Rastina Kalla
Universitas Muslim Indonesia, Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Artificial Intelligence dan Peran Sumber Daya Manusia Sebagai Katalisator Transformasi Organisasi: Perspektif Manajemen Sumber Daya Manusia Rastina Kalla; Tenriwaru; Muh. Haerdiansyah Syahnur
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 3 (2026): Mei - Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v8i4.1851

Abstract

Artikel ini bertujuan mengembangkan kerangka konseptual mengenai peran sumber daya manusia (SDM) sebagai katalisator dalam transformasi organisasi berbasis artificial intelligence (AI). Penelitian menggunakan conceptual literature review dengan sintesis purposif terhadap 22 sumber utama yang terdiri atas 19 publikasi akademik dan tiga dokumen institusional. Literatur dipilih berdasarkan relevansi terhadap AI-enabled HRM, human–AI collaboration, dynamic capabilities, responsible AI, perubahan kompetensi, serta transformasi pekerjaan. Hasil sintesis menunjukkan bahwa AI lebih tepat diposisikan sebagai technological enabler daripada sebagai substitusi langsung bagi manusia. Nilai organisasi muncul ketika kapabilitas AI dikonversi melalui mekanisme manusia dan organisasi, terutama sensing terhadap perubahan teknologi dan pekerjaan, seizing peluang penggunaan AI, reconfiguring proses dan kompetensi, penguatan AI literacy, serta tata kelola yang menjamin fairness, transparency, accountability, dan human oversight. Artikel ini mengusulkan model yang mengintegrasikan dynamic capabilities, human–AI collaboration, dan responsible AI dengan menempatkan SDM sebagai human catalyst yang menghubungkan AI capability dengan organizational transformation. Kontribusi konseptual artikel terletak pada pergeseran fokus dari adopsi teknologi menuju mekanisme konversi nilai: AI tidak menghasilkan kinerja secara otomatis, tetapi memerlukan kemampuan manusia, desain kerja yang tepat, dan tata kelola yang bertanggung jawab. Implikasi praktisnya, organisasi perlu mengembangkan strategi AI yang secara simultan berinvestasi pada teknologi, kompetensi SDM, redesign pekerjaan, dan governance agar transformasi menghasilkan produktivitas, inovasi, agility, employee experience, serta keberlanjutan yang lebih baik.