Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS BUDAYA KESELAMATAN PASIEN BERBASIS HSOPSC (HOSPITAL SURVEY ON PATIENT SAFETY CULTURE) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN RUMAH SAKIT DI KABUPATEN KARANGANYAR Anggi Napida Anggraini
Jurnal Admmirasi Vol 6 No 2 (2021): December
Publisher : Program Studi Magister Manajemen Rumah Sakit, Jenjang Pasca Sarjana (S2), Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47638/admmirasi.v6i2.200

Abstract

Gerakan keselamatan pasien menjadi salah satu goal dari akreditasi rumah sakit JCI (Joint Commission International) merupakan program pemerintah Indonesia sebagai acuan bagi rumah sakit untuk melaksanakan sistem keselamatan pasien sesuai standar yang ditetapkan. Rumah sakit dipaksa memiliki upaya untuk melakukan tindakan yang bersifat preventif untuk mencegah terjadinya medical error yang berkaitan dengan keselamatan pasien, maka manajemen rumah sakit perlu menciptakan serta membangun budaya keselamatan pasien. Di Indonesia, laporan insiden Keselamatan Pasien menemukan adanya pelaporan kasus KTD (14,41%) dan KNC (18,53%) yang disebabkan karena proses atau prosedur klinik (9,26 %), medikasi (9,26%), dan Pasien jatuh (5,15%) (KKP RS, 2011). Rumah Sakit di Kabupaten Karanganyar merupakan RSU Tipe C yang berada di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki kewajiban menerapkan Keselamatan Pasien di seluruh area pelayanan, sejak tahun 2012 the Joint Commission mengeluarkan standar akreditasi yang berlaku secara global untuk rumah sakit yang menekankan serta fokus pada pasien yaitu Standar Joint Commission International (JCI). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Budaya Keselamatan Pasien Berbasis HSOPSC (Hospital Survey On Patient Safety Culture) Di Rumah Sakit di Kabupaten Karanganyar. Dengan menggunakan pendekatan mixed methods research yaitu metode kuantitatif dan kualitatif. Sampel pada penelitian ini adalah perawat dan bidan yang memiliki masa kerja >1 tahun, tehnik sampling menggunakan total sampling. Responden pada kualitatif menggunakan 3 responden dari TIM KPRS. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit di Kabupaten Karanganyar pada bulan April – Agustus 2020, Analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan analisis konten dengan triangulasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan budaya keselamatan pasien di Rumah Sakit di Kabupaten Karanganyar sudah terlaksana dengan baik dan memiliki budaya keselamatan pasien yang kuat (92,8%). Hambatan dalam pelaksanaan budaya keselamatan pasien antara lain beban kerja tenaga kesehatan, blaming culture, dan dukungan manajemen yang masih perlu dioptimalkan lagi.
Penguatan Manajemen Pelayanan Kesehatan untuk Meningkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan dengan Model HOT-FIT Oliva Virvizat Prasastin; Aulia Siti Nur Rahmah; Anggi Napida Anggraini; Anggi Putri Aria Gita; Nella Tri Surya; Sufina Pinto; Deonisio Da Costa
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jabdimas.v8i1.7390

Abstract

Rumah Sakit Nasional Guido Valadares, Timor Leste secara fungsional dijalankan oleh Kementerian Kesehatan menyimpulkan bahwa kapasitas manajemen di semua tingkatan sangat rendah, dengan manajer tingkat atas dan menengah tidak memiliki kompetensi yang sesuai dengan bidangnya. Akibatnya, organisasi kerja menjadi sangat buruk, begitu pula kualitas pengendalian dan pengawasannya. Manajemen menengah dan staf umumnya kehilangan motivasi. Di sisi lain RS PKU Muhammadiyah Karanganyar merupakan salah satu RS yang paling unggul di kabupaten Karanganyar dari semua rumah sakit. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan fasilitas pelayanan kesehatan melalui penguatan pelayanan kesehatan menggunakan pendekatan HOT-FIT. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat menggunakan metode presentasi dan diskusi. Selain itu diberikan evaluasi kegiatan melalui pretest dan post-test yang dilaksanakan melalui Webinar Series pada hari Kamis, 30 Mei 2024 pukul 09.00 WIB. Jumlah peserta dalam kegiatan ini sejumlah 37 peserta dari RS PKU Muhammadiyah Karanganyar maupun dari RS Guido Valadares Nasional Timor Leste. Berdasarkan hasil pretest dan posttest yang dilakukan didapatkan bahwa pengetahuan dan pemahaman peserta mengalami peningkatan yang signifikan dengan selisih rata-rata skor peserta atau nilai mean berdasarkan hasil uji statistic  paired sample t-test sebesar 7,29. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan topik penguatan manajemen pelayanan kesehatan  untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dapat dikatakan efektif yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman melalui nilai Sig. (2-tailed 0,000) berdasarkan hasil uji statistic  paired sample t-test.