Sutono Sutono
Departemen Keperawatan Dasar Dan Emergency Program Studi S1 Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Gambaran Keterampilan Mahasiswa Keperawatan dalam Melaksanakan Prosedur Pembalutan Luka pada Pelatihan Basic Trauma and Cardiac Life Support Hanifa Nurul Zahra; Sutono Sutono; Anita Kustanti
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkkk.84316

Abstract

Background: Emergency situation can be occurred at any place or time which requires immediate and appropriate treatment. Nursing students as the member of community are expected to provide emergency care aid including wound dressing. Objective: To identify nursing student's skill in performing wound dressing care procedure on Basic Trauma and Cardiac Life Support (BTCLS) training. Method: A descriptive-quantitative research with cross sectional design was piloted in 2 training venue in Yogyakarta. The research ran for 2 months from November to December 2017. The population in the research were whole participants of Basic Trauma and Cardiac Life Support organized by PUSBANKES Team 118 PERSI DIY. Total of 141 respondents participated in the research. Data analysed by univariat technique and displayed in the form of frequency distribution. Result: There were 141 respondents who dominated by female, attending BTCLS training. Most of the respondents’ skills (93 students) during in-class-skill-training were in the moderate category (skill range 51-74%). During post-training-skills evaluation, there were 131 students (≥75%) who were classified into high category (skill range >75%). Conclusion: Nursing students’ skill in providing emergency wound dressing care on BTCLS training is categorized as high skill (≥75%).ABSTRAKLatar belakang: Keadaan gawat darurat bisa terjadi di mana pun dan kapan pun. Kondisi tersebut memerlukan tindakan yang cepat dan tepat. Mahasiswa keperawatan merupakan bagian dari masyarakat yang memerlukan keahlian dalam melakukan tindakan pertolongan pada kondisi gawat darurat, khususnya pembalutan luka.  Tujuan: Mengetahui gambaran keterampilan mahasiswa keperawatan dalam melaksanakan prosedur pembalutan luka pada pelatihan BTCLS. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif non-eksperimental dengan rancangan penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan di 2 tempat pelatihan, di Daerah Istimewa Yogyakarta pada bulan November dan Desember 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta pelatihan Basic Trauma and Cardiac Life Support (BTCLS) yang diadakan oleh tim (PUSBANKES) 118 PERSI DIY dengan sampel berjumlah 141 peserta. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Checklist prosedur pembalutan luka yang dimiliki oleh PUSBANKES 118 PERSI DIY. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan ditampilkan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil: Pada saat latihan keterampilan, sebagian besar responden termasuk dalam kategori keterampilan sedang (skor 51-74%), yaitu sebanyak 93 responden (66,0%). Sementara pada saat evaluasi keterampilan, mayoritas termasuk dalam kategori keterampilan tinggi (skor ≥75%), yaitu sebanyak 131 responden (92,9%).  Kesimpulan: Gambaran keterampilan mahasiswa keperawatan dalam melaksanakan prosedur pembalutan luka pada pelatihan BTCLS berada pada kategori keterampilan tinggi.
Tingkat Pengetahuan Polisi Lalu Lintas tentang Penanganan Luka dan Perdarahan Pada Korban Kecelakaan Lalu Lintas di Kabupaten Sleman Yogyakarta Stevani Elionote; Sutono Sutono
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkkk.44234

Abstract

Background: The high prevalence of traffic accidents in Indonesia, especially in Sleman Regency, Yogyakarta, requires the traffic police to have knowledge and expertise in dealing with bleeding and wounds to victims of traffic accidents. The traffic police ought to possess knowledge about the handling of wounds and bleeding, which includes definition, proper handling methods, and possible complications that can occur if the handling of bleeding and wounds is not carried out properly.  Objective:  The objective of this research is to identify traffic police’s knowledge about handling bleeding and wounds suffered by victims involved in traffic accidents in Sleman Regency. Methods: This was non-experimental descriptive analytic study with cross sectional approach, which  conducted in December 2015. It used convenience sampling technique with a total sample of 97 traffic policeman in Resort Police of Sleman and 14 Sector Police in Sleman. The data were collected using questionnaire and were analyze using univariate analysis.  Result: This study revealed that 16 respondents (16,5%) had good knowledge, 65 respondents (67,0%), sufficient knowledge, while 16 respondents (16,5%) had insufficient knowledge about the way to handling traffic accidents bleeding and wounds.  Conclusion: The traffic police in Sleman Regency had a moderate level of knowledge in dealing with wounds and bleeding on victims of traffic accidents.ABSTRAKLatar belakang: Tingginya prevalensi kecelakaan di Indonesia, utamanya di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, mengharuskan polisi untuk memiliki pengetahuan dan keahlian dalam menangani perdarahan dan luka pada korban kecelakaan lalu lintas. Pengetahuan yang perlu dikuasai meliputi pemahaman mengenai pengertian perdarahan dan luka, metode penanganan yang tepat, serta kemungkinan komplikasi apabila penanganan perdarahan dan luka tidak dilakukan dengan tepat. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan polisi lalu lintas dalam menangani  luka dan perdarahan pada korban kecelakaan lalu lintas.  Metode: Penelitian ini merupakan deskriptif analitik non-eksperimental  dengan desain cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2015. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik convenience sampling dan diperoleh sampel sebanyak 97 responden dari 14 Polsek di wilayah Kabupaten Sleman. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner pengetahuan yang dikembangkan oleh peneliti. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis univariat.  Hasil: Sebanyak 16 orang responden (16,5%) memiliki pengetahuan yang baik tentang penanganan perdarahan dan luka pada korban kecelakaan lalu lintas. Selain itu, sebanyak 65 orang responden (67,0%), memiliki pengetahuan yang cukup, sedangkan 16 orang responden (16,5%), memiliki pengetahuan yang kurang dalam hal ini. Kesimpulan:  Polisi lalu lintas di Kabupaten Sleman memiliki tingkat pengetahuan yang cukup dalam menangani perdarahan dan luka pada korban kecelakaan lalu lintas.