Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Teknologika

Market Basket Analysis untuk Mengetahui Pola Beli Konsumen Roofbox Mobil menggunakan Algoritme Apriori Karlena Indriani; Ade Christian; Hariyanto; Ali haidir; Adi supriyatna; Indra Chaidir
Jurnal Teknologika Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Teknologika
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Wastukancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51132/teknologika.v12i2.248

Abstract

Roofbox merupakan bagasi tambahan pada atap mobil yang digunakan sebagai ruang penyimpanan tambahan. Antusiasme pasar dalam menyerap permintaan roofbox tercatat semakin tinggi menjelang musim liburan. Roofbox dicari agar penempatan barang bisa menjadi lebih baik. Untuk mengetahui pengelompokkan tipe Roof Box Whale Carrier yang banyak dibeli oleh konsumen membutuhkan teknik dan cara tertentu yang berhubungan dengan transaksi penjualan Roof Box Whale Carrier. Pada penelitian ini menggunakan teknik analisa asosiasi, Teknik asosiasi adalah teknik Data Mining untuk menemukkan aturan asosiatif antara suatu kombinasi. Penting tidaknya suatu aturan asosiatif dapat diketahui dengan dua parameter, yaitu Support (Nilai Penunjang) dan Confidence (Nilai Kepastian). Penjualan Roof Box Whale Carrier yang paling banyak dijual di PT. Sole Indotrade berdasarkan pengolahan data didapat kesimpulan bahwa Algoritme Apriori dengan melihat tipe yang memenuhi Min Support dan Min Confidence. Dengan algoritme apriori dapat ditemukan produk yang paling banyak terjual Roadway dengan support 66,67%, Overlander dengan support 66,67%, Beachroad dengan support 66,67%, FreewayX dengan support 58,33% dan Speed dengan support 41,67. Dengan diketahuinya produk roofbox yang paling sering dibeli, PT SOLE INDOTRADE dapat mengatur stok barang agar tidak terjadinya penumpukan barang yang mengakibatkan kerugian. Untuk tipe roofbox yang paling banyak terjual pada PT. Sole Indotrade adalah Roadway, Overlander dan Beachroad
EVALUASI KINERJA TIM PENJUALAN: PENDEKATAN FUZZY AHP DALAM MODEL MCDM Indriani, Karlena; Saputra, Irwansyah; Nurmalasari; Yani, Ahmad; Christian, Ade
Jurnal Teknologika Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Teknologika
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Wastukancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51132/teknologika.v14i1.379

Abstract

Tenaga penjualan adalah aset paling penting bagi sebuah perusahaan. Pengembangan kompetensi tenaga penjualan tidak dapat sepenuhnya dievaluasi karena kompleksitas keterampilan yang langsung diperoleh dan digunakan. Kesulitan dalam menentukan kriteria penilaian yang sesuai untuk mengevaluasi kinerja tenaga penjualan di perusahaan tidak cukup hanya menggunakan persepsi manusia oleh manajemen. Hal tersebut karena penilaian dan persepsi manusia terhadap kriteria kualitatif selalu subjektif dan tidak tepat. Dalam menentukan beberapa kategori kriteria, diperlukan teknik kuantitatif dan kualitatif sebagai sarana pengambilan keputusan dalam organisasi. Penelitian kuantitatif menghasilkan data dalam bentuk angka, sedangkan penelitian kualitatif cenderung menghasilkan data yang disajikan dalam bentuk narasi dan teks. Dalam penelitian ini, diusulkan model MCDM menggunakan metode Fuzzy AHP untuk mengevaluasi kinerja tenaga penjualan di departemen pemasaran perusahaan guna menentukan prioritas dan peringkat objektif dari alternatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsistensi rasio validasi menggunakan metode Fuzzy AHP pada kriteria kuantitatif diperoleh nilai 0,016 dan 0,015 untuk kriteria kualitatif. Kemudian analisis sensitivitas digunakan untuk mengidentifikasi dampak dari perubahan pada bobot relatif kategori kriteria kuantitatif yang nilainya diturunkan sebesar 3,85%, sehingga mempengaruhi penilaian secara keseluruhan. Secara spesifik pada pre-test dengan nilai akurasi sebesar 85%, sedangkan pada post-test menghasilkan akurasi yang lebih besar dengan nilai 95%, dapat diinterpretasikan bahwa evaluasi kinerja tenaga penjualan menggunakan metode Fuzzy AHP menghasilkan prioritas dan peringkat alternatif yang lebih objektif dan sangat sesuai untuk diimplementasikan di perusahaan. Analisis uji t-produksi nilai p adalah 0,000494 yang lebih kecil dari nilai alpha (0,05), menunjukkan bahwa hasilnya efektif.