Dwi Feni Pebriani Tarigan
Akademi Kebidanan Bina Daya Husada Kisaran

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN PARITAS DENGAN KEJADIAN RETENSIO PLASENTA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH H.ABDUL MANAN SIMATUPANG KISARAN KABUPATEN ASAHAN TAHUN 2019 Dwi Feni Pebriani Tarigan; Fitri Andriani
Jurnal Gentle Birth Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Gentle Birth
Publisher : Akademi Kebidanan Ika Bina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.389 KB) | DOI: 10.56695/jgb.v3i1.44

Abstract

ABSTRAKRetensio plasenta adalah belum lepasnya plasenta dengan melebihi waktu setengah jam setelah lahirnya bayi. Retensio plasenta lebih banyak terjadi pada kehamilan dengan paritas tinggi.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan paritas ibu bersalin dengan kejadian retensio plasenta di RSUDHAMSKisaran Tahun 2019.Penelitian ini menggunakan data sekunder yang berasal dari status rekam medik ibu yang melahirkan dengan retensio plasenta di RSUDHAMS Tahun 2019. Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif korelasional.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu melahirkan yang mengalami retensio plasenta di RSUDHAMS Tahun 2019 yang berjumlah 25 responden dengan tekhnik pengambilan sampel yaitu total sampling. Hasil penelitian didapatkan jumlah yang mengalami retensio plasenta 25 kasus dalam satu tahun, dengan mayoritas paritas 2 (40.0%).Analisis statistik dengan regresi sederhanamenunjukkan terdapat hubungan antara paritas dan kejadian retensio dengan nilaiỶ = 2 + 0,79 (25), diperoleh hasil 21,8 ibu berparitas dua dengan kejadian retensio plasenta. Kesimpulan penelitian iniadalah terdapat hubungan positif paritas ibu bersalin dengan kejadian retensio plasenta di RSUDHAMS tahun 2019. Kata Kunci                  : Paritas, Retensio Plasenta
HUBUNGAN PERILAKU IBU DALAM MENGASUH BATITA DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BATITA DI PUSKESMAS BINJAI SERBANGAN KABUPATEN ASAHAN TAHUN 2019 Fitri Andriani; Dwi Feni Pebriani Tarigan
Jurnal Gentle Birth Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Gentle Birth
Publisher : Akademi Kebidanan Ika Bina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.922 KB) | DOI: 10.56695/jgb.v3i1.45

Abstract

ABSTRAK Diare merupakan masalah kesehatan terutama pada balita baik di tingkat global, regional maupun nasional. Di Indonesia, diare menjadi penyebab utama kematian pada balita. Pada tahun 2017 dilaporkan diare berada pada urutan ke 4 dari 10 besar penyakit di Kabupaten Asahan (BPS Kab. Asahan, 2018), faktor perilaku merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan penyebaran kuman enterik dan meningkatkan risiko terjadinya diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku ibu dalam mengasuh batita dengan diare pada batita di puskesmas Binjai Serbangan Kabupaten Asahan. Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi  dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki batita yang bertempat tinggal di puskesmas Binjai Serbangan dengan pengambilan besar sampel menggunakan rumus uji hipotesis beda proporsi menurut Lemeshow dengan metode non random sampling sebanyak 110 orang. Pengambilan data dengan wawancara dengan panduan kuesioner. Analisis data dengan uji chi square dan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden (63,6%) memiliki batita yang tidak mengalami diare, sedangkan (36,6%)responden memiliki batita yang mengalami diare, variabel yang bermakna adalah pemberian ASI Eksklusif p=0,012, pemberian MP ASI p=0,000, penggunaan air bersih p=0,034, mencuci tangan 0,001, membuang tinja batita p= 0,005, dan variabel yang paling dominan adalah pemberian MP ASI (OR=36,10) setelah dikontrol variabel jenis tempat pembuangan tinja. Disarankan kepada Puskesmas agar dapat melakukan program penyuluhan secara intensif tentang pemberian MP ASI, kebiasaan mencuci tangan, menggunakan air bersih dan membuang tinja dengan baik sebagai upaya pencegahan diare khususnya pada batita kepada ibu batita / pengasuh.Kata kunci                   : Perilaku ibu, diare pada batita