Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMBUKUAN PADA UKM GALERI BAN Febrina Nafasati Prihantini; Dian Indudewi; Alfa Vivianita
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 2 No. 1: Januari 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kharakteristik dari perusahaan kecil adalah masih banyak kendala yang dihadapi ini baik dari aspek produksi maupun manajemen usahanya. Permasalahan pada aspek manajemen usahanya yang selalu menjadi permasalahan adalah mengenai pembukuan atas hasil usahanya. Begitu pula yang dialami oleh UKM Galeri Ban yang berada di Kelurahan Tlogosari Kulon Kecamatan Pedurungan. Dimana Usaha Galeri Ban masih merupakan usaha skala kecil yang juga memiliki kendala dalam hal manajemen, khususnya dalam hal pencatatan hasil usahanya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka dilaksanakan kegiatan pengabdian bagi masyarakat yang memberikan memberikan penyuluhan dan praktek mengenai pencatatan terhadap operasional usahanya. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pelaku UKM memiliki pemahaman mengenai pentingnya pencatatan operasional usahanya dengan menggunakan buku kas dan dilakukan secara rutin. Dan harapan pelaku UKM memiliki kemauan untuk mengimplementasikannya
AKUNTABILITAS PENGGUNAAN DANA ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH Dian Indudewi; Febrina Nafasati; Bambang Sudarmanto; Antonius Dwijo Putranto
Owner : Riset dan Jurnal Akuntansi Vol. 7 No. 2 (2023): Research Artikel Volume 7 Issue 2: Periode April 2023
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/owner.v7i2.1370

Abstract

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membentuk jaring pengaman sosial (JPS) dan jaring pengaman ekonomi (JPE) untuk meminimalisir dampak pandemi covid-19 terhadap masyarakat. Pemberian JPS dan JPE menuntut adanya realokasi dan refocusing anggaran karena pandemi covid-19 terjadi saat angaran tahun berkenaan telah berjalan. Realokasi dan refocusing anggaran ini membawa perubahan besar terhadap mekanisme anggaran pemerintah daerah dimana belanja darurat covid-19 dapat dilakukan melalui mekanisme Belanja Tidak Terduga (BTT). Penggunaan dana untuk bencana/kondisi darurat rawan dengan penyelewengan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akuntabilitas penggunaan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk penanganan Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif melalui studi dokumen dan wawancara. Studi dokumen mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku dan teori institusional. Wawancara mengacu pada hasil wawancara peneliti dengan 4 (empat) informan dari 4 (empat) Organisasi Perangkat Daerah yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan dan pertanggungjawaban dana APBD telah akuntabel. Hal ini ditunjukkan melalui kesesuaian proses penganggaran dan pertanggungjawaban dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hasil wawancara dengan keempat informan menunjukkan hal yang sama. Berdasarkan uraian jawaban dari keempat informan, dapat disimpulkan bahwa proses alokasi dan refocusing anggaran serta pertanggungjawabannya telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Hasil analisis juga memperkuat penerapan teori institusional dalam konteks pemerintahan. Kata Kunci : anggaran, realokasi, refocusing, akuntabilitas
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENGELOLAAN KEUANGAN UNTUK USAHA YANG MEMILIKI LEBIH DARI SATU JENIS USAHA SECARA EFEKTIF Febrina Nafasati Prihantini; Dian Indudewi; Alfa Vivianita; Anantya Roestanto
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 6 (2026): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Juni 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v3i6.2626

Abstract

Seiring dengan perkembangan pesat dunia bisnis, semakin banyak pelaku usaha yang memilih untuk mendiversifikasi jenis usaha yang mereka jalankan. Diversifikasi usaha, yang mencakup pengelolaan lebih dari satu bidang usaha, seringkali dipilih dengan tujuan untuk mengurangi risiko, memperluas pasar, dan meningkatkan potensi keuntungan. Pengelolaan yang tidak optimal dapat memengaruhi keberlanjutan dan pertumbuhan bisnis secara keseluruhan. Tanpa adanya pemisahan yang jelas antara arus kas masing-masing usaha, pelaku UMKM dapat kesulitan dalam memantau kesehatan finansial dari setiap usaha yang mereka kelola. Mengingat pentingnya aspek pengelolaan keuangan yang terstruktur, pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan bagaimana melakukan pengelolaan keuangan pada usaha yang memiliki lebih dari satu jenis usaha. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah pelaku usaha memiliki pemahaman yang baik bahwa perlu adanya pegelolaan keuangan yang terpisah untuk masing-masing jenis usaha yang dijalankan. Pemisahan ini bertujuan agar diperoleh informasi yang akurat terkait keuntungan yang dimiliki oleh masing-masing usaha sebagai landasan untuk proses pengambilan keputusan.