Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Control of Sexual Transmitted Infections in Indonesia Festy Mahanani Mulyaningrum; Aris Sudiyanto; Sapja Anantanyu; Argyo Demartoto; Ade Saputra Nasution
Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology Vol. 15 No. 3 (2021): Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology
Publisher : Institute of Medico-legal Publications Pvt Ltd

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37506/ijfmt.v15i3.15759

Abstract

Female indirect commercial sex workers who usually work in certain fields of work or have other main jobs and indirectly sell sex in entertainment places such as masseuses, bar waiters. They are included in the high risk group in the spread of cases of Sexual Transmitted Infections and HIV and AIDS. In Indonesia, it is hoped that HIV AIDS will be free from Sexual Transmitted Infection by 2030 with the vision and mission “No more HIV transmission, no AIDS deaths, no more stigma and discrimination in people with HIV / AIDS”. This type of research uses quantitative descriptive research. with a sample of 80 female sex workers in Bandungan, Semarang. The results of this study indicate a significant relationship between customer support, access to health services, health promotion and control of sexually transmitted infections.
Dinamika Pemuda Terkini Argyo Demartoto
Jurnal Studi Pemuda Vol 1, No 2 (2012): Ragam Transisi Pemuda : Pengalaman Bertumbuh di Indonesia
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.629 KB) | DOI: 10.22146/studipemudaugm.32070

Abstract

Dinamika Pemuda Terkini Argyo Demartoto
Jurnal Studi Pemuda Vol 1, No 2 (2012): Ragam Transisi Pemuda : Pengalaman Bertumbuh di Indonesia
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/studipemudaugm.32070

Abstract

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU PENCEGAHAN HIV/AIDS PADA WANITA PEKERJA SEKSUAL Dwi Ratnaningsih; AA Subijanto; Argyo Demartoto
Jurnal Permata Indonesia Vol 7 No 2 (2016): Volume 7, Nomor 2, November Tahun 2016
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.378 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v7i2.124

Abstract

Latar Belakang: Acquired Imune Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan kumpulan gejala penyakit yang di sebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV). HIV/AIDS di Indonesia sejak ditemukan pertama kali pada tahun 1987 hingga kini jumlah penderitanya makin meningkat,secara kumulatif jumlah penderita HIV/AIDS di Indonesia dari 1 April 1987 sampai dengan 30 Juni 2014 mencapai 142.950 penderita HIV dan 55.623 penderita AIDS, dan telah merenggut 9.760 jiwa. Wanita pekerja seks komersial dan pelanggannya merupakan seseorang yang sangat beresiko tinggi dalam menularkan penyakit HIV/AIDS karena melakukan perilaku seksual yang tidak aman dan tanpa menggunakan kondom. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji faktor –faktor yang mempengaruhi perilaku pencehagan HIV/AIDS pada wanita pekerja seks komersial.Subjek dan Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Lokasi penelitian di Lokalisasi Pasar Kembang Yogyakarta dengan sampel wanita pekerja seksual di lokalisasi tersebut sebanyak 160 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan studi pustaka. Analisis data menggunakan regresi logistik.Hasil: terdapat pengaruh positif yang secara statistik tidak signifikan dari pendidikan (OR= 1,33; CI=95%; 0,64 hingga 2,78 ; p = 0,450) terhadap perilaku pencegahan HIV AIDS. Terdapat pengaruh positif yang secara statistik signifikan dari ketersediaan kondom (OR= 0,10; CI=95%; 0,03 hingga 0,38; p = 0,001) terhadap perilaku pencegahan HIV AIDS. Terdapat pengaruh positif yang secara statistik signifikan dari pengetahuan (OR= 2,31; CI=95%; 1,16 hingga 4,61; p = 0,018) terhadap perilaku pencegahan HIV AIDS.Kesimpulan: faktor-faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap pencegahan HIV/AIDS yaitu pengetahuan dan ketersediaan kondom.
PENGARUH JENIS KELAMIN, PAJANAN MEDIA, PERAN TEMAN SEBAYA, PENGETAHUAN PENYAKIT MENULAR SEKSUAL, KEDEKATAN KELUARGA TERHADAP PERILAKU BERISIKO PENYAKIT MENULAR SEKSUAL PADA ANAK JALANAN Yulia Yekti Subekti; Argyo Demartoto; Adi Prayitno
Jurnal Permata Indonesia Vol 7 No 2 (2016): Volume 7, Nomor 2, November Tahun 2016
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.995 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v7i2.128

Abstract

Latar Belakang : Tingkah laku anak jalanan mencakup aktivitas yang berisiko Penyakit Menular Seksual. Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan pengaruh jenis kelamin, pajanan media, peran teman sebaya, pengetahuan Penyakit Menular Seksual, kedekatan keluarga terhadap perilaku berisiko Penyakit Menular Seksual pada anak jalanan.Subjek dan Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan rancangan desain penelitian observasional dengan pendekatan analitik cross sectional. Penelitian ini dilakukan di terminal Tidar Kota Magelang. Jumlah sampel sebesar 60 anak jalanan yang diambil dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda.Hasil Penelitian : Ada pengaruh yang secara statistik signifikan dari jenis kelamin (b = 1.87 ; CI 95 % 0.97 hingga 2.78 ; p = 0.001), pajanan media (b = 0.44; CI 95 % 0.24 hingga 0.64; p = 0.001), peran teman sebaya (b = 0.10; CI 95 % 0.01 hingga 0.19 ; p = 0.036), pengetahuan Penyakit Menular Seksual (b = -0.17 ; CI 95 % -0.29 hingga -0.05 ; p = 0.007), kedekatan keluarga (b = -0.29; CI 95 % -0.42 hingga -0.16 ; p = 0.001) terhadap perilaku berisiko Penyakit Menular Seksual.Kesimpulan : Ada pengaruh yang bermakna antara jenis kelamin, pajanan media, peran teman sebaya, pengetahuan Penyakit Menular Seksual, kedekatan keluarga terhadap perilaku berisiko Penyakit Menular Seksual pada anak jalanan.
DINAMIKA RELASI KUASA DALAM IMPLEMENTASI DANA DESA UNTUK PENCEGAHAN STUNTING DI DESA KABALAN KECAMATAN KANOR KABUPATEN BOJONEGORO Muhammad Muchid; Trisni Utami; Argyo Demartoto
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 6 (2024): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 6 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencegahan stunting merupakan tantangan serius dalam pembangunan kesejahteraan masyarakat di Indonesia. Stunting tidak hanya menghambat pertumbuhan fisik anak-anak, tetapi juga dapat memiliki dampak jangka panjang terhadap perkembangan intelektual dan kesehatan secara keseluruhan. Salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi masalah ini adalah melalui implementasi Dana Desa, yang bertujuan untuk memperkuat pembangunan di tingkat desa, termasuk program-program pencegahan stunting. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptip kualitatif yang bersifat mendalam, mengikuti proses, di lakukan oleh peneliti sendiri, dan tidak boleh di wakilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika relasi kuasa memengaruhi implementasi dana desa untuk program pencegahan stunting di Desa Kabalan Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur dengan kelompok sasaran penelitian adalah Masyarakat Desa Kabalan. Sumber data penelitian ini menggunakan sumber data primer yang meliputi informasi yang diperoleh dari pengamatan langsung dan wawancara yang dilakukan dengan kepala Desa Kabalan, Pemangku Kebijakan, serta Masyarakat Desa Kabalan. Sedangkan sumber data sekunder dalam penelitian ini meliputi literatur berupa buku, artikel jurnal, dan data yang berkaitan dengan Stunting. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Uji keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber dan metode penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah keterlibatan masyarakat dan pemerintah desa memiliki dampak signifikan dalam dinamika relasi kuasa untuk implementasi Dana Desa dalam pencegahan stunting di Desa Kabalan. Kata Kunci: Stunting, Dana Desa, Relasi Kuasa
PENGUATAN TATA KRAMA DAN BAHASA JAWA ANAK MELALUI SANGGAR SENI UNTUK MENDUKUNG IDENTITAS THE SPIRIT OF JAVA DI SURAKARTA Lia Dwi Lestari; Argyo Demartoto
Jurnal Bengawan Solo Pusat Kajian Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Surakarta Vol. 4 No. 1 (2025): Juni : Jurnal Bengawan Solo
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58684/jbs.v4i1.89

Abstract

Penggunaan bahasa Jawa kian memudar di kalangan generasi muda, sementara tata krama tradisional semakin jarang diajarkan secara konsisten. Surakarta sebagai kota budaya yang mengusung slogan "The Spirit of Java," menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan nilai-nilai budaya lokal seperti tata krama dan bahasa Jawa di tengah arus globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran sanggar seni dalam penguatan tata krama dan bahasa Jawa pada anak-anak generasi alpha di Surakarta. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dengan alat analists tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran seperti metode "ngedhe" dan "alami" sangat efektif untuk generasi alpha. Aktivitas seni seperti karawitan, tembang macapat, dan tari tradisional tidak hanya meningkatkan keterampilan seni, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kesopanan, disiplin, dan rasa bangga terhadap identitas budaya Jawa. Kontribusi utama penelitian ini adalah pada pendekatan holistik yang mengintegrasikan seni tradisional dengan pembentukan karakter budaya. Sanggar seni terbukti dapat menjadi ruang resistensi budaya yang efektif dalam melestarikan nilai-nilai lokal di tengah gempuran budaya asing. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan dalam merancang strategi pelestarian budaya lokal berbasis pendidikan seni.