Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pendampingan Masyarakat Desa dalam Mewujudkan SDGs (Sustainable Development Goals) di Desa Plumbon dan Tantangan yang Dihadapi Ahmad Zuber; Adem Esen; Drajat Tri Kartono; Aris Arif Mundayat; Rezza Dian Akbar; Theofilus Apolinaris Suryadinata
Society Vol 12 No 2 (2024): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v12i2.722

Abstract

Rural community development is intrinsically linked to achieving the Sustainable Development Goals (SDGs) for villages. This study aims to analyze the implementation of the Village SDGs in Plumbon Village (PV). Employing a qualitative research approach, data were collected through Focus Group Discussions (FGDs) and in-depth interviews. The findings reveal that the implementation of the Village SDGs in PV has achieved notable success across several key components, including the establishment of a safe and comfortable village, a peaceful and just community, the eradication of hunger, strong women's participation, sustainable consumption, and production practices, reduced inequalities, enhanced health and well-being, access to quality education, environmental conservation efforts, and the development of dynamic institutional structures. However, the study also identifies several challenges, such as improving infrastructure, empowering the community, managing agricultural and environmental resources, enhancing education and healthcare services, optimizing public service delivery, fostering effective communication and community engagement, and addressing shared aspirations and expectations within the community.
Konstruksi Sosial Praktik Budaya Candu oleh Perempuan Perokok di Coffee shop Anak Panah Surakarta Purbo Ratri; Theofilus Apolinaris Suryadinata
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 13, Nomor 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i1.83014

Abstract

Budaya minum kopi dan merokok di coffee shop telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban dan membentuk praktik budaya candu yang mengalami dinamika baru melalui penerimaan perempuan perokok di Coffee Shop Anak Panah Surakarta, meskipun masih dilekatkan pada stigma negatif dalam konteks sosial yang lebih luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk praktik budaya candu di Coffee Shop Anak Panah Surakarta serta memahami bagaimana praktik tersebut dimaknai oleh perempuan yang merokok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi dan berlandaskan teori konstruksi sosial Peter L. Berger. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling, sedangkan validitas data dijaga melalui triangulasi sumber. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik budaya candu terwujud dalam kebiasaan mengonsumsi kopi dan rokok secara berulang dalam aktivitas nongkrong, bekerja, dan bersosialisasi. Bagi perempuan perokok, praktik tersebut dimaknai sebagai bentuk kenyamanan, kebebasan berekspresi, sarana membangun relasi sosial, serta simbol gaya hidup modern. Temuan penelitian menunjukkan bahwa melalui proses eksternalisasi, objektifikasi, dan internalisasi, praktik perempuan yang merokok dikonstruksi sebagai realitas sosial yang dinormalisasi di lingkungan Coffee Shop Anak Panah Surakarta dan mencerminkan perubahan relasi gender di ruang public
Strategi Pembinaan Dalam Membangun Resiliensi Anak Berkonflik dengan Hukum Di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Kutoarjo Alfina Ananda Putri; Theofilus Apolinaris Suryadinata
Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi Vol. 15 No. 2 (2026): Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi
Publisher : Departemen Pendidikan Sosiologi FISHIPOL UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dimensia.v14i3.84352

Abstract

The number of children in conflict with the law (CICL) continues to rise, with 1,639 children recorded as detainees in 2024 and 140 undergoing rehabilitations at the Class I Juvenile Correctional Institution (LPKA) Kutoarjo as of January 2025. This study aims to analyze rehabilitation strategies for building resilience among CICL, identify implementation challenges, and explore their adaptation processes during mentoring. Using a qualitative case study approach and Pierre Bourdieu’s theory of social practice (habitus, capital, and field), the research finds that the rehabilitation strategy at LPKA Kutoarjo is implemented through maximum, medium, and minimum-security stages. This strategy functions as a social practice that strengthens CICL’s resilience through access to social, economic, and cultural capital. The mentoring process also helps shape a new habitus aligned with institutional norms and prepares CICL for reintegration into society. Overall, the strategy plays a vital role in fostering sustainable resilience among children in conflict with the law.
Strategi Gerakan Agraria Organisasi Lidah Tani dalam Wacana Perhutanan Sosial di Randublatung Naufal Achmad; Theofilus Apolinaris Suryadinata
JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis) Vol. 11 No. 1 (2026): JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis)
Publisher : Faculty of Social Science, Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um021v11i12026p25-37

Abstract

Konflik kepentingan atas kawasan hutan mendorong negara untuk mengimplementasikan skema Perhutanan Sosial, yang terus bertransformasi dari program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) menjadi Kawasan Hutan dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK). Dinamika pengelolaan hutan ini memicu kemunculan Organisasi Lidah Tani, sebuah poros gerakan yang mengadvokasi hak atas tanah dan kesejahteraan petani melalui wacana agraria populis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi perhutanan sosial di Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, serta strategi gerakan agraria yang digunakan oleh Organisasi Lidah Tani dalam menuntut akses lahan yang berkeadilan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap 3 perwakilan Organisasi Lidah Tani, 3 Organisasi Petani lainnya di Randublatung, 3 Pegawai Perhutani, 3 Anggota LSM ARuPA, dan 3 kriteria bebas yang terlibat dalam wacana agraria di Randublatung, observasi, serta dokumentasi, penelitian ini menggunakan Teori Analisis Wacana Laclau dan Mouffe: Titik Simpul (Nodal Point), Artikulasi, Rantai Ekuivalensi (Chain of Equivalence), Logika Perbedaan (Logic of Difference), dan Antagonisme sebagai kerangka teoretisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi program perhutanan sosial berdampak signifikan terhadap pergeseran tuntutan petani, yang pada gilirannya memengaruhi proses artikulasi gerakan Organisasi Lidah Tani. Kesimpulannya, dinamika program perhutanan sosial tersebut telah menyebabkan wacana dan gerakan Organisasi Lidah Tani saat ini kehilangan posisi hegemonik yang pernah dipegangnya pada fase awal.