Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Forum Pengurangan Resiko Bencana dalam Manajemen Bencana di Desa Sirnoboyo Kabupaten Pacitan Mohamad Devic Pratama; Trisni Utami
Journal of Development and Social Change Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 no. 1 April 2022
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jodasc.v5i1.58313

Abstract

The role of the community to be independent in disaster situations is the main goal in disaster risk reduction. The existence of knowledge about disasters and the ability to save themselves makes people no longer dependent on groups engaged in disaster. In an effort to make the people of Sirnoboyo Village independent, the local village government in collaboration with local universities and BPBD formed a volunteer group for the Sirnoboyo Disaster Risk Reduction Forum (FPRB) to help create a disaster-resilient community. As a theoretical basis in this research, the theory of social capital is used which then includes three main concepts, namely networks, norms, and trust which then as a whole, the results of research related to the role of FPRB are seen with these three concepts. In this study, a qualitative descriptive method was used to answer the role of FPRB in disaster management and creating a disaster-resilient community. From this study it was found that in creating a disaster-resilient community, the FPRB carried out socialization, simulation, physical and non-physical mitigation efforts during pre-disaster. Then during the emergency response, the evacuation process and the construction of public kitchens became the main focus, and after the disaster, the FPRB assisted in the reconstruction of public facilities as well as the rehabilitation of the psychological condition of the community. FPRB also uses local wisdom such as the use of recitation culture, mutual cooperation, river festivals as a medium of socialization. Then also the use of traditional kentongan tools as a means of communication. From the efforts carried out by the Sirnoboyo FPRB, there are also supporting and inhibiting factors experienced by the Sirnoboyo FPRB both from the internal and external sides of the community itself.Keywords: Community, Disaster Management, Social Capital 
EKSKLUSIFITAS SISWA (STUDI FENOMENOLOGI KONSTRUKSI SOSIAL POLA EKSKLUSIFITAS SISWA PADA KELAS UNGGULAN DI SMA MUHAMMADIYAH 1 SRAGEN TAHUN AJARAN 2011/2012) Rita Indawatik; Drajat Tri Kartono; Trisni Utami
Jurnal Analisa Sosiologi Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.816 KB) | DOI: 10.20961/jas.v2i1.17386

Abstract

Superior class (school) is designed to provide adequate learning service to the students with high academic competency. Consequently, this strategy cannot support the attempt of optimizing the rapid development of human resource. On the other hand, the superior class phenomenon also gives rise to exclusive behavior in which the students tend to make group and have intercourse with their superior classmates only. It is that makes the author interested in finding out how the exclusiveness pattern of behavior emerges in the superior students.The research strategy employed was phenomenological study. The respondent was selected using purposive sampling technique considering the compatibility between information and the problem studied. This study was based on constructivism paradigm under the heading of Social Definition paradigm. This Peter L. Berger’s constructivism idea stated that in constructivism idea, learning was based on the students’ understanding.The exclusiveness behavioral pattern in the superior students occurred in thought, appearance, space, facility pattern and intercourse. Meanwhile, the process of exclusiveness process establishment occurred since they were stated as passing the admission test in superior class. The factors supporting the establishment of exclusiveness pattern were school policy, parent and student because of the process of interpreting their status as the students of superior class. Keywords: social construction, exclusiveness, superior students.
DINAMIKA RELASI KUASA DALAM IMPLEMENTASI DANA DESA UNTUK PENCEGAHAN STUNTING DI DESA KABALAN KECAMATAN KANOR KABUPATEN BOJONEGORO Muhammad Muchid; Trisni Utami; Argyo Demartoto
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 6 (2024): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 6 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencegahan stunting merupakan tantangan serius dalam pembangunan kesejahteraan masyarakat di Indonesia. Stunting tidak hanya menghambat pertumbuhan fisik anak-anak, tetapi juga dapat memiliki dampak jangka panjang terhadap perkembangan intelektual dan kesehatan secara keseluruhan. Salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi masalah ini adalah melalui implementasi Dana Desa, yang bertujuan untuk memperkuat pembangunan di tingkat desa, termasuk program-program pencegahan stunting. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptip kualitatif yang bersifat mendalam, mengikuti proses, di lakukan oleh peneliti sendiri, dan tidak boleh di wakilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika relasi kuasa memengaruhi implementasi dana desa untuk program pencegahan stunting di Desa Kabalan Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur dengan kelompok sasaran penelitian adalah Masyarakat Desa Kabalan. Sumber data penelitian ini menggunakan sumber data primer yang meliputi informasi yang diperoleh dari pengamatan langsung dan wawancara yang dilakukan dengan kepala Desa Kabalan, Pemangku Kebijakan, serta Masyarakat Desa Kabalan. Sedangkan sumber data sekunder dalam penelitian ini meliputi literatur berupa buku, artikel jurnal, dan data yang berkaitan dengan Stunting. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Uji keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber dan metode penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah keterlibatan masyarakat dan pemerintah desa memiliki dampak signifikan dalam dinamika relasi kuasa untuk implementasi Dana Desa dalam pencegahan stunting di Desa Kabalan. Kata Kunci: Stunting, Dana Desa, Relasi Kuasa
Implementasi Pengalokasian Dana Desa pada Program Pencegahan Stunting di Desa Kabalan Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro Muhammad Muchid; Trisni Utami; Siti Zunariyah
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 4 No. 6 (2024): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik (September - Oktober 2024)
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v4i6.2413

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pengalokasian dana desa dalam program pencegahan stunting di Desa Kabalan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang dilakukan di Desa Kabalan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro. Data yang digunakan mencakup data primer dan sekunder yang diperoleh dari berbagai sumber. Data utama meliputi fakta, informasi, dokumen, serta pandangan dan harapan dari institusi, organisasi, dan individu yang terlibat langsung atau tidak langsung dalam situasi penelitian. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan snowball, memastikan keterlibatan mereka yang memahami dan terlibat dalam masalah yang diteliti. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mengumpulkan, menginventarisasi, dan mengklasifikasikan data untuk memisahkan yang relevan dari yang tidak relevan. Hasil analisis ini kemudian digunakan untuk menyusun kesimpulan berdasarkan pertanyaan-pertanyaan penelitian, yang akan dipresentasikan dalam laporan penelitian yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukan bahwa program pencegahan stunting di Desa Kabalan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, adalah langkah progresif yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup anak-anak dengan mengatasi masalah stunting, yang merupakan kondisi gizi kronis yang mempengaruhi pertumbuhan fisik dan perkembangan anak-anak. Inisiatif ini mencerminkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah dan masyarakat untuk menanggulangi tantangan gizi yang telah lama menjadi permasalahan di desa tersebut. Keberhasilan program ini telah terbukti efektif dalam menanggapi kebutuhan kesehatan lokal dan memberikan solusi yang memberikan dampak positif.