Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mandi Isap Buyu dan Pengolahan Dimsum Ikan Patin Untuk Pencegahan Stunting Berbasis Transcultural Nursing Care (TNC) di Kelurahan Basirih M. Sobirin Mohtar; Cynthia Eka F. Tjomi; Dhea Nur Fitriyani; Nastasya, Difa; Dwi Yani Safitri; Elin Renata; Ericca Dwi Salsabilla; Fatmawati, Fatmawati; Humairoh, Humairoh; Sofhia Aulia Putri Azizah
BERBAKTI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 03 (2025): ISSUE FEBRUARI
Publisher : PT. Mifandi Mandiri Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting adalah kondisi terhambatnya pertumbuhan anak yang mengakibatkan tinggi badan anak lebuh rendah dari anak normal seusianya. Stunting dan isap buyu merupakan permaslahan yang sering dihadapi oleh Masyarakat saat ini. Banyak orang tua yang belum sepenuhya memahami apa itu stunting, penyebab, dan dampaknya bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Oleh karena itu tujuan diadakannya pengabdian masyarakat di kelurahan basirih adalah untuk memberikan sosialisasi edukasi kesehatan tentang stunting dan isap buyu. Metode pelaksanaan yang akan dilakukan adalah dengan cara menyampaikan materi dengan powerpoint serta diadakan pemberian dan cara pengolahan makanan bergizi, denagan pemberian makanan dimsum ikan patin. Sehingga diharapkan para ibu-ibu rumah tangga terkhususnya dapat meningkatkan pengetahuan, serta menyadari pentingnya melakukan pencegahan terhadap stunting dan isap buyu.
Simulasi Rumah Banjar Pintar, Sehat dan Aman dari Bencana M. Sobirin Mohtar; Ahmad Syahlani; Latifah; Nadya Rosalina; Nur Hakidah Habibi; Laila Kodtriah Fitriani; Khusnul Khotimah; Onevia Berlian Nataly; Mely Agustina; Munawarah; Ni Gusti Ayu Agung; Lorenza Cloudia; Almaida
Bhakti Patrika Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Pubfine Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64408/bp.2026.2143

Abstract

Pendahuluan: Kampung Simpang Limau, Banjarmasin Timur, menghadapi berbagai tantangan kesehatan dan kebencanaan, termasuk tingginya kasus ISPA, sanitasi rumah yang buruk, pengelolaan sampah yang tidak optimal, serta rendahnya kesiapsiagaan terhadap banjir, kebakaran, gempa bumi, dan tanah longsor. Lingkungan padat dan minim edukasi memperparah risiko. Seperti dinyatakan oleh BNPB (2023), “Kesiapsiagaan masyarakat adalah kunci utama dalam mengurangi risiko bencana dan mempercepat pemulihan”. Metode: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilakukan dalam satu hari melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode meliputi edukasi langsung, simulasi evakuasi, dan demonstrasi teknologi sederhana berbasis kearifan lokal. Inovasi yang diperkenalkan antara lain Aqua Senty (deteksi banjir), SIJAGAT (deteksi kebakaran), Resonansi Harapan (deteksi korban gempa), dan Filter Sampah Sungai. Hasil: Terdapat peningkatan signifikan dalam pengetahuan masyarakat. Pre-test masyarakat umum sebesar 47,17% meningkat menjadi 87,69% pada post-test. Ibu RT sebagai tokoh komunitas mengalami peningkatan dari 33,33% menjadi 86,66%. Respons masyarakat sangat positif terhadap materi dan simulasi yang diberikan. Kesimpulan: Program ini terbukti efektif dalam membentuk komunitas yang sehat, tangguh, dan adaptif terhadap risiko lingkungan dan bencana. Pendekatan edukatif berbasis teknologi tepat guna dan kearifan lokal mampu meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat secara signifikan.