Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal Sylva Scienteae

KAJIAN EKOWISATA BERBASIS KESESUAIAN KAWASAN DI PANTAI PULAU POMBO KABUPATEN MALUKU TENGAH Maya M. S Puttileihalat; Henderina Lelloltery; Andry Tuhumury
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 2 Edisi April 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i2.8548

Abstract

The purpose of this study was to known the suitability of the coastal area for beach ecotourism activities on Pombo Island. The research method used is a survey method with a qualitative descriptive approach. The sampling technique in this study was purposive sampling, which was divided into two observation stations by observing and interviewing the community. Observations were made on the characteristic conditions of the beach using several parameters related to the suitability of beach tourism. The analytical method used is the analysis of the tourism suitability index (IKW). The results showed that the indeks of suitability of beach tourism on Pombo Island, at two observation stations, station 1 and station 2, that is "Very suitable" category for beach tourism, because it has a tourism suitability index (IKW) of more than 80%. with the following details, is the IKW at station 1 is 88.10% and the IKW at station 2 is 95.24%. Thus it can be concluded that the beaches of Pombo Island can be very suitable for beach tourism activities.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kesesuaian kawasan pantai untuk kegiatan ekowisata pantai di Pulau Pombo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan pendekatan diskriptif kualitatif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling, yang terbagi menjadi dua stasiun pengamatan, dengan melakukan observasi dan wawancara dengan masyarakat. Pengamatan dilakukan terhadap kondisi karakteristik pantai menggunakan beberapa parameter yang berhubungan dengan kesesuaian wisata pantai. Metode analisis yang digunakan adalah analisis indeks kesesuaian wisata (IKW). Hasil penelitian menunjukkan indeks kesesuaian wisata pantai di pulau pombo, pada dua stasiun pengamatan yaitu stasiun 1 dan stasiun 2 termasuk dalam kategori “Sangat sesuai” untuk wisata pantai karena memiliki indeks kesesuaian wisata (IKW) lebih dari 80 % dengan rincian sebagai berikut yaitu IKW pada stasiun 1 adalah 88,10 % dan IKW pada stasiun 2 adalah 95,24 %. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pantai pulau Pombo dapat sangat sesuai untuk kegiatan wisata pantai
KAJIAN PENGGUNAAN HABITAT OLEH SATWA BURUNG PADA KAWASAN MANGROVE TELUK TUHAHA KECAMATAN SAPARUA TIMUR Christosius F. Pattinasarany; C. K. Pattinasarany; A. Tuhumury
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 4 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 4 Edisi Agustus 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i4.9327

Abstract

Hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh di rawa berair payau dan dipengaruhi pasang-surut air laut juga merupakan hutan pada wilayah intertidal dimana terjadi interaksi antara air laut, air payau, sungai, dan terestrial. Interaksi ini menjadikan ekosistem mangrove mempunyai keanekaragaman yang tinggi baik berupa flora maupun fauna, serta merupakan tempat tumbuh, berkembang biak, tempat tinggal serta tempat mencari makan.Pulau Saparua berada di provinsi Maluku yang memiliki kawasan hutan mangrove dengan luas 572,04 ha (5,72 Km²) atau 3,49 % dari total luas pulau Saparua. Penelitian dilaksanakan pada kawasan hutan mangrove Teluk Tuhaha dengan luas areal penelitian sebesar 13,16 ha, bertujuan untuk mengetahui keberadaan jenis satwa burung dan penggunaan vegetasi mangrove bagi keberlangsungan hidup satwa burung. Metode penelitian menggunakan Line Transect, data dianalisa dengan Rumus Analisa Vegetasi (habitat) dan Rumus Shannon-Winner untuk keragaman jenis satwa.Hasil penelitian ditemukan 9 jenis mangrove  dari 5 famili yaitu Bruguiera gymnorrhiza, B. parviflora, Ceriops tagal, Heritiera littoralis, Rhizophora apiculata, R. mucronata, Sonneratia alba, Scyphiphora hydrophyllacea dan Xylocarpus granatum. Sementara satwa burung yang ditemukan terdapat 13 jenis yaitu Perling Ungu (Aplonis metalica), Lawa-lawa (Collocalia sp), Kuntul Besar (Egreta alba), Belibis Totol (Dendrocygna guttata), Kipasan Kebun (Rhipidura leucophrys), Elang Bondol (Haliastur indus), Raja Udang Kecil (Alcedo pusilla), Isap Madu Zaitun (Lichmera argentauris), Sikatan Kelabu (Myiagra galeata), Trinil Pantai (Actitis hypoleucos), Layang-layang Batu (Hirundo tahitica), Cangak Laut (Ardea sumatrana), Srigunting Lencana (Dicrurus bracteatus)
KEANEKARAGAMAN JENIS SATWA BURUNG DI KAWASAN PERKEBUNAN PULAU AY KECAMATAN PULAU BANDA KABUPATEN MALUKU TENGAH Richard Porkily; Lesly Latupapua; Andri Tuhumury
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 5 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 5 Edisi Oktober 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i5.9476

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis satwa burung yang ditemukan pada kawasan perkebunan   Pulau Ay. Metode yang digunakan dalam penelitian ini  yaitu metode  Transek Jalur. Jenis satwa burung yang di temukan pada Kawasan Perkebunan Pulau Ay berjumlah 17 jenis yaitu : Pergam Tarut, Cekakak Rimba, Cupit (Ay), Walet Sapi, Kipasan Dada Hitam, Pergam Laut,  Sikatan Burik, Kacamata Laut, Cikrak Pulau, Kuntul Perak, Pecuk Padi Belang, Cikalang Besar, Myzomela Merah Tua, Kepudang Sungu Besar, Trinil Pantai, Kuntul Karang dan Kuntul Kecil. Keanekaragaman jenis satwa burung di kawasan Perkebunan Pulau Ay tergolong sedang. Hal ini ditandai dengan H’ = 1,83.
Suitability and Carrying Capacity of Mangrove Ecotourism in Ronela Beach, North Seram District Merlin Latutiene; Henderina Lelloltery; Andri Tuhumury
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Sylva Scientea Vol 7 No 2 Edisi April 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i2.11754

Abstract

This research was carried out at Ronela Beach for one month from October 16 to November 16. This study aims to determine the suitability of Ronela Beach Tourism for the Development of Ronela Beach Ecotourism and to analyze the carrying capacity of the Ronela Beach area for Coastal Ecotourism Activities. The method used in this research is survey method with descriptive analysis. To describe in a systematic, factual and accurate manner regarding the suitability and carrying capacity of the Ronela Beach Area for the Development of Coastal Ecotourism in Rumah Olat Hamlet. Data collection techniques used by researchers in this study are interview and observation techniques. The results showed that the suitability and carrying capacity of the Ronela Beach area has a good value to be used as a tourist spot.
POTENSI BURUNG SEBAGAI OBJEK BIRDWATCHING DI DESA MASIHULAN Jhon Amos Ardinanta Tarigan; Yosevita Th. Latupapua; Andri Tuhumury
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Sylva Scientea Vol 7 No 2 Edisi April 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i2.12347

Abstract

Avitourism has now become the most ideal alternative for local community-based bird conservation to be developed. The aim of this research is to analyze the potential of birds as objects for birdwatching in the forest of Masihulan Village, the data collection method uses the point count method. Stillulan Village Kematan Seram Utara has quite a lot of bird species and some of them are protected by the Indonesian state, so it has the potential for developing bird watching tourism. The total number of bird species that can be found in Stillulan Village is 32 bird species from 18 families. The type of bird that dominates is the Maluku Parrot with the highest number of individuals, namely 80 individuals. The bird community on route 1 has a diversity index (H') = 2.82, an evenness index value (E) = 0.86. On line 2 with a total of 24 birds, it has a diversity index (H') = 2.90, an evenness index value (E) = 0.91. And on line 3 with a total of 24 birds, it has a diversity index (H') = 2.81, an evenness index value (E) = 0.89Avitourism saat ini telah menjadi alternatif konservasi burung berbasis masyarakat local yang paling ideal untuk dikembangkan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis potensi satwa burung sebagai objek birdAwatching di hutan Desa Masihulan, metode pengumpulan data menggunakan metode point count. Desa Masihulan Kematan Seram Utara memiliki jenis burung yang cukup banyak dan beberapa di antaranya termasuk dilindungi oleh negara Indonesia, sehingga berpotensi untuk pengembangan wisata bird watching. Total jenis burung yang dapat ditemukan di Desa Masihulan ada 32 jenis burung dari 18 famili. Jenis burung yang mendominasi adalah burung Nuri Maluku dengan jumlah individu paling banyak yaitu 80 individu.Komunitas burung pada jalur 1 memiliki indeks keanekaragaman (H’) = 2,82, nilai indeks kemerataan (E) = 0,86. Pada jalur 2 dengan jumlah burung sebanyak 24, memiliki indeks keanekaragaman (H’) = 2,90, nilai indeks kemerataan (E) = 0,91. Dan pada jalur 3 dengan jumlah burung sebanyak 24, memiliki indeks keanekargaman (H’) = 2,81, nilai indeks kemerataan (E)= 0,89.