Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Medical Scope Journal (MSJ)

Pengaruh Kebisingan terhadap Ambang Pendengaran Karyawan Arena Bermain Septianingsih, Cintia P.; Palandeng, Ora Et Labora I.; Pelealu, Olivia C. P.
Medical Scope Journal Vol 1, No 2 (2020): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.1.2.2020.27717

Abstract

Abstract: Noise at a certain level and time can cause human health problems and environmental discomfort. These conditions occur if the noise intensity exceeds the threshold level related to time and place. This study was aimed to obtain the influence of noise intensity at work to hearing disturbance among the employees of game arenas. This was an analytical study with a cross-sectional design. Data were obtained by questionnaire filling, noise measurement by using a sound level meter, physical examination, and auditory function examination by using audiometry and then were analyzed by using the Fisher exact test. There were three game arenas in this study, as follows: Amazing Zone Star Square Manado, Amazone, and Timezone Manado Town Square. The results showed that there were 18 respondents in this study. The mean noise intensity at the game arenas were 85.5 dBA at Timezone, 89.8 dBA at Amazone, and 85.4 dBA at Amazing Zone. Hearing disturbance was found ian 72% of the total employees. The Fisher exact test showed a p-value of 0.294 (p>0.05) for the influence of noise intensity to hearing disturbance. In conclusion, the noise intensity at the game arenas did not affect the hearing threshold of the game arena employees.Keywords: noise, hearing threshold, playing area employees Abstrak: Kebisingan dalam tingkat dan waktu tertentu dapat menimbulkan gangguan kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan. Hal ini terjadi jika intensitas bising melebihi nilai ambang batas yang ditetapkan berdasarkan waktu dan tempatPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hubungan antara intensitas kebisingan di tempat kerja dengan gangguan fungsi pendengaran pada karyawan arena bermain. Jenis penelitian ialah analitik dengan desain potong lintang. Data diperoleh melalui pengisian kuisioner, pengukuran kebisingan dengan sound level meter, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan fungsi pendengaran dengan audiometri. Analisis data menggunakan uji Fisher exact. Terdapat 3 arena bermain yang diikutsertakan dalam penelitian ini, yaitu: Amazing Zone Star Square Manado, Amazone, dan Timezone Manado Town Square. Hasil penelitian mendapatkan intensitas kebisingan arena bermain sebagai berikut: Timezone 85,5 dBA, Amazone 89,8 dBA, dan Amazing Zone 85,4 dBA. Gangguan pendengaran didapatkan pada 72% dari total responden. Hasil uji Fisher exact mendapatkan nilai p=0,294 (p>0,05) untuk pengaruh kebisingan terhadap gangguan pendengaran. Simpulan penelitian ini ialah kebisingan di arena bermain tidak memengaruhi ambang pendengaran karyawan arena bermain.Kata kunci: bising, ambang pendengaran, karyawan arena bermain
Profil Gangguan Pendengaran Berdasarkan Pemeriksaan Audiometri di Instalasi Rawat Jalan Telinga Hidung Tenggorok dan Bedah Kepala Leher RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Firdaus, Septiana; Pontoh, Valentini M.; Pelealu, Olivia C. P.
Medical Scope Journal Vol. 7 No. 1 (2025): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.v7i1.53643

Abstract

Abstract: Hearing loss is a person's inability to hear sound in one or both ears in either part of the auditory system or the whole. Hearing loss can occur in all age groups due to organ structure damage or certain medical conditions. This study aimed to obtain the profile of outpatiens’ hearing loss based on audiometry examination at Installation of Ear Nose Throat and Head Neck Surgery Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital. This was a retrospective and descriptive study with a cross sectional design. The results showed that there were 207 patients with hearing loss based on audiometry examination. The highest number of cases was in 2022 (59%). Hearing loss was more frequently experienced by males (55%), and occured at the age of 20-60 years (57%). Symptoms that arised in hearing loss patients include decreased hearing, ear pain, difficulty in communicating, and tinnitus. The most common type of hearing loss was conductive hearing loss (CHL) (43.6%). In conclusion, hearing loss is often experienced by male patients, and occurs at the age of 20-60 years. The most common causes of hearing loss are untreated wax buildup in the ear canal and exposure to high-intensity noise. Using audiometric examination can determine advanced management according to the type of hearing loss. Keywords: hearing process; hearing loss; audiometry   Abstrak: Gangguan pendengaran merupakan ketidakmampuan seseorang untuk mendengarkan suara pada salah satu atau kedua telinga baik pada sebagian sistem pendengaran atau keseluruhan. Gangguan pendengaran dapat terjadi pada semua kelompok usia, akibat kerusakan struktur organ atau kondisi medis tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan profil gangguan pendengaran berdasarkan pemeriksaan audiometri di Instalasi Rawat Jalan Telinga Hidung Tenggorok dan Bedah Kepala Leher RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou tahun 2020-2022. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif dengan desain potong lintang. Hasil penelitian mendapatkan sampel 207 penderita gangguan pendengaran yang dilakukan pemeriksaan audiometri. Penderita terbanyak pada tahun 2022 (59%).  Gangguan pendengaran lebih sering dialami oleh laki-laki dengan total 114 kasus (55%), dan terjadi pada usia 20-60 tahun sebanyak 117 kasus (57%). Gejala yang sering timbul pada penderita gangguan pendengaran antara lain penurunan pendengaran, nyeri telinga, sulit berkomunikasi, dan telinga berdenging. Jenis gangguan pendengaran tersering yaitu conductive hearing loss (CHL) (43,6%). Simpulan penelitian ini ialah gangguan pendengaran sering dialami oleh laki-laki dan terjadi pada usia 20-60 tahun. Penyebab tersering gangguan pendengaran yaitu penumpukan serumen pada saluran telinga dan paparan dari kebisingan intensitas tinggi. Dengan pemeriksaan audiometri maka dapat ditentukan manajemen lanjutan sesuai jenis gangguan pendengaran. Kata kunci: proses mendengar; gangguan pendengaran; audiometri