Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

STUDI EKSPERIMEN REDAMAN GETARAN TRANSLASI DAN ROTASI DENGAN PENAMBAHAN DDVA (DUAL DYNAMIC VIBRATION ABSORBER) PADA SISTEM UTAMA 2 DOF Abdul Rohman
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.433 KB) | DOI: 10.34128/je.v5i2.76

Abstract

Getaran yang berlebih pada system konstruksi dari nilai frekuensi alaminya maka system konstruksi tersebut dapat menuju kerusakan sehingga dibutuhkan pencegahan mekanisme yang mampu meredam atau menahan getaran tersebut. Salah satu cara peredaman getaran adalah penggunaan Dynamic Vibration Absorber (DVA). DVA merupakan sistem massa, damper, dan pegas yang ditambahkan pada sistem utama. Jenis peredam ini akan bergerak bersamaan dengan sistem utama sehingga getaran pada sistem utama dapat diredam. Dalam usaha dalam peredaman getaran, suatu modifikasi penggunaan DVA diperlukan. Salah satu modifikasi DVA adalah penggunaan Dual Dynamic Vibration Absorber (DDVA) pada sistem utama. DDVA merupakan dua buah DVA terpisah yang dipasang pada sistem utama dengan jarak tertentu. Pada eksperimen ini mengukur pengaruh penambahan dual DVA terhadap respon getaran translasi dan rotasi pada sistem utama 2-DOF. Dalam pemahaman mengenai fenomena tersebut dibuat model dinamis sistem tanpa penambahan DVA dan sistem dengan penambahan dual DVA. Model dinamis sistem tanpa penambahan DVA digunakan sebagai pembanding terhadap sistem dengan penambahan Dual DVA. Dalam persamaan model dinamis tersebut disimulasikan dengan software Simulink. Pada hasil penelitian eksperimen yang dihasilkan pada redaman arah translasi dan rotasi dapat mereduksi getaran dengan DDVA di rasio frekuensi rata-rata error 2,98 % dan 0,85 %. Pengurangan getaran translasi maksimum untuk rentang frekuensi 0,6219 Hz sampai dengan 1,6611 Hz untuk arah translasi dan 1,585 Hz s.d 4,440 Hz untuk arah rotasi.
STUDI EKSPERIMEN REDAMAN GETARAN TRANSLASI DAN ROTASI DENGAN POSISI SUMBER EKSITASI DVA (DYNAMIC VIBRATION ABSORBER) Abdul Rohman
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (849.499 KB) | DOI: 10.34128/je.v4i1.2

Abstract

Getaran merupakan gerakan  bolak-balik dari suatu titik kesetimbangan tertentu. Getaran disebut juga osilasi suatu benda di akibatkan oleh gaya. Namun gaya osilasi yang berlebihan akan menimbulkan potensi kerusakan pada sistem. Reduksi getaran  dalam frekuensi tunggal dapat dilakukan dengan penambahan DVA. Penelitian ini terkait SDVA untuk mereduksi getaran arah translasi-rotasi terhadap perubahan posisi eksitasi terhadap karakteristik respon getaran translasi-rotasi. Penelitian berbasis eksperimental pada prototype dengan sistem getaran 2 DOF translasi–rotasi dan dengan DVA menjadi 3 DOF. Prototype dimodelkan secara persamaan matematis dan dilakukan simulasi untuk mengetahui respon karakteristik getaran. Dalam eksperimen ini diberikan jarak posisi eksitasi SDVA terhadap dari titik pusat massa. Pengukuran dilakukan dengan pengujian kecepatan motor (gaya eksitasi). Hasil simulasi sebagai referensi hasil eksperimen dengan melihat trend karakteristinya. Hasil penelitian eksperimen nilai percepatan getaran translasi dan rotasi lebih besar daripada nilai hasil simulasi. Nilai eksperimen dengan rasio error prosentase sebesar 26,83 % dan 29,81 % pada redaman arah translasi dan rotasi. Hasil keseluruahn secara ilustrasi trendline grafik redaman eksperimen seirama dengan trendline grafik redaman hasil simulasi. Eksperimen ini dipengaruhi banyak faktor dalam hasil redaman. 
Dermaga Apung Untuk Menunjang Budidaya Kepiting Masyarakat Desa IGNA Satria; Jangka Rulianto; Kanom Kanom; Sevriton Sevriton; Abdul Rohman; Abdul Wahid; Chairul Anam
Madaniya Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.702

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengintegrasikan dermaga apung sebagai infrastruktur pendukung bagi budidaya kepiting di Desa Pondok Nongko, Kabupaten Banyuwangi. Desa ini memiliki potensi besar dalam budidaya kepiting, namun kurangnya sarana yang memadai seringkali menjadi hambatan bagi para petani kepiting untuk mengoptimalkan kegiatan budidayanya. Dalam kegiatan pengabdian ini, dilakukan perencanaan, pembangunan, dan implementasi dermaga apung sebagai fasilitas pendukung budidaya kepiting. Para petani kepiting juga dilibatkan dalam proses pelatihan terkait manajemen dan penggunaan dermaga apung untuk meningkatkan efisiensi dalam kegiatan budidaya kepiting mereka. Selain itu, penyuluhan mengenai keberlanjutan dan manfaat penggunaan dermaga apung sebagai sarana penunjang produksi kepiting juga diberikan kepada masyarakat. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan produktivitas budidaya kepiting melalui pemanfaatan dermaga apung. Para petani kepiting dapat mengoptimalkan pengelolaan kolam budidaya dan memperoleh hasil yang lebih baik. Selain itu, dermaga apung juga memberikan kemudahan dalam proses pemeliharaan dan pemantauan kepiting. Keberhasilan implementasi dermaga apung di Desa Pondok Nongko diharapkan dapat menjadi model bagi desa-desa sekitarnya dalam meningkatkan keberlanjutan usaha budidaya kepiting. Dengan adanya dermaga apung, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan pendapatan, mengurangi kerugian, dan secara keseluruhan memberikan dampak positif terhadap ekonomi lokal.
Inovasi Pemanfaatan Limbah Janggel Jagung Sebagai Bahan Tambah Untuk Pakan Fermentasi Ternak Kambing M. Abdul Wahid; Anis Usfah; Abdul Rohman
Madaniya Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.756

Abstract

Dalam proses panen jagung terdapat beberapa limbah yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak. Salah satu limbah hasil panen jagung adalah yang belum dimanfaatkan secara maksimal oleh petani. Pemanfaatan janggel jagung saat ini hanya digunakan sebagai bahan bakar dan sebagian hanya dibiarkan berserakan yang menjadi pencemaran pada lingkungan. Ketersedian bahan pakan yang berkualitas merupakan salah satu permasalahan yang terdapat pada mitra. Oleh karena itu janggel jagung dimanfaatkan sebagai bahan tambah pakan ternak fermentasi. Tahapan kegiatan pengabdian ini adalah observasi permasalahan mitra, perancangan dan pembuatan alat tepat guna, pelatihan pembuatan pakan fermentasi dan pengoperasian alat. Dengan dilaksanakan kegiatan pengabdian ini mitra dapat membuat pakan fermentasi yang berkualitas.
ANALISIS PENGEMBANGAN GEROBAK TARIK MOTOR BERBASIS DESAIN MODULAR UNTUK MENINGKATKAN MOBILITAS DAN KONSTRUKSI YANG AMAN DALAM BERNIAGA Bilnadzary Rahmatullah; Abdul Rohman; Eli Novita Sari; I Gusti Ngurah Bagus Catrawedarma; IGNA Satria Prasetya D W
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol. 13 No. 1 (2026)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of mobility in the commercial sector drives innovation in transport tools such as motorized tow carts. This study analyzes three support frame design variations using Aluminum 6063 and Finite Element Analysis (FEA). A static load of 3,924 N was applied evenly at three points along the -Y axis. Simulation results showed that Variation 1 generated a maximum Von Mises stress of 43.409 MPa, deformation of 0.62483 mm, and safety factor of 4.9529. Variation 2 yielded stress of 35.493 MPa, deformation of 0.66134 mm, and safety factor of 6.0575. Variation 3 yielded 35.487 MPa, 0.66071 mm, and the highest safety factor of 6.0586. All values remain below the material’s yield strength of 215 MPa and above the minimum required safety factor of 1.25. Variation 3 is deemed optimal.
ANALISA KECEPATAN DINAS TERHADAP DESAIN LAMBUNG KAPAL TANKER 1214 DWT Achdri Oloan; M. Alfan Ilhamsyah Putra; M Abdul Wahid; Abdul Rohman; Khairul Muzaka
Techno Bahari Vol. 12 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Politeknik Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52234/tb.v12i2.381

Abstract

A tanker is a type of ship designed for loading oil and other liquid products. This ship, in its operation, experienced delays in cargo delivery, one of which was due to inadequate ship speed. In planning the service speed, it can affect the shape of the tanker hull. A good ship hull design has a large cargo capacity and a small ship resistance. Therefore, this final project analyzes changes in ship hull design due to variations in ship service speed. There are 3 ship hull models (A, B, C) and service speeds (10,11,12 Knots). Hull A with ship resistance at 10 knots of 39.4 kN and produces an estimated cargo volume of 985,373 m3. Hull B with ship resistance at 11 knots of 48.2 kN, and produces an estimated cargo volume of 973,725 m3, and Hull C with ship resistance at 12 knots of 59.4 kN, and produces an estimated cargo volume of 958,633 m3. Keywords: Tanker, Speed, Hull, Resistance, Volume.
ANALISA PENGARUH SUDUT HALUAN KAPAL SELF PROPELLED OIL BARGE (SPOB) 216 GT TERHADAP HAMBATAN DENGAN METODE COMPUTATIONAL  FLUID DYNAMIC (CFD) Abdul Rohman; Jangka Rulianto; Wawan Suranto
Techno Bahari Vol. 12 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Politeknik Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52234/tb.v12i2.403

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi sudut haluan terhadap hambatan total kapal Self-Propelled Oil Barge (SPOB) 216 GT menggunakan metode Computational Fluid Dynamics (CFD). Efisiensi desain haluan sangat mempengaruhi performa hidrodinamis kapal, terutama pada kecepatan jelajah 5 knot. Dalam studi ini, dilakukan modifikasi haluan dengan tiga variasi sudut, yaitu 49°, 42°, dan 39°, serta dilakukan pemodelan dan simulasi numerik menggunakan  Metode CFD. Hasil simulasi menunjukkan bahwa modifikasi sudut haluan berpengaruh signifikan terhadap nilai hambatan kapal. Sudut haluan 39° menghasilkan nilai hambatan paling rendah sebesar 3,995 kN, diikuti oleh 42° sebesar 4,135 kN dan 49° sebesar 4,241 kN berdasarkan simulasi CFD. Dengan demikian, sudut haluan 39° direkomendasikan sebagai desain optimal untuk meningkatkan efisiensi pelayaran dan mengurangi konsumsi bahan bakar