Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Analisis Tarif Rumah Sakit dan Tarif Ina CBGs Kasus Gagal Jantung Kongestif Nina Dwi Astuti; Irmawati Irmawati; Apifah Apifah
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol 4, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.243 KB) | DOI: 10.31983/jrmik.v4i1.6788

Abstract

Tarif rumah sakit dan tarif Ina CBGs mengalami perbedaan karena perhitungan kedua tarif tersebut menggunakan parameter yang berbeda. Namun jika perbedaan tersebut menyebabkan selisih yang besar, dapat menimbulkan dampak kerugian bagi rumah sakit. Permasalahan ini terutama pada rumah sakit swasta yang harus memperhatikan profit. Penelitian pada kasus Gagal Jantung Kongestif dengan studi cross sectional dilakukan pada salah satu rumah sakit swasta tipe C di Jawa Tengah. Sebanyak 70 kasus gagal jantung kongesif dianalisis secara univariat untuk mengetahui karakteristik sampel, perbedaan tarif rumah sakit dengan tarif Ina CBGs, dan komponen tarif rumah sakit. Analisis faktor yang dapat menyebabkan perbedaan tarif dilakukan dengan menghitung angka indeks tertimbang berdasarkan severity level, kelas rawat, lama hari rawat, jumlah tindakan dan diagnosa sekunder. Hasil menunjukkan bahwa perbedaan tarif yang tinggi terdapat pada lama hari rawat 5 hari dan jumlah tindakan 1.  Lama hari rawat 5 hari menjadi faktor yang menyebabkan tarif rumah sakit lebih tinggi 102% dari pada tarif Ina CBGs, sedangkan jumlah tindakan lebih dari satu (ada tindakan selain EKG) menyebabkan tarif rumah sakit lebih tinggi 65% dari pada tarif Ina CBGs. Penerapan clinical pathway dapat dilakukan untuk efisiensi pelayanan. Penggunaan clinical pathway dapat menurunkan lama hari rawat dan tindakan yang kurang diperlukan tanpa mengurangi kualitas pelayanan.
Analisis Penerimaan Sistem Pendaftaran Online Puskesmas Menggunakan TAM2 dan UTAUT Nina Dwi Astuti; Kusworo Adi; Antono Suryo Putro
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v8i2.285

Abstract

Sistem informasi pendaftaran online Puskesmas menjadi bagian penting dalam pelayanan Puskesmas.  Sistem ini dapat membantu mengatur antrian dan meningkatkan kualitas pelayanan. Studi tentang tingkat penerimaan pengguna diperlukan untuk mendukung keberhasilan implementasi sistem ini. Model TAM2 dan UTAUT digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi  niat menggunakan sistem informasi pendaftaran online rawat jalan di Puskesmas Kota Semarang. Studi kuantitatif dengan design cross sectional dilakukan terhadap 200 pengunjung Puskesmas yang menggunakan sistem ini. Hasil analisis menggunakan Stuctural Equation Modelling (SEM) mendapatkan hasil bahwa model TAM2 dapat memprediksi 76,5% persepsi akan manfaat dan 28,3% niat menggunakan, sedangkan model UTAUT mampu memprediksi 41,6% niat menggunakan sistem ini. Hasil yang nyata (T-stat = 3,384) dan kualitas keluaran (T-stat = 2,240) merupakan faktor yang mempengaruhi niat menggunakan sistem informasi pendaftaran online yang dimediasi persepsi akan manfaat berdasarkan model TAM2, sedangkan harapan kinerja (T-stat = 3,209), harapan usaha (T-stat = 2,064) dan harapan usaha yang dimoderasi oleh umur (T-stat = 1,934)  merupakan  faktor yang mempengaruhi niat menggunakan berdasarkan model UTAUT.
Tinjauan Penyebab Pengembalian Klaim BPJS Kesehatan Pasien Rawat Inap Nina Dwi Astuti; Andrika Nurul Hidayah
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol 5, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrmik.v5i2.9244

Abstract

Claim returns for Social Security for Health Agency (BPJS Kesehatan) always become a cliché in the field of health budgeting in the National Health Security (JKN) era. Some studies have examined factors causing claim return; however, the issue has not been figured out yet because every hospital has different troubles. This study was conducted to identify the troubles possibly causing claim returns faced by hospitals. This qualitative study was conducted at a type-C hospital owned by the government in Central Java province. In-depth interviews were conducted with assembling staff, coder, case-mix officer, internal verificatory, and head of the medical record unit. Results showed that claim returns occurred because the hospital information system had not been integrated with e-claim and v-claim apps. The hospital lacked the number of case-mix officers, and old-fashioned information about the INA CBGs payment scheme from the officers including coders, doctors, and other medical officers; the hospital also had inadequate supporting facilities such as echocardiography and endoscopy, and its staff had a lack of work experience and training for coders. Managerial support is tremendously required to solve the issues related to claim returns for BPJS Kesehatan.
Pendampingan Pemanfaatan Inovasi Teknologi Layanan Puskesmas 7G (Gesit, Gak Antri, Gak Ribet, Gratis, Go Cashless, Gak Lemot, Gemati) Nina Dwi Astuti; Irmawati; Muh. Rifqy Aufa Daffa; Noor Taufik Hidayat
Indonesian Journal of Health Information Management Services Vol. 3 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Health Information Management Services (IJHIMS)
Publisher : APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/ijhims.v3i1.55

Abstract

Citra Puskesmas sampai saat ini masih dianggap kurang baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah Kota Semarang membuat program inovasi pemanfaatan teknologi yang diberi nama Layanan Puskesmas 7G (Gesit, Gak Antri, Gak Ribet, Gratis, Go Cashless, Gak Lemot, Gemati). Program ini telah mulai diluncurkan sejak September 2019 namun masih banyak masyarakat yang belum mengetahui layanan Puskesmas 7G. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pendampingan pemanfaatan layanan Puskesmas 7G ditujukan kepada 30 kader kesehatan di Kelurahan Jabungan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Hasil pre dan post test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan pendampingan. Setelah dilakukan kegiatan pendampingan, kader dibekali dengan berbagai media promosi yang akan disebarluaskan melalui media WhatsApp grup RT. Diharapkan, setelah masyarakat mengetahui berbagai layanan inovasi ini, mereka mau memanfaatkan layanan-layanan tersebut dan merasakan manfaatnya. Citra positif Puskesmas diharapkan dapat meningkat.
Beginner Lecturer Research Protocol Typicalization of Communication Patterns of PMIK Personnel in Hospitals Eliyah Eliyah; Nina Dwi Astuti; Meylinda Asrining Hapsari
Asian Journal of Social and Humanities Vol. 2 No. 4 (2023): Asian Journal of Social and Humanities
Publisher : Pelopor Publikasi Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59888/ajosh.v2i4.213

Abstract

A hospital is an organization in the field of health services. In the implementation of service efforts to hospital patients, it is supported by many types of HR skills, both professional and non-professional. The provision of services is carried out by various professional groups. Professionals provide care to patients in hospitals who are routinely and certainly always in contact with patients, one of the professions in hospitals is medical recorders. The purpose of this study was to look at the picture in the environment of medical record personnel in public hospitals. The type of research used in this study is quantitative research. Quantitative research methods are one type of research whose specifications are systematic, planned and clearly structured from the beginning to the making of the research design. Organizational communication patterns are basically familiar or familial, very open, informal and full of hospitality, so it can be said that there are no secrets. Senior health workers tend to open on the left to communicate first with juniors in the workspace. Although the gap between generations still exists, seniors position themselves as older brothers to junior lecturers
Kepuasan Pengguna Sistem Informasi Rekam Medis Elektronik RSUD Tugurejo Nina Dwi Astuti; Asharul Fahyudi
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 11, No 3 (2023): Desember 2023
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.11.3.2023.289-297

Abstract

Evaluation of user satisfaction of Electronic Medical Record (EMR) system users can be considered by hospitals in developing EMR systems.  Tugurejo Hospital has implemented EMR both outpatient and inpatient. Quantitative research is conducted to determine user satisfaction. The respondents were 67 users of EMR from doctors and nurses. EMR user satisfaction according to Delone and McLean's IT/IS Success Model theory was analyzed using SMART-PLS to determine how strong the influence of system quality, information quality and service quality on EMR user satisfaction. The results showed that user satisfaction was influenced by system quality (T-stat = 2.96), information quality (T-stat = 1.66), service quality (T-stat = 1.84). There is a mutual influence between system quality, information quality and service quality on user satisfaction with strong categories (R-square = 0.748). 
Prototype of EMR Information System for Primary Clinics According to Health Big Data Needs Astuti, Nina Dwi; Wijayanta, Setya; Fahyudi, Asharul; Naryanti, Indah
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol 7, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrmik.v7i2.12115

Abstract

Digital Health Transformation requires health facilities to develop Electronic Medical Records (EMR) according to predetermined data standards. This research aims to develop a prototype of the Semarang Ministry of Health Polytechnic Primary Clinic RME which can be integrated with the SATUSEHAT portal. The EMR Primary Clinic prototype is prepared by analyzing system needs and designing prototypes to build a prototype. The subjects of the study were doctors, dentists, and administrative officers. The object of the study was the EMR Primary Clinic of Health Polytechnic of Semarang. The prototype results are compiled simple design but can include standard interoperability of data.  Registration data includes all data standards in KMK 1423 of 2022. The EMR prototype can record all the clinical data and administrative data needed in the EMR. The test results show that this EMR prototype can accommodate the needs of primary care clinics and meet the data standards set by "SATUSEHAT". The implementation of this system is expected to facilitate the improvement of the quality of health services in primary clinics, as well as support efforts to integrate national health data more effectively and efficiently. This research also provides recommendations for further development to improve the functionality and interoperability of the system in the future
Literature Review Faktor Determinan Penyakit Kardiovaskuler di Indonesia Naryanti, Indah; Astuti, Nina Dwi; Jannaty, Manzilina Hani Baity
Journal of Mandalika Literature Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jml.v6i1.3847

Abstract

Penyakit kardiovaskuler (PKV) merupakan salah satu penyebab utama kematian di Indonesia, yang menimbulkan beban kesehatan dan ekonomi yang signifikan. Penelitian ini merupakan literature review, sehingga data base yang digunakan dalam pencarian artikel ini menggunakan sumber sekunder yang berasal dari google scholar dan sage publication dengan kata kunci “Faktor Determinan Penyakit Kardiovaskuler” yang telah dilakukan peneliti sebelumnya baik yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri. Dari total 300 artikel, akhirnya diperoleh 5 artikel yang relevan dengan judul yang dibuat oleh peneliti. Dari 5 artikel pilihan tersebut diperoleh data bahwa faktor determinan penyakit kardiovaskuler di Indonesia meliputi berbagai aspek yang berkaitan dengan gaya hidup, kondisi medis, serta faktor sosial-ekonomi. Hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi merupakan faktor risiko utama yang sering diidentifikasi dalam berbagai studi. Berdasarkan tinjauan literatur mengenai faktor determinan penyakit kardiovaskuler di Indonesia, dapat disimpulkan bahwa hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, dan gaya hidup tidak sehat merupakan faktor risiko utama yang signifikan dalam pengembangan penyakit kardiovaskuler. Hipertensi dan diabetes melitus tipe 2 telah terbukti secara konsisten berkontribusi terhadap peningkatan prevalensi penyakit jantung koroner dan stroke di Indonesia, dengan hipertensi sebagai faktor utama yang memperburuk kondisi kardiovaskuler.
Evaluasi Penerapan HELTI Menggunakan Metode Hot Fit Di Poltekkes Kemenkes Semarang Isnaini Qoriatul Fadhilah; Nina Dwi Astuti; Puput Sugiarto
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v0i0.1785

Abstract

During the online teaching and learning process, many obstacles are often encountered, such as users who do not understand how to use HELTI or the HELTI application is unstable if accessed by many users, causing the teaching and learning process to be disrupted. This study aims to determine the factors that influence the evaluation of the successful implementation of HELTI in Poltekkes Kemenkes Semarang. This type of research is analytic observational with a cross-sectional design. The subjects of this study were 228 students who were selected by simple random sampling technique. The dependent variable is the evaluation of the successful implementation of HELTI (net benefit), while the independent variables are technology, people, and organizations. Data were collected through filling out a questionnaire and then analyzed using logistic regression test. The results of the analysis show that technological factors, human factors, and organizational structure factors can increase the net benefit. A good technology factor can increase odd net profit by 1.30 units (OR=1.30, p= 0.001, 95% CI=1.10-1.54). Good human factor can increase odd net profit by 1.30 units (OR= 1.30, p= 0.06, 95% CI= 0.95-9.05). Good organizational structure management can increase odd net profit by 7.97 units (OR= 7.97, p= <0.001, 95% CI= 2.74-23.17). Facilities for improving e-learning applications are needed so that the effectiveness of learning can be carried out properly, especially when the application is accessed by many users.Keywords: HELTI; e-learning; HOT-FITABSTRAK Selama proses belajar mengajar secara online, banyak kendala yang sering ditemui, seperti pengguna yang tidak memahami cara menggunakan HELTI atau aplikasi HELTI tidak stabil jika diakses oleh banyak pengguna sehingga menyebabkan proses belajar mengajar terganggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi evaluasi keberhasilan penerapan HELTI di Poltekkes Kemenkes Semarang. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional. Subyek penelitian ini adalah 228 siswa yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Variabel terikat adalah evaluasi keberhasilan penerapan HELTI (net benefit), sedangkan variabel bebas adalah teknologi, manusia, dan organisasi. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner lalu dianalisis menggunakan uji regresi logistik. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor teknologi, faktor manusia, dan faktor struktur organisasi dapat meningkatkan net benefit. Faktor teknologi yang baik dapat meningkatkan keuntungan bersih ganjil sebesar 1,30 unit (OR=1,30, p= 0,001, 95% CI=1,10-1,54). Faktor manusia yang baik dapat meningkatkan keuntungan bersih ganjil sebesar 1,30 unit (OR= 1,30, p= 0,06, 95% CI= 0,95-9,05). Manajemen struktur organisasi yang baik dapat meningkatkan keuntungan bersih ganjil sebesar 7,97 unit (OR= 7,97, p= <0,001, 95% CI= 2,74-23,17). Fasilitas penyempurnaan aplikasi e-learning dalam sangat dibutuhkan agar efektifitas pembelajaran dapat terlaksana dengan baik terutama ketika aplikasi tersebut banyak diakses oleh banyak pengguna.Kata kunci: HELTI; e-learning; HOT-FIT