Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengaruh Limbah Lumpur Aktif PT.Sarihusada terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai Rawit (Capsicum Frustescens L) Dan Tomat (Lycopersicon Esculentum Mill) Chintya Putri; Sri Nurhatika
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.772 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.20530

Abstract

Pengolahan limbah dengan aerobic activated sludge merupakan proses biologis menggunakan mikroorganisme untuk mendegradasi bahan-bahan organik yang terkandung dalam limbah cair. Endapan lumpur yang dihasilkan dari proses aerobic inilah yang mempunyai potensi untuk digunakan kembali sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik apabila mengandung bahan organik seperti N, P, dan K. Berdasarkan hasil uji laboratorium didapatkan N 3.82% P1.03% K0.06%. Tujuan penelitian ini adalah menguji untuk mengetahui pengaruh limbah susu yang berupa lumpur aktif terhadap pertumbuhan tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens) dan tomat (Lycopersicon esculentum Mill). Parameter yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman, panjang akar, diameter batang, jumlah daun dan berat kering tanaman sebagai parameter ukur pertumbuhan. Hasil dari penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa limbah susu lumpur aktif PT. Sarihusada tidak berpengaruh pada pertumbuhan tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens) dan tomat (Lycopersicon esculentum Mill)baik tinggi (cm), diameter batang (mm), jumlah daun, panjang akar (cm).
Uji Potensi Fermentasi Etanol Beberapa Yeast yang Diisolasi dari Daerah Malang, Jawa Timur dengan Metode SDN (Soil Drive Nutrient) Sabrina Firrar Rahmana; Sri Nurhatika; Anton Muhibuddin
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.485 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.20630

Abstract

Eksplorasi yeast sebagai agen biofermentor masih sangat kurang padahal yeast memiliki potensi yang amat baik dalam mengubah glukosa menjadi etanol. Yeast tanah merupakan salah satu jenis yeast yang berpotensi tinggi sebagai agen biofermentor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi isolat yeast tanah yang telah diisolasi menggunakan metode SDN (Soil Drive Nutrient) dari Malang, Jawa Timur dan untuk mengetahui konsentrasi glukosa terbaik dalam memproduksi etanol. Konsentrasi glukosa yang digunakan ialah 10%, 15% dan 20%. Terdapat 5 isolat yeast yang akan digunakan yaitu Candida sp. 1., Candida sp.2., Lindnera, Kloeckera sp dan Debaryomyces sp. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa isolat yang berpotensi dalam memproduksi etanol ialah Kloeckera sp. dan Debaryomyces sp.. Pada isolat Kloeckera sp. optimum dalam menghasilkan etanol pada konsentrasi glukosa 20% yakni sebesar 30,75% pada jam ke-72. Sedangkan isolat Debaryomyces sp. mampu menghasilkan etanol secara optimum pada konsentrasi glukosa 15% yakni sebesar 22,95% pada jam ke 24-48.
Peran VAM (Vesicular Arbuscular Mycorrhiza) terhadap Aktivitas Fotosintetik dan Produksi Osmoprotektan pada Tanaman Kedelai (Glycine Max L.) di Tanah Kering Lailatus Saidah; Sri Nurhatika; Anton Muhibuddin
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.032 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.37056

Abstract

Kedelai (Glycine max) merupakan tanaman yang membutuhkan air cukup banyak terutama pada stadium awal pertumbuhan, masa berbunga dan pembentukan serta pengisian polong. Pada  umumnya kedelai di Indonesia ditanam  pada lahan yang berpotensi mengalami keterbatasan air yang dapat menyebabkan terhambatnya pertumbahan tanaman karena selain menghambat proses fotosintesis juga dapat menghambat proses penyerapan hara dari dalam tanah oleh akar tanaman. Oleh karena itu dibutuhkan agen biologi untuk dapat membantu penyerapan hara yang dibutuhkan tanaman dalam kondisi tercekam dengan menggunakan mikoriza. Tujuan dari penelitian ini adalah dapat mengetahui pengaruh pemberian mikoriza vesikular arbuskular dengan dosis mikoriza sebanyak 2 gram, 4 gram, 6 gram, 8 gram, 10 gram, dan juga kontrol pada tanaman kedelai yang tercekam kekeringan dengan melakukan pengujian pada aktivitas fotosintetik, dan produksi osmoprotektan pada tanaman kedelai di tanah dengan kadar air rendah.Hasil yang didapat yakni pemberian mikoriza memberikan dampak terhadap beberapa parameter yang diuji seperti pada tinggi tanaman, luas daun, jumlah daun dan juga kadar prolin yakni memiliki p value <0,05.
Variasi Komposisi Bahan pada Pembuatan Briket Cangkang Kelapa Sawit (Elaeis guineensis) dan Limbah Biji Kelor (Moringa oleifera) Wahyu Rizqi Wicaksono; Sri Nurhatika
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4120.791 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.37231

Abstract

Peningkatan kebutuhan energi yang tidak seimbang dengan jumlah sumber energi yang ada, memacu adanya energi alternatif dengan nilai yang lebih ekonomis. Salah satu energi alternatif adalah briket yang merupakan jenis bahan bakar yang berasal dari limbah organik sehingga menurunkan biaya produksi menjadi lebih rendah. Metode penelitian ini diawali dengan proses pengarangan bahan, kemudian dilakukan pembuatan briket dengan variasi komposisi yang telah ditentukan. Kemudian briket di analisis meliputi uji kadar air, kadar abu, kadar zat hilang, fix karbon, uji kalor dan laju pembakaran . Pada uji kadar air didapat hasil terbaik 0.27% pada berbandingan 0%:100% (cangkang:biji), pada uji kadar abu hasil terbaik 1.81% pada berbandingan 0%:100% (cangkang:biji), pada uji kadar zat hilang didapat hasil terbaik 29.81% pada perbandingan 100%:0% (cangkang:biji), pada uji fix karbon didapat hasil terbaik 40.93% pada berbandingan 0%:100% (cangkang:biji), pada uji kalor didapat hasil terbaik 5126.1 pada perbandingan 100%:0% (cangkang:biji) dan pada uji laju pembakaran didapat hasil terbaik 0.097g/s pada berbandingan 0%:100% (cangkang:biji).
Pengaruh Pupuk Mikoriza Terhadap Pertumbuhan Cabai Rawit (Capsicum frutescens) di Tanah Pasir Vinka Adetya; Sri Nurhatika; Anton Muhibuddin
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.921 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.37251

Abstract

Abstrak—Salah satu upaya pemanfaatan lahan pasir di Indonesia adalah budidaya cabai, namun rendahnya unsur hara dalam pasir merupakan kendala utama. Aplikasi mikoriza arbuskula adalah salah satu solusi alternatif untuk meningkatkan produktivitas tanaman di tanah pasir. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pertumbuhan cabai rawit (Capsicum frutescens) yang ditanam di tanah pasir dengan penambahan pupuk mikoriza berbeda dosis yaitu 0g, 2g, 4g, 6g dan 10g serta kontrol positif menggunakan tanah taman. Adanya pengaruh dosis mikoriza terlihat dari parameter pengamatan meliputi tinggi, luas daun dan berat kering tanaman. Persentase akar terinfeksi dan jumlah spora juga diamati untuk mengetahui proses infeksi mikoriza pada tanaman cabai rawit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya cabai rawit di tanah pasir dengan penambahan 6g mikoriza sudah mampu meningkatkan hasil pertumbuhan namun belum bisa disamakan dengan pertumbuhan  C. frutescens yang ditanam di tanah taman. Infeksi akar dan jumlah spora paling banyak terdapat pada cabai rawit dengan pemberian 10g mikoriza.
Pengaruh Waktu Inokulasi Mikoriza Arbuskular pada Campuran Media AMB-0K dan Pasir Pantai terhadap Pertumbuhan Tanaman Tembakau (Nicotiana tabacum var. Somporis) Chantika Amelia Arisandi; Sri Nurhatika; Anton Muhibuddin
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.698 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.48581

Abstract

Tanaman tembakau merupakan komoditas perkebunan yang mempunyai peranan strategis dalam perekonomian nasional. Peningkatan kualitas produksi tembakau dapat dilakukan dengan menghasilkan tembakau yang sehat maka perlu pupuk hayati berupa AMB-0K dan pemberian inokulasi mikoriza berupa Fungi Mikoriza Arbuskular (FMA). Tujuan penelitian ini dilakukan perlakuan perbedaan  waktu inokulasi mikoriza arbuskular pada media AMB-0K untuk mengetahui respon pertumbuhan tanaman tembakau (Nicotiana tabacum var. Somporis). Metode yang dilakukan ialah pengukuran tinggi tanaman, perhitungan jumlah daun, pengukuran berat kering dan perhitungan infeksi mikoriza. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa waktu inokulasi mikoriza tidak berbeda secara  nyata terhadap pertumbuhan (tinggi tanaman, jumlah daun, berat kering dan infeksi mikoriza) Nicotiana tabacum var. Somporis. Dimana hasil tertinggi untuk tinggi tanaman (H0 = 13,86 cm), jumlah daun (H0 = 4,5), berat kering (H0 = 17,5 mg) dan infeksi mikoriza (H0 = 60%).
Inokulasi Mikoriza Arbuskula pada Media Tanam AMB-P07 terhadap Produksi Buah dan Aktivitas Antioksidan Terong Ungu Solanum melongena var. Mustang F1) Ayik Sanggilora; Sri Nurhatika; Anton Muhibuddin
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.572 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.48804

Abstract

Pasir pantai memiliki struktur tanah lepas, KTK rendah, dan kesuburan rendah. Pengolahan pasir pantai sebagai media tanam perlu dilakukan dengan bantuan bahan organik yaitu pupuk AMB-P07 dan mikoriza arbuskula agar tanah tersebut memenuhi syarat tumbuh komoditas dan meningkatkan hasil panen tanaman holtikultura. Salah satunya yaitu terong ungu yang sangat diminati masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh inokulasi mikoriza arbuskula pada media tan AMB-P07 terhadap produksi buah dan aktivitas antioksidan S. melongena var. Mustang F1. Metode pada penelitian ini meliputi pemanenan buah, uji kadar flavonoid dan aktivitas antioksidan yang diukur dengan metode spektrofotometri, dan uji infeksi mikoriza pada akar melalui teknik pewarnaan dengan trypan blue. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan media tanam AMB-P07 terhadap jumlah dan berat buah terong tidak berpengaruh nyata. Hasil kadar flavonoid dan aktivitas antioksidan tertinggi pada perlakuan media tanam AMB-P07 yang diinokulasi mikoriza 25 gr menunjukkan nilai sebesar 35,41 mgEQ/100gr, sedangkan persen inhibisi 83,60%, inokulasi mikoriza arbuskula pada media tanam AMB-P07 tidak berpengaruh nyata pada infeksi akar.
Pengaruh Dosis Mikoriza Arbuskular pada Media AMB-P0K terhadap Pertumbuhan Tanaman Tembakau (Nicotiana tabacum var. Somporis) Maretika Wulan Syafitri Sasmita; Sri Nurhatika; Anton Muhibuddin
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1137.238 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.49374

Abstract

Tanaman tembakau (Nicotiana tabacum) merupakan komoditas perkebunan yang strategis, yakni merupakan sumber pendapatan negara. Banyak penggunakan pupuk anorganik sebagai media pertumbuhan yang dapat mempengaruhi mutu tanaman tembakau. Untuk mengatasi pertumbuhan dan mutu tanaman tembakau yaitu dengan pupuk organik AMB – P0K dan pemberian inokulasi mikoriza. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dosis mikoriza arbuskular pada media AMB – P0K terhadap pertumbuhan tanaman dan pengaruh dosis mikoriza arbuskular pada media AMB – 0K terhadap Vitamin C tanaman tembakau (Nicotiana tabacum). Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penanaman bibit tembakau, pengukuran tinggi, jumlah daun, luas daun, berat kering tanaman, infeksi mikoriza, dan pengaruh vitamin C. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Pemberian dosis mikoriza pada media AMB –P0K Tidak berbeda nyata terhadap pertumbuhan tanaman Nicotiana tabacum var Somporis. Dimana hasil tertinggi pertumbuhan tinggi tanaman ( M4 = 29 cm), jumlah daun (M4 = 6 helai), luas daun (M5 = 7 cm), berat kering ( M4 = 0.31 gram) dan infeksi mikoriza ( M4 dan M5 = 50%). Uji kandungan vitamin C Nicotiana tabacum var Somporis, dengan pemberian dosis mikoriza pada  media AMB-POK tidak menunjukkan adanya kandungan vitamin C.
Pengaruh Waktu Inokulasi Mikoriza Arbuskular pada Campuran Media Tanam AMB-07 dan Pasir Pantai terhadap Pertumbuhan dan Karbohidrat Padi (Oryza sativa L.) var. Inpari 13 Naufa Munadiyal Mustaqimah; Sri Nurhatika; Anton Muhibbudin
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.121 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.49619

Abstract

Tanaman padi merupakan komoditas utama pangan masyarakat di Indonesia. Produksi tanaman padi dengan kadar karbohidrat rendah perlu dilakukan dengan memanfaatkan lahan marjinal seperti pasir pantai. Penggunaan pasir pantai sebagai media budidaya tanaman dapat dikombinasikan dengan pemberian pupuk mikoriza dan bahan organik. Inokulasi pupuk mikoriza terhadap media pasir pantai dan bahan organik dapat dilakukan pada waktu yang berbeda. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh waktu inokulasi mikoriza pada campuran media tanam AMB-07 dan pasir pantai terhadap pertumbuhan dan karbohidrat tanaman padi (Oryza sativa L.) var. Inpari 13. Perlakuan waktu inokulasi mikoriza yang dilakukan terdiri dari waktu inokulasi hari semai ke-10, 15, 20, 25, dan 30. Uji kadar karbohidrat tanaman padi dilakukan dengan metode kolorimetri (fenol-asam sulfat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan waktu inokulasi mikoriza hari ke-10 memiliki tinggi tanaman tertinggi yaitu 93,64 cm, jumlah malai tertinggi yaitu 12 malai, dan kadar karbohidrat terendah yaitu 23764 ppm. Perlakuan K3 atau dengan penambahan pupuk kimia menunjukkan hasil jumlah anakan tertinggi yaitu 11 anakan dan berat kering tanaman tertinggi yaitu 27,48 gram.
Ethanol Fermentation Potency of Wild Yeast Which Isolated From Soil Drive Nutrient (Sdn) Plantation System Anton Muhibuddin; Indira Rizqita Ivanesthi; Sri Nurhatika; Tjuk Eko Hari Basuki
Research Journal of Life Science Vol 4, No 3 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.983 KB) | DOI: 10.21776/ub.rjls.2017.004.03.8

Abstract

Yeast which has a fermentative type can ferment alcohol, which break down the sugars into alcohol, lactic acid and gas. This yeast’s type is needed in biofertilizer process production. The purpose of this study was to observed the potential in ethanol production of the soil wild yeast that isolated from Jember-East Java, and determine the concentration of sugar product as well as the best time of ethanol fermentation. Our previously observation have found 113 yeast species. Then we select them based on fermentative ability and found five best species. These five species then has determined it’s sugar product as well as the best time of ethanol fermentation and choose two best. We have counted the level of ethanol production using glucose medium of 10%, 15% and 20% of these two best species. The results showed that Candida sp. 1 (species number-1) and Candida sp. 3 (species number-3) has a better potential to produce ethanol. The highest ethanol content was produced by Candida sp. 1 (56%) while by Candida sp. 3 (70%). While the optimum time for the ethanol fermentation process Candida sp. 1 and Candida sp. 3 is 24 hours.