ABSTRAK Diare merupakan masalah kesehatan terutama pada balita baik di tingkat global, regional maupun nasional. Di Indonesia, diare menjadi penyebab utama kematian pada balita. Pada tahun 2017 dilaporkan diare berada pada urutan ke 4 dari 10 besar penyakit di Kabupaten Asahan (BPS Kab. Asahan, 2018), faktor perilaku merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan penyebaran kuman enterik dan meningkatkan risiko terjadinya diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku ibu dalam mengasuh batita dengan diare pada batita di puskesmas Binjai Serbangan Kabupaten Asahan. Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki batita yang bertempat tinggal di puskesmas Binjai Serbangan dengan pengambilan besar sampel menggunakan rumus uji hipotesis beda proporsi menurut Lemeshow dengan metode non random sampling sebanyak 110 orang. Pengambilan data dengan wawancara dengan panduan kuesioner. Analisis data dengan uji chi square dan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden (63,6%) memiliki batita yang tidak mengalami diare, sedangkan (36,6%)responden memiliki batita yang mengalami diare, variabel yang bermakna adalah pemberian ASI Eksklusif p=0,012, pemberian MP ASI p=0,000, penggunaan air bersih p=0,034, mencuci tangan 0,001, membuang tinja batita p= 0,005, dan variabel yang paling dominan adalah pemberian MP ASI (OR=36,10) setelah dikontrol variabel jenis tempat pembuangan tinja. Disarankan kepada Puskesmas agar dapat melakukan program penyuluhan secara intensif tentang pemberian MP ASI, kebiasaan mencuci tangan, menggunakan air bersih dan membuang tinja dengan baik sebagai upaya pencegahan diare khususnya pada batita kepada ibu batita / pengasuh.Kata kunci                  : Perilaku ibu, diare pada batita