Theofilus Apolinaris Suryadinata
Universitas Sebelas Maret

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konstruksi Sosial Praktik Budaya Candu oleh Perempuan Perokok di Coffee shop Anak Panah Surakarta Purbo Ratri; Theofilus Apolinaris Suryadinata
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 13, Nomor 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i1.83014

Abstract

Budaya minum kopi dan merokok di coffee shop telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban dan membentuk praktik budaya candu yang mengalami dinamika baru melalui penerimaan perempuan perokok di Coffee Shop Anak Panah Surakarta, meskipun masih dilekatkan pada stigma negatif dalam konteks sosial yang lebih luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk praktik budaya candu di Coffee Shop Anak Panah Surakarta serta memahami bagaimana praktik tersebut dimaknai oleh perempuan yang merokok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi dan berlandaskan teori konstruksi sosial Peter L. Berger. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling, sedangkan validitas data dijaga melalui triangulasi sumber. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik budaya candu terwujud dalam kebiasaan mengonsumsi kopi dan rokok secara berulang dalam aktivitas nongkrong, bekerja, dan bersosialisasi. Bagi perempuan perokok, praktik tersebut dimaknai sebagai bentuk kenyamanan, kebebasan berekspresi, sarana membangun relasi sosial, serta simbol gaya hidup modern. Temuan penelitian menunjukkan bahwa melalui proses eksternalisasi, objektifikasi, dan internalisasi, praktik perempuan yang merokok dikonstruksi sebagai realitas sosial yang dinormalisasi di lingkungan Coffee Shop Anak Panah Surakarta dan mencerminkan perubahan relasi gender di ruang public
Strategi Pembinaan Dalam Membangun Resiliensi Anak Berkonflik dengan Hukum Di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Kutoarjo Alfina Ananda Putri; Theofilus Apolinaris Suryadinata
Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi Vol. 13 No. 3 (2024): Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi
Publisher : Departemen Pendidikan Sosiologi FISHIPOL UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dimensia.v14i3.84352

Abstract

Jumlah anak yang berkonflik dengan hukum terus meningkat, dengan 1.639 anak menjadi tahanan pada tahun 2024 dan 140 anak menjalani pembinaan di LPKA Kelas I Kutoarjo pada Januari 2025. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pembinaan yang membangun resiliensi anak berkonflik dengan hukum (ABH), mengidentifikasi kendala, serta memahami proses adaptasi selama pembinaan. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dan teori praktik sosial Pierre Bourdieu (habitus, modal, dan ranah), penelitian ini menemukan bahwa pembinaan di LPKA Kutoarjo dilakukan melalui tahapan maximum, medium, dan minimum security. Strategi pembinaan ini menjadi praktik sosial yang memperkuat ketahanan ABH melalui akses pada modal sosial, ekonomi, dan budaya. Pembinaan ini tidak hanya membentuk habitus baru yang sesuai norma, tetapi juga mendukung kesiapan ABH untuk reintegrasi ke masyarakat. Strategi ini berperan penting dalam membangun resiliensi yang berkelanjutan bagi ABH.