Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MANAJEMEN KONFLIK BERDASARKAN KISAH PARA RASUL 15:35-41 DAN IMPLIKASINYA BAGI GEREJA MASA KINI Kevin Samuel Kamagi; Iman Setia Telaumbanua
DA'AT : Jurnal Teologi Kristen Vol. 3 No. 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Program Studi Teologi, Fakultas Teologi, Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.168 KB) | DOI: 10.51667/djtk.v3i1.686

Abstract

Manajemen konflik merupakan suatu hal yang jarang diterapkan dalam kehidupan berorganisasi, termasuk dalam konteks Gereja. Manajemen konflik harus dipahami dan dimengerti secara benar, sehingga mampu mengatasi konflik-konflik yang terjadi dalam dunia pelayanan. Pada saat ini banyak Gereja mengalami kegagalan dalam menyelesaikan problema didalamnya karena kurangnya penerapan manajemen konflik dengan benar. Maka dari itu, tujuan penelitian ini adalah menganalisis Manajemen konflik berdasarkan Kisah Para Rasul 15:35-41, serta implikasinya bagi gereja masa kini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kualitatif secara kepustakaan. Hasil dari penelitian ini adalah memberikan pemahaman bagi gereja akan pentingnya penerapan manajemen konflik dalam menangani kasus-kasus dalam pelayanan dengan berlandaskan pada Kisah Para Rasul 15:35-41, yaitu melibatkan Tuhan dalam menyelesaikan masalah, Tidak ada penghakiman dalam konflik, menyelesaikan masalah dengan kasih dan damai serta menyatakan visi Kristus.
Implementasi Problem Centered-Design Curriculum bagi Pemuda Kristen dalam Konteks Pendidikan Agama Kristen di Gereja Aliyono Aliyono; Januarius Naingalis Dwi Juanto; Kevin Samuel Kamagi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.526 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v8i5.11808

Abstract

Pemuda merupakan kelompok usia yang dipandang sudah mampu untuk ikut serta memecahkan permasalahan sosial. Akan tetapi, dalam pendidikan agama Kristen khususnya di gereja kurang melibatkan pemuda dalam menyelesaikan permasalahan sosial. Akibatnya dalam proses pendidikan, pemuda cenderung pasif dan kurang optimal dalam berpikir kritis. Hal yang perlu dipikirkan para ahli dan praktisi pendidikan adalah memampukan para pemuda untuk terlibat aktif memecahkan masalah-masalah sosial dengan merancang kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan tersebut. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mendesain kurikulum pemuda Kristen yang berpusat pada pemecahan masalah ( curriculum). Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka. Hasil penelitian ini ialah penulis menguraikan tujuan dari kurikulum Maka, problem-centered design kurikulum ini sangat sesuai untuk diaplikasikan kepada Pemuda Kristen.