Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Kadar Serat Buah Mangrove Sonneratia alba asal Pesisir Wori Kabupaten Minahasa Utara Janah, Suci Isbatul; Wonggo, Djuhria; Mongi, Eunike Louisje; Dotulong, Verly; Pongoh, Jenki; Makapedua, Daisy Monica; Sanger, Grace
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.8.2.2020.28317

Abstract

Di Sulawesi Utara, tepatnya di Kabupaten Minahasa Utara masih memiliki hutan mangrove yang cukup luas , salah satunya di pesisir Wori yang menjadi lokasi penting penyebaran mangrove Sonneratia alba. Buah mangrove S . alba berpotensi sebagai sumber bahan pangan karena mengandung zat bioaktif yang baik untuk kesehatan. Selain sebagai Pangan Fungsional antioksidan, perlu juga digali potensi lain yang terkandung pada tepung buah mangrove S.alba seperti Kandungan Serat. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mempelajari dan membandingkan serat kasar dan serat pangan pada tepung buah mangrove S. alba muda (diameter buah <3cm) dan buah tua (diameter buah ≥ 3 cm) asal Pesisir Wori kabupaten Minahasa Utara. Metode yang digunakan untuk analisis serat kasar adalah metode Apriyantono (1989) dan untuk analisis serat pangan menggunakan metode AOAC (1995) .Hasil analisis menunjukkan bahwa tepung buah bakau S. alba muda berasal dari Pantai Wori, Kabupaten Minahasa Utara memiliki kandungan serat kasar lebih tinggi yaitu 31,66% jika dibandingkan dengan buah tua yaitu 28,66% dan hasil analisis serat pangan tepung mangrove S. alba muda juga lebih tinggi jika dibandingkan dengan tepung buah tua, buah muda memiliki kandungan serat makanan 43,32% dengan kandungan serat tidak larut air sebesar 38,66% dan serat larut air sebesar 4,66%, sedangkan buah tua memiliki serat pangan 30, 66% dengan kandungan serat tidak larut air sebesar 25,33% dan serat larut air sebesar 5,33%.
Pengaruh Ekstrak Kulit Manggis terhadap Mutu Ikan Cakalang Asap Gusu, Jahara; Onibala, Hens; Pongoh, Jenki; Taher, Nurmeilita; Dotulong, Verly; Mentang, Feny; Sanger, Grace
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.9.3.2021.29587

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mendapatkan ekstrak kulit buah manggis yang dikeringkan selama 4 dan 8 hari sebagai bahan pengawet dan melihat pengaruh tingkat kesukaan konsumen terhadap ikan cakalang (Katsuwonus pelamis L.) asap yang direndam dalam ekstrak kulit buah manggis. Data hasil pengamatan uji organoleptik yang tertinggi terdapat pada Aroma dengan nilai 8,1 pengeringan 8 hari dengan perendaman 15 menit (A2B1) dalam penyimpanan 0 hari dan data hasil uji organoleptik yang terendah terdapat pada Rasa dengan nilai 2,5 pengeringan 4 hari dengan perendaman 30 menit dalam penyimpanan hari ke-10. Hasil penelitian TVB-N menunjukkan bahwa larutan kulit buah manggis dengan penyimpanan 0 hari sampai hari ke-10 sudah diatas Standarisasi Nasional Indonesia (SNI) sehingga sudah tidak layak untuk dikonsumsi.
Eel Fish Meal (Anguilla sp) As Raw Material for Food Processing Seru, Jalongga; Dien, Henny Adeleida; Pongoh, Jenki; Panelewen, Joyce Christina V; Montolalu, Lita Adonia Diana Y.; Lohoo, Helen Jenny
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Vol. 12 No. 2 (2023): EDISI MEY-AGUSTUS 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jpkt.v12i2.50942

Abstract

The distribution of eels covers almost all of Indonesia, especially areas such as Central Sulawesi and North Sulawesi. The purpose of this study was to determine the amount of yield in eel flour, determine the water content of eel flour and test the color of eel flour using a spectrophotometer UV-VIS. The method used is exploratory method and uses a simple completely randomized design (CRD) with 2 repetitions. The results of the analysis of the yield of eel flour in the first collection with the sun drying treatment ranged from 6.1% - 7.8% and the oven drying treatment ranged from 3.7% - 5.7%. In the second sampling, the sun drying treatment ranged from 3.1% - 6.7% and the oven drying treatment ranged from 2.8% - 6.1%. The results of the analysis of the water content of eel flour in the first collection with the sun drying treatment ranged from 10.4% - 13.1% and the oven drying treatment ranged from 10% - 12.3%. In the second sampling, the sun drying treatment ranged from 9.7% - 10.7% and the oven drying treatment ranged from 8.2% - 13.3%. The results of the analysis of the color test of eel flour in the first sampling with the sun drying treatment ranged from 22.45% - 31.95% and the oven drying treatment ranged from 34.1% - 44.95%, while in the second sampling with the Sun drying ranged from 26.05% - 71.55% and oven drying treatment ranged from 18.3% - 65.55%. Keywords: Eel fish meal, oven drying, sun drying, yield, moisture content, color test ABSTRAK Sebaran ikan sidat meliputi hampir seluruh Indonesia, khususnya daerah seperti Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui banyaknya rendeman pada tepung ikan sidat, mengetahui kadar air tepung ikan sidat dan uji warna tepung ikan sidat menggunakan alat spektrofotometer UV-VIS. Metode yang digunakan adalah metode eksploratif dan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) sederhana dengan ulangan sebanyak 2 kali. Hasil analisis rendemen tepung ikan sidat pada pengambilan pertama dengan perlakuan pengeringan matahari berkisar, yaitu 6,1% - 7,8% dan perlakuan pengeringan oven berkisar, yaitu 3,7% - 5,7%. Pada pengambilan sampel kedua dengan perlakuan pengeringan matahari berkisar, yaitu 3,1% - 6,7 % dan perlakuan pengeringan oven berkisar, yaitu 2,8% - 6,1%. Hasil analisis kadar air tepung ikan sidat pada pengambilan pertama dengan perlakuan pengeringan matahari berkisar, yaitu 10,4% - 13,1% dan perlakuan pengeringan oven berkisar, yaitu 10% - 12,3%. Pada pengambilan sampel kedua dengan perlakuan pengeringan matahari berkisar, yaitu 9,7% - 10,7% dan perlakuan pengeringan oven berkisar, yaitu 8,2% - 13,3%. Hasil analisis uji warna tepung ikan sidat pada pengambilan pertama dengan perlakuan pengeringan matahari berkisar, yaitu 22,45% - 31,95% dan perlakuan pengeringan oven berkisar, yaitu 34,1% - 44,95%, sedangkan pada pengambilan sampel kedua dengan perlakuan pengeringan matahari berkisar, yaitu 26,05% - 71,55% dan perlakuan pengeringan oven berkisar 18,3% - 65,55%. Kata kunci: Tepung ikan sidat, pengeringan oven, pengeringan matahari, rendemen, kadar air, uji warna
Shelf Life Of Smoked Cockatua Fish (Scarus sp) At Room Temperature Pinamangun, Megga Ferrem; Salindeho, Netty; Taher, Nurmeilita; Dotulong, Verly; Pongoh, Jenki; Kaparang, Josefa Tety
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Vol. 12 No. 3 (2023): EDISI ESPTEMBER-DESEMBER 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jpkt.v12i3.54392

Abstract

The research aims to determine the water content, protein content, pH, ALT, and organoleptics of parrot fish using coconut shell fumigants. The method used in this research is very exploratory research, the data is analyzed descriptively testing the data in the research data in the form of images (Histograms). The parameters used in this research are analysis of water content, protein content, pH, ALT, and organoleptics. From the research carried out, it was found that parrot fish was smoked using coconut shell fuel, and the storage time of 0 days, 2 days, and 4 days was presented in the form of a histogram and then discussed. The results of the first stage organoleptic test showed that the panelists preferred smoked parrot fish. The results of the second stage of the organoleptic test showed that the panelists preferred smoked parrot fish. The water content with the highest results is Parrotfish A1 water content 55.85%, A2 62.38% and A3 44.20%) ALT results from 0 days of storage have an average value of A1 (22 × 102 CFU/g) and 2 days have an average value of A2 (28 × 102 CFU/g) and then 4 days of storage had an average value of A3 (28 × 102 CFU/g) Smoked Parrot Fish Protein Content at 0 days of storage was 3.84. 3. The highest pH of smoked Parrot Fish was found for a storage period of 4 days, namely 7 Keywords: Parrot Fish (Scarus sp), Water Content, Protein Content, Organoleptic Abstrak Tujuan dari penelitian adalah mengetahui kadar air, kadar protein, pH, ALT, organoleptik dari ikan kakatua menggunakan bahan pengasap tempurung kelapa Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian sangat eksploratif, data di analisis secara deskriptif pengujian data dalam penelitian data dalam bentuk gambar (Histogram). Parameter yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: analisis kadar air , kadar protein, pH,ALT, dan organoleptik. Dari penelitian yang dilakukan didapatkan bahwa Ikan kakatua dengan cara pengasapan dengan menggunakan bahan bakar tempurung kelapa lama penyimpanan 0 hari , 2 hari dan 4 hari yang di peroleh di sajikan dalam bentuk Histogram kemudian di bahas. Hasil uji organoleptik tahap satu menunjukkan bahwa panelis lebih menyukai ikan kakatua asap. Hasil uji oranoleptik tahap dua menunjukkan bahwa panelis lebih menyukai ikan kakatua asap. kadar air dengan hasil tertinggi yaitu Ikan Kakatua A1 kadar air 55.85% , A2 62.38% dan A3 44.20%) hasil ALT penyimpanan 0 hari memiliki nilai rata–rata A1 ( 22 × 102 CFU/g) dan 2 hari memiliki nilai rata–rata A2 (28 × 102 CFU/g ) dan selanjutnya penyimpanan 4 hari memiliki nilai rata–rata A3 ( 28 × 102 CFU/g) Kadar Protein Ikan Kakatua asap pada penyimpanan 0 hari 3.84. 3. pH Ikan Kakatua asap tertinggi terdapat pada lama penyimpanan 4 hari yaitu 7 Kata Kunci: Ikan Kakatua (Scarus sp) , Kadar Air, Kadar Protein, pH, ALT, Organoleptik
METABOLIT SEKUNDER EKSTRAK AIR MENDIDIH TEPUNG BUAH MANGROVE Sonneratia alba Tahulending, Chintya; Dotulong, Verly; Mentang, Feny; Damongilala, Lena; Harikedua, Silvana D.; Pongoh, Jenki; Salindeho, Netty
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.11.1.2023.34511

Abstract

Mangrove Sonneratia alba merupakan jenis mangrove yang banyak terdapat di pesisir Wori Kabupaten Minahasa Utara. Ekstrak pelarut organik seperti metanol, etilasetat dan heksana dari buah S. alba yang diambil di lokasi ini sudah diteliti memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder antara lain, alkaloid, flavonoid, fenolik, tanin, saponin, steroid, dan terpenoid. data tentang metabolit sekunder dari ekstrak air mendidih dari buah mangrove ini masih sangat kurang dilaporkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data kandungan  metabolit sekunder pada ekstrak air mendidih  dengan lama ekstraksi yang berbeda  dari mangrove S.alba yang dikeringkan pada suhu 500 C didalam kabinet dryer.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat eksploratif, data dianalisis secara kualitatif berdasarkan ada atau tidaknya komponen metabolit sekunder didalam sampel, perlakuan yang digunakan adalah lama ekstraksi 5, 10 dan 15 menit dalam air mendidih.Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut: ekstrak air mendidih selama 5,10, dan 15  menit baik untuk cara pengeringan cabinet  dryer mengandung semua komponen metabolit sekunder yang diuji yaitu fenolik, flavonoid, tannin, saponin, flavonoid dan alkaloid, sedangkan tidak mengandung  steroid dan triterpenoid.