Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

INTERAKSI EDUKATIF DOSEN DENGAN MAHASISWA DALAM PEMBANGUNAN KARAKTER DI FAKULTAS ILMU SOSIAL – UNIMED Rohani Rohani; Elfayetti Elfayetti; Mbina Pinem; Marlinang Sitompul
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 5, No 1 (2013): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Ilmu Sosial) JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jupiis.v5i1.531

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi edukatif dosen dengan mahasiswa dalam pembangunan karakter atau budi pekerti mahasiswa melalui kegiatan perkuliahan di FIS Unimed Medan. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi bahan kajian bagi lembaga atau instansi terkait untuk selanjutnya dapat mengambil langkah-langkah konkrit untuk peningkatan kualitas dan intensitas pembinaan karakter atau budi perkerti mahasiswa dalam rangka membangun karakter bangsa Indonesia. Untuk mencapai tujuan penelitian di atas maka dalam penelitian ini digunakan pendekatan diskriptif kualitatif penulis berinteraksi secara aktif dalam proses pengumpulan data. Peneliti akan menggunakan intuisi dan merumuskan pertanyaan-pertanyaan dan melakukan pengamatan secara cermat. Untuk memahami makna perilaku dosen-dosen dan mahasiswa dalam berinteraksi peneliti akan melibatkan diri secara langsung dalam situasi sosial. Berdasarkan karakteristik pendekatan kualitatif, peneliti akan mengungkapkan makna dibalik suatu fenomena yang terjadi di FIS Unimed Medan khususnya fenomena yang berkaitan dengan interaksi edukatif dosen dengan mahasiswa dalam rangka pembinaan karakter atau budi pekerti mahasiswa. Hasil akhir dari penelitian ini adalah peningkatan pembangunan karakter mahasiswa dalam hal ini adalah karakter atau budi pekerti mahasiswa melalui interaksi edukatif dosen di dalam proses pembelajaran di Fakultas Ilmu Sosial Unimed. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa karakter mahasiswa FIS Unimed dalam perkuliahan telah menunjukkan karakter yang baik hal tersebut terlihat dari indikator religi, toleransi, disiplin, tanggung jawab, peduli, hormat dan jujur.
Peran Ibu Rumah Tangga Nelayan Dalam Meningkatkan Pendapatan Keluarga di Kelurahan Sei Merbau Kecamatan Teluk Nibung Kota Tanjungbalai. Mbina Pinem; Rayhan Utami
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 13, No 1 (2021): JUPIIS (JURNAL PENDIDIKAN ILMU ILMU SOSIAL) JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jupiis.v13i1.22834

Abstract

This study aims to determine: (1) The productive role of fishermen housewives in increasing family income in Sei Merbau Village, Teluk Nibung District, Tanjungbalai City, (2) The reproductive role of fishermen housewives in increasing family income in Sei Merbau Village, Teluk Nibung Kota District Tanjungbalai, and (3) The social role of fisherman housewives in increasing family income in Sei Merbau Village, Teluk Nibung District, Tanjungbalai City. This research was conducted in Sei Merbau Village, Teluk Nibung District, Tanjungbalai City in 2020. The population of this study were all fishermen housewives in Sei Merbau Village, amounting to 592 people, while the sample in this study was 10% of the total population (59 people. ) and taken using the Simple Random Sampling technique. The data collection technique is done by direct communication (interview). While the data analysis technique used is descriptive qualitative analysis techniques. The results showed that: (1) The highest productive role (48.78%) was performed by housewives who worked as factory workers, while the lowest role (21%) was performed by housewives who worked as coconut peeler. Overall, the role played by housewives of fishermen is 33.35% and is in the low category. (2) The reproductive role played by the housewives of fishermen in Kelurahan Sei Merbau, namely having dependents of 1 to 6 children. Most (57.63%) fishermen housewives had 1-2 children and a small proportion (8.47%) had 5-6 children with an average of 2-3 children. (3) In general (81.36%) fishermen housewives participated in the social activities of the unfortunate union and a small proportion (25.42%) participated in arisan activities. In addition, the recitation activity is useful for moral contributions to housewives so that they can motivate husbands to work to increase income and also motivate children to improve education. The highest role of arisan activities was 76.92% while the lowest role was 22.73%. With an average of 43.47%.
FAKTOR YANG MENYEBABKAN PETANI KEMIRI BERUBAH MENJADI PETANI KAKAO DI DESA KUBU KECAMATAN LAWE ALAS KABUPATEN ACEH TENGGARA Supriadi Supriadi; Mbina Pinem
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 4, No 2 (2012): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial) DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jupiis.v4i2.550

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang menyebabkan petani kemiri berubah menjadi petani kakao dilihat dari 1). Pengalaman dan pendidikan, 2). Modal, 3). Harga, 4). Pendapatan. Penelitian ini dilakukan di Desa Kubu Kecamatan Lawe Alas Kabupaten Aceh Tenggara. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani kemiri yang berubah menjadi petani kakao dengan jumlah 100 Kepala Keluarga dan sampel yang diambil 50 % yaitu sebanyak 50 kepala keluarga yang diambil secara proporsional random sampling. Teknik pengumpulan data adalah komunikasi langsung dan alat pengumpul data adalah dengan menggunakan angket. Teknik analisa data yang digunakan adalah analisa data diskriptif kualitatif. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah : (1). Pengalaman yang dimiliki petani kakao sudah cukup baik artinya pengetahuan petani kakao dalam mengolah lahan tanaman kakao mulai dari pembibitan sampai awal panen. (2). Modal yang dibutuhkan petani kakao lebih banyak daripada petani kemiri yaitu sebesar Rp.  600.000 – Rp. 2.600.000, sedangkan modal petani kemiri sebesar Rp. 35.000 –  Rp. 96.700. (3). Faktor yang paling dominan yang menyebabkan petani kemiri berubah menjadi petani kakao adalah harga kakao lebih menguntungkan. (4). Pendapatan petani kakao lebih tinggi daripada petani kemiri. Pendapatan petani kakao sebesar Rp. 600.000 – Rp. 1.520.000/bulan. Sedangkan pendapatan petani kemiri sebesar Rp. 180.000 – Rp. 236.700/bulan
Analisis Pelaksanaan Program Keluarga Harapan di Desa Bandar Sono Kecamatan Nibung Hangus Kabupaten Batu Bara. Elvira Santi; Mbina Pinem
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 12, No 1 (2020): JUPIIS (JURNAL PENDIDIKAN ILMU ILMU SOSIAL) JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jupiis.v12i1.15747

Abstract

This study aims to determine (1) the requirements of recipients of the family hope program (2) the implementation of the family hope program in education (3) the implementation of the family hope program in the health sector. This research was carried out in Bandar Sono Village in 2019. The population in this study were all residents in Bandar Sono village who had implemented the Hope Family Program of 442 KPM (Beneficiary Families). The sample is determined 20% of the total population so that the sample is 88 KPM. Data collection techniques used were direct communication / interview techniques. Data were analyzed using qualitative descriptive techniques. The results showed (1) Requirements for recipients of the hope family program in Bandar Sono village did not fully qualify as recipients of the hope family program because there were 12 KPM that were not included in poor households. (2) Implementation of the family of hope program in the field of education with attendance of more than 85% of the effective days of school every month. Thus the implementation of the family of hope program in the field of education has been going well. (3) the implementation of the family hope program in the health sector has run well and all participants of the family hope program have been helped in meeting the needs in the health sector.
PERUBAHAN KERJA ADAT PADA UPACARA PERKAWINAN ADAT KARO (SUATU STUDI PADA MASYARAKAT KARO BALUREN, DESA PALDING JAYA SUMBUL KECAMATAN TIGALINGGA KABUPATEN DAIRI) Mbina Pinem
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 5, No 1 (2013): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Ilmu Sosial) JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jupiis.v5i1.533

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk acara nganting manuk dan mata kerja, perubahan yang terjadi, faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan, tanggapan masyarakat tentang terjadinya perubahan dan peranan rakut si telu dalam acara nganting manuk dan mata kerja. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan nara sumber tokoh – tokoh masyarakat. Data dikumpulkan dengan teknik : observasi, wawancara dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : telah terdapat perubahan dalam acara nganting manuk dan mata kerja, antara lain : pemakaian musik keyboard, menari, menyanyi pengantin dan orangtua pengantin, pemberian cokong-cokong (saweran), penggunaan produk pabrik, dan peran anak beru yang berkurang. Faktor yang menyebabkan perubahan adalah faktor dari dalam antara lain : bertambahnya penduduk, kebutuhan akan hiburan, ekonomi dan efisiensi waktu, sedangkan dari luar adalah faktor pengaruh agama, inovasi dan teknologi. Tokoh-tokoh masyarakat dapat menerima penggunaan keyboard sebagai hiburan dan pemberian cokong-cokong kepada pengantin, tetapi tidak menghendaki orangtua pengantin menari, menyanyi, dan mendapat cokong-cokong. Perubahan juga menimbulkan dampak positif dan negatif. Dampak negatif yaitu terpenuhinya hiburan, terkumpulnya dana dan efisiensi waktu, sedangkan dampak negatif yaitu: menimbulkan beban ekonomi, sosial dan kurangnya rasa solidaritas dari kerabat.
ANALISIS MIGRASI PENDUDUK DI KELURAHAN BAGAN DELI KECAMATAN MEDAN BELAWAN KOTA MEDAN Walbiden Lumbantoruan; Nahor M Simanungkalit; Mbina Pinem
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 9, No 1 (2017): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Ilmu Sosial) JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jupiis.v9i1.6458

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) arus migrasi yang dilakukan migran, (2) faktor pendorong bagi migran (3) Faktor penarik bagi migran (4) Dampak positif dan negatif yang ditimbulkan migran di Kelurahan Bagan Deli Kecamatan Medan Belawan. Populasinya adalah seluruh migran yang sudah berkeluarga di Kelurahan Bagan Deli yang berjumlah 252 kk (orang) dan sekaligus sebagai sampel. Teknik pengumpulan data dengan teknik komunikasi langsung dan data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan (1) Arus migrasi yang dilakukan secara langsung (100%) (2) Faktor pendorong utama melakukan migrasi yakni faktor ekonomi (71,15%), Faktor sosial (23,08%) dan faktor letak (5,77%). (3) faktor penarik utama melakukan migrasi adalah faktor ekonomi (53,85%),  faktor sosial (25%) dan faktor terkecil yakni faktor letak (21,15%), (4) dampak positif yang ditimbulkan migran adalah meningkatnya pendapatan bagi 76,92% migran atau sudah layak hidup, tersedianya lapangan pekerjaan baru (nelayan, buruh perusahaan dan karyawan), terciptanya hubungan kekerabatan bagi 80% migran dengan penduduk setempat dan meningkatnya pendapatan daerah melalui pembayaran rekening listrik migran, sedangkan dampak negatif yakni masih ada 23,08% migran memiliki pendapatan belum layak hidup dan 20% migran belum melakukan hubungan kekerabatan dengan penduduk setempat baik antar suku maupun sesama migran di Kelurahan Bagan Deli Kecamatan Medan Belawan.
Partisapasi Masyarakat terhadap Kebersihan Lingkungan di Kelurahan Sei Kera Hilir II Kecamatan Medan Perjuangan Kota Medan Feby Agustina; Mbina Pinem
PERSPEKTIF Vol 11, No 3 (2022): PERSPEKTIF - July
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/perspektif.v11i3.7164

Abstract

This study aims to determine community participation and the factors that influence community participation in environmental cleanliness in Sei Kera Hilir II Village, Medan Perjuangan District, Medan City. The population in this study was the entire community in Sei Kera Hilir II Village, amounting to 3,141 families. The sample was set at 10% of the population so that 314 families were obtained. The data collection techniques used are observation, and questionnaires. The data analysis technique used a qualitative descriptive technique. The results showed that: (1) Community participation in environmental cleanliness in Kelurahan Sei Kera Hilir II was in the moderate category (63%). With scattered indicators, namely thinking (57%), energy (66%), skills (56%), goods (65%), and money (66%). (2) The factors that influence community participation in Sei Kera Hilir II Village on environmental cleanliness are (a) Age, people aged 18-60+ years have moderate participation (63%). (b) Gender, people who are male and female both have moderate participation (63%). (c) Education is in the moderate category (63%) but people with a high level of education have a higher participation in environmental hygiene than other education. (d) Employment, community participation in environmental cleanliness is in the medium category (63%), but 5 people (71%) who work as teachers have a higher participation in environmental cleanliness than other occupations.
KEBUDAYAAN DAN KEARIFAN LOKAL DI KAWASAN OBJEK WISATA DENAI LAMA, KABUPATEN DELI SERDANG Ayu Fadhilla; Charles Faucold Nahampun; Masitoh Munthe; Mbina Pinem; Tumiar Sidauruk
Jurnal Samudra Geografi Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jsg.v5i2.5633

Abstract

Abstract: The purpose of this research is to find out the culture and local wisdom in the Denai Lama Tourism Object Area and the activities that characterize the culture and local wisdom in the Denai Lama Tourism Object Area, Deli Serdang Regency. The method used in this study is a qualitative method, is a research and understanding process based on a methodology that investigates a social phenomenon and human problem. The data collection technique used in this study was carried out with the stages of observation and documentation of taking pictures directly in the area. The results of the study stated that, Denai Lama Tourism Village was the first Tourism Village in Deli Serdang Regency, at the initiative of the Head of the Youth, Sports, Culture and Tourism Office of Deli Serdang Regency. The principle of this tourist village is more about education, education, culture, culinary, so this is the main attraction of Kampong Lama village. So that one of the interesting spots in Denai Lama Village is Paloh Naga Tourism. This place is located on a hectare of rice fields, with photo spots that are quite interesting for visitors. There are also many characteristic activities, namely the existence of traditional culinary snacks, the existence of a folk party once a year, performing arts such as horse braids.
Perilaku Masyarakat Bantaran Sungai Percut Dalam Aktivitas Membuang Sampah Rumah Tangga Di Desa Percut Kecamatan Percut Sei Tuan Wahyu Novi Sridaryanti; Mbina Pinem
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 4, No 4 (2022): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), May
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (923.513 KB) | DOI: 10.34007/jehss.v4i4.1052

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk:(1) mengetahui karakteristik masyarakat bantaran sungai Percut, (2)mengetahui sikap dan tindakan masyarakat bantaran sungai Percut terhadap aktivitas membuang sampah rumah tangga ke sungai, dan(3) pengaruh karakteristik masyarakat terhadap perilaku masyarakat membuang sampah rumah tangga. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Percut  Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang tahun 2020. Populasi penelitian ini  adalah seluruh masyarakat yang tinggal dibantaran sungai Percut berjarak 100meter dari sungai yaitu 120 KK.yang sekaligus dijadikan sebagai sampel. Tehnik pengambil data dilakukan dengan komunikasi langsung (wawancara).dan data dianalisis dengan regresi sederhana. Hasil penelitan menunjukan bahwa: 1)Karakteristik responden menurut umur mayoritas responden adalah usia produktip dan pendidikan responden umumnya adalah pendidikan rendah (SMP) yakitu 35%. Responden pada umumnya berpendapatan < Rp 2.499.423 berjumlah 97 responden. 2)  Sikap membuang sampah rumah tangga masyarakat bantaran Sungai Percut secara umum adalah kategori sikap kurang yaitu 50,8 %. Sedangkan tindakan masyarakat pada umumnya masuk dalam kategori tindakan kurang dalam membuang sampah rumah tangga adalah 41,6 %. 3) hasil uji-t diperoleh nilai thitung> ttabel (2,483 > 1,980) serta nilai sig < 0,05 = 0,004 < 0,05. Bahwa hal ini hubungan antara karakteristik masyarakat bantaran sungai Percut dengan perilaku masyarakat dalam aktivitas pembuangan sampah rumah tangga.
Partisapasi Masyarakat terhadap Kebersihan Lingkungan di Kelurahan Sei Kera Hilir II Kecamatan Medan Perjuangan Kota Medan Feby Agustina; Mbina Pinem
PERSPEKTIF Vol. 11 No. 3 (2022): PERSPEKTIF - July
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/perspektif.v11i3.7164

Abstract

This study aims to determine community participation and the factors that influence community participation in environmental cleanliness in Sei Kera Hilir II Village, Medan Perjuangan District, Medan City. The population in this study was the entire community in Sei Kera Hilir II Village, amounting to 3,141 families. The sample was set at 10% of the population so that 314 families were obtained. The data collection techniques used are observation, and questionnaires. The data analysis technique used a qualitative descriptive technique. The results showed that: (1) Community participation in environmental cleanliness in Kelurahan Sei Kera Hilir II was in the moderate category (63%). With scattered indicators, namely thinking (57%), energy (66%), skills (56%), goods (65%), and money (66%). (2) The factors that influence community participation in Sei Kera Hilir II Village on environmental cleanliness are (a) Age, people aged 18-60+ years have moderate participation (63%). (b) Gender, people who are male and female both have moderate participation (63%). (c) Education is in the moderate category (63%) but people with a high level of education have a higher participation in environmental hygiene than other education. (d) Employment, community participation in environmental cleanliness is in the medium category (63%), but 5 people (71%) who work as teachers have a higher participation in environmental cleanliness than other occupations.