Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Factors Influencing The Increase in Violence Against Women: A Systematic Review Dini Rahmayani; Muhammad Modi Lakulu; Husin; Ahmad Syahlani; Umi Hanik Fetriyah; Agus Byna
Journal Of Nursing Practice Vol. 8 No. 2 (2025): January
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v8i2.581

Abstract

Background: Violence against women is a global public health problem, with an estimated one in three women experiencing physical, emotional, or sexual violence. Approximately one in three women worldwide have experienced physical or sexual violence. Intimate partners have the right to beat their female partners, violence experienced by women is often underreported. Purpose: to describe the causal factors that contribute to violence against women. Methods: Systematic review method, data sources, study selection, search, eligibility criteria, data collection, and literature taxonomy. These articles were published over a 6-year period from 2018 to 2023 with selection using PRISMA. the results found 12 articles that had been studied extensively to map the research area. Results: 61 variables consisting of two parts, namely demographic characteristics and factors that contribute to the cause were studied in the article. Based on the results of the article analysis, it was found that the dominant factors studied, and had a significant relationship to the occurrence of violence against women included: 1) age; 2) women's education; 3) place of residence; 4) family income; and 5) women's work. Conclusion: Based on the findings, the dominant factors are very important to be followed up in further research with an artificial intelligence (AI) approach using machine learning, which is an interdisciplinary collaboration, especially in the field of women's reproductive health, in line with the emphasis of the digital era on the use of AI.
Penerapan Massage Virgin Coconut Oil sebagai Upaya Pencegahan Luka Tekan pada Pasien Tirah Baring Lama di RSUD Dr. Moch Ansari Saleh Ni Ketut Widiantari; Mita Aulia; Priadi; Rapi’I; Siti Raihani; Ahmad Syahlani; Rumiati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v3i1.972

Abstract

Pasien tirah baring lama merupakan kelompok yang berisiko tinggi mengalami luka tekan akibat tekanan berkepanjangan pada area tubuh tertentu yang menyebabkan gangguan perfusi jaringan dan kerusakan kulit. Kondisi ini sering diperberat oleh kurangnya pengetahuan dan keterampilan pasien serta keluarga dalam melakukan upaya pencegahan luka tekan secara mandiri. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan adalah teknik massage menggunakan Virgin Coconut Oil (VCO) yang bermanfaat untuk meningkatkan sirkulasi darah dan menjaga integritas kulit. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran pasien tirah baring lama serta keluarga dalam pencegahan luka tekan melalui penerapan massage menggunakan VCO di Ruang Alexandri Lt. III RSUD Dr. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, meliputi survei awal, penyuluhan kesehatan, demonstrasi teknik massage menggunakan VCO, praktik langsung oleh keluarga pasien, serta monitoring dan evaluasi. Media edukasi yang digunakan berupa leaflet, poster, dan alat bantu visual. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pengertian, faktor risiko, dan pencegahan luka tekan, serta meningkatnya keterampilan keluarga dalam mempraktikkan teknik massage menggunakan VCO secara benar dan aman. Peserta juga menunjukkan antusiasme dan keterlibatan aktif selama kegiatan berlangsung. Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif dalam upaya pencegahan luka tekan pada pasien tirah baring lama melalui keterlibatan aktif keluarga sebagai pendamping perawatan.
Simulasi Rumah Banjar Pintar, Sehat dan Aman dari Bencana M. Sobirin Mohtar; Ahmad Syahlani; Latifah; Nadya Rosalina; Nur Hakidah Habibi; Laila Kodtriah Fitriani; Khusnul Khotimah; Onevia Berlian Nataly; Mely Agustina; Munawarah; Ni Gusti Ayu Agung; Lorenza Cloudia; Almaida
Bhakti Patrika Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Pubfine Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64408/bp.2026.2143

Abstract

Pendahuluan: Kampung Simpang Limau, Banjarmasin Timur, menghadapi berbagai tantangan kesehatan dan kebencanaan, termasuk tingginya kasus ISPA, sanitasi rumah yang buruk, pengelolaan sampah yang tidak optimal, serta rendahnya kesiapsiagaan terhadap banjir, kebakaran, gempa bumi, dan tanah longsor. Lingkungan padat dan minim edukasi memperparah risiko. Seperti dinyatakan oleh BNPB (2023), “Kesiapsiagaan masyarakat adalah kunci utama dalam mengurangi risiko bencana dan mempercepat pemulihan”. Metode: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilakukan dalam satu hari melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode meliputi edukasi langsung, simulasi evakuasi, dan demonstrasi teknologi sederhana berbasis kearifan lokal. Inovasi yang diperkenalkan antara lain Aqua Senty (deteksi banjir), SIJAGAT (deteksi kebakaran), Resonansi Harapan (deteksi korban gempa), dan Filter Sampah Sungai. Hasil: Terdapat peningkatan signifikan dalam pengetahuan masyarakat. Pre-test masyarakat umum sebesar 47,17% meningkat menjadi 87,69% pada post-test. Ibu RT sebagai tokoh komunitas mengalami peningkatan dari 33,33% menjadi 86,66%. Respons masyarakat sangat positif terhadap materi dan simulasi yang diberikan. Kesimpulan: Program ini terbukti efektif dalam membentuk komunitas yang sehat, tangguh, dan adaptif terhadap risiko lingkungan dan bencana. Pendekatan edukatif berbasis teknologi tepat guna dan kearifan lokal mampu meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat secara signifikan.