Budaya minum kopi dan merokok di coffee shop telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban dan membentuk praktik budaya candu yang mengalami dinamika baru melalui penerimaan perempuan perokok di Coffee Shop Anak Panah Surakarta, meskipun masih dilekatkan pada stigma negatif dalam konteks sosial yang lebih luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk praktik budaya candu di Coffee Shop Anak Panah Surakarta serta memahami bagaimana praktik tersebut dimaknai oleh perempuan yang merokok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi dan berlandaskan teori konstruksi sosial Peter L. Berger. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling, sedangkan validitas data dijaga melalui triangulasi sumber. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik budaya candu terwujud dalam kebiasaan mengonsumsi kopi dan rokok secara berulang dalam aktivitas nongkrong, bekerja, dan bersosialisasi. Bagi perempuan perokok, praktik tersebut dimaknai sebagai bentuk kenyamanan, kebebasan berekspresi, sarana membangun relasi sosial, serta simbol gaya hidup modern. Temuan penelitian menunjukkan bahwa melalui proses eksternalisasi, objektifikasi, dan internalisasi, praktik perempuan yang merokok dikonstruksi sebagai realitas sosial yang dinormalisasi di lingkungan Coffee Shop Anak Panah Surakarta dan mencerminkan perubahan relasi gender di ruang public
Copyrights © 2026