Kepenuhan. Saran dalam penelitian ini, bagi sekolah Model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dapat digunakan sebagai informasi yang berharga bagi sekolah, karena sekolah dapat melaksanakan model, metode pembelajaran dan strategi pembelajaran efektif yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
NILAI-NILAI TRADISI MAPATI ADAT JAWA DI DESA AIR PANAS KECAMATAN PENDALIAN IV KOTO KABUPATEN ROKAH HULU Ike Betria; Ilham Rahmawati; Ida Bahagia Wati
Bakoba : Journal of Social Science Education Vol. 5 No. 2 (2025): BAKOBA : Jurnal Social Scient Education
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/bakoba.v5i2.4250

Abstract

Berdasarkan latar belakang penelitian ini adalah masih banyak masyarakat Jawa di Desa Air Panas yang masih melaksanakan tradisi mapati tetapi masyarakat tersebut dan generasi-generasi mudanya tidak mengetahui apa saja nilai-nilai yang terkandung di dalam pelaksanaan tradisi mapati . Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja Nilai-Nilai Tradisi Mapati pada Adat Jawa di Desa Air Panas Kecamatan Pedalian IV Koto Kabupaten Rokan Hulu Hulu . Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode etnografi. Subjek dalam penelitian ini adalah masyarakat Jawa Desa Air Panas Kecamatan Pedalian IV Koto. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling-non probalistic. Adapun informan dalam peneliti ini adalah 3 tokoh agama, 6 tokoh adat dan 12 masyarakat Jawa yang mengetahui tentang nilai-nilai dalam tradisi mapati ini. Total keseluruhan informan dalam penelitian ini berjumlah 21 masyarakat. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sedangkan tekhnik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber metode. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa terdapat 4 pada tradisi mapati yaitu nilai material, nilai kerohanian, nilai sosial dan nilai kebudayaan.
NILAI-NILAI KESENIAN REOG PONOROGO MASYARAKAT DESA BANGUN JAYA KECAMATAN TAMBUSAI UTARA KABUPATEN ROKAN HULU Nor Hazwindi; Welven Aida; Ike Betria
Bakoba : Journal of Social Science Education Vol. 5 No. 2 (2025): BAKOBA : Jurnal Social Scient Education
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/bakoba.v5i2.4251

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai yang terkandung di dalam kesenian Reog Ponorogo di Desa Bangun Jaya. Reog Ponorogo Krido Budoyo merupakan suatu pertunjukkan hiburan rakyat yang di dalam kesenian ini penari pertama menggunakan kepala singa dengan hiasan bulu merak, dengan berat topeng mencapai 50-60 Kg, dengan diiringi beberapa penari bertopeng dan berkuda lumping dan reog asli dari Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Jenis pendekatan dalam penelitian ini adalah etnografi. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan dalam peneliti ini berjumlah 48 orang yang merupakan tokoh agama, tokoh adat dan masyarakat Jawa yang mengetahui tentang nilai-nilai dalam kesenian dan upaya pelestarian reog ponorogo. Teknik pengambilan informan dengan teknik purposive sampling-non probalistic. Hasil penelitian menunjukkan adanya Nilai-nilai yang terkandung didalam kesenian reog ponorogo di Desa Bangun Jaya Kecamatan Tambusai Utara terdapat lima nilai yaitu 1) nilai estetika; 2) nilai moral; 3) nilai sosial; 4) Nilai isi; dan 5) Nilai penampilan. Kesimpulannya, Reog bukan hanya sekadar pertunjukan seni, tetapi juga cerminan nilai- nilai luhur seperti kebersamaan, gotong royong, dan semangat pantang menyerah. Pelestarian Reog juga berarti menjaga warisan budaya tak benda yang diwariskan turun temurun, serta memperkuat identitas lokal dan nasional.
PENGARUH PENGGUNAAN GADGET TERHADAP PERILAKU SOSIAL REMAJA DI DESA PAGARAN TAPAH Rahma Jelita; Ilham Rahmawati; Ike Betria
Bakoba : Journal of Social Science Education Vol. 5 No. 2 (2025): BAKOBA : Jurnal Social Scient Education
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/bakoba.v5i2.4252

Abstract

Latar Belakang penelitian ini adalah rendahnya perilaku sosial remaja di Desa Pagaran Tapah yang salah satu faktornya disebabkan oleh penggunaan gadget. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Penggunaan Gadget Terhadap Perilaku Sosial Remaja di Desa Pagaran Tapah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Regresi Linear Sederhana. Populasi dalam penelitian ini seluruh remaja Desa Pagaran Tapah dengan menggunakan Teknik Rendom Sampling. Sumber data diperoleh dari data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Penggunaan Gadget berpengaruh signifikan terhadap Perilaku Sosial. Hal ini dibuktikan dengan hasil perhitungan uji t sebesar -2.284, sedangkan pada uji t tabel adalah 1690 pada tarif signifikan 5% yang berarti bahwa Ha diterima. Selain itu juga diperoleh persamaan regresi Y=111.859 + (-0.325) maka hipotesis HO ditolak. Jadi perilaku sosial dipengaruhi Penggunaan Gadget dapat dilihat dari koefisien derminasi, bahwa besarnya pengaruh variabel X terhadap variabel Y sebesar 46,7%. Berdasarkan keputusan tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan gadget terhadap perilaku sosial sebesar 46,7% dan 53,3% dipengaruhi faktor lainnya.
UPAYA PELESTARIAN TRADISI NYALANG MONYALANG PADA MASYARAKAT CIPANG KIRI HULU KECAMATAN ROKAN IV KOTO KABUPATEN ROKAN HULU Fradila Fradila; Ike Betria; Welven Aida
Bakoba : Journal of Social Science Education Vol. 5 No. 1 (2025): BAKOBA : Jurnal Social Scient Education
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/bakoba.v5i1.4259

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah masalah Upaya Pelestarian Tradisi Nyalang- Monyalang Di Desa Cipang Kiri Hulu Kecamatan Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah (1) Bagaimana Proses Tradisi Nyalang-Monyalang Pada Masyarakat Cipang Kiri Hulu Kecamatan Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu. (2) Bagaimana Upaya Pelestarian Tradisi Nyalang Monyalang Pada Masyarakat Cipang Kiri Hulu Kecamatan Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode etnografi. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat suku Melayu yang mengetahui dan melaksanakan tradisi nyalang-monyalang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 20 orang dengan menggunakan teknik snowball sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa 1) Proses nyalang-monyalang ini ada enam proses yaitu : boarak, silek, sombah-menyombah, pidato adat, makan bojamba, dan panjat pinang. 2) Dalam tradisi nyalang- monyalang upaya pelestarian tradisi yang dapat dilakukan ada beberapa upaya yaitu dari kelurga, ninik mamak dan masyarakat. Keluarga merupakan tempat utama dalam memberikan pengajaran kepada anak, dalam keluarga di berikan pemahaman mengenai rasa cinta budaya tradisi yang ada dan sudah menjadi tradisi turun temurun. Selain dari keluarga, ninik mamak juga memiliki peran dalam upaya pelestarian tradisi. Sebagai pemimpin, ninik mamak menjadi panutan bagi anak kemenakan dan masyarakat, maka dari itu ninik mamak memberikan contoh dan perilaku yang mengajak serta memberikan akses kepada anak kemenakan untuk belajar dan memaknai arti dari tradisi nyalang-monyalang. Dibutuhkan juga masyarakat yang turut serta membantu dan mengikuti tradisi nyalang-monyalang dan membangun rasa peduli terhadap tradisi ini.