Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Keterkaitan Berpikir Kreatif dan Pengetahuan Statistika dengan Kemampuan Mahasiswa STKIP Kusuma Negara Jakarta Menulis Proposal Penelitian Y Yuliwati
Jurnal Ilmu Pendidikan (JIP) STKIP Kusuma Negara Vol 10 No 2 (2019)
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of the study is to analyze the relationships between creative thinking and statistics knowledge with the students’ competence to do the research proposal. The research was done at 5th semester students of English Education Departement of STKIP Kusuma Negara Jakarta, with the number of students were 41, defined by using cluster random sampling technique.It can be concluded that: (a) creative thinking had a significant relation with the students’ competence in doing the research proposal, (b) statistics knowledge had significant relation with the students’ competence in doing the research proposal, and (3) creative thinking and statistics knowledge had significant relation with the students’ competence in doing the research proposal.
Program Eco-Pesantren Sebagai Model Pendidikan Lingkungan Hidup Sri Rahayu Pudjiastuti; Herinto Sidik Iriansyah; Yuliwati Yuliwati
Jurnal Abdimas Prakasa Dakara Vol. 1 No. 1 (2021): Pemberdayaan Kompetensi dan Keterampilan Masyarakat di Era Globalisasi
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.883 KB) | DOI: 10.37640/japd.v1i1.942

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah membangun program eco- pesantren, sebagai salah satu bentuk pendidikan lingkungan hidup berbasis pondok pesantren. Metode pelaksanaan untuk pencapaian target program eco-pesantren adalah: pelaksanaan penyuluhan dan pelatihan. Pelaksanan program dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu: (1) pengenalan program eco-pesantren dan persiapan pelaksanaan program; (2) penyuluhan dan pelatihan; (3) praktek ramah lingkungan oleh warga pondok pesantren; dan (4) pelaksanaan evaluasi program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa: tingkat pemahaman tentang pengelolaan sanitasi berkategori baik, dimana tingkat pemahaman meningkat dengan skor 78 (sedang), sedangkan untuk aspek pengelolaan sampah juga memiliki skor 75 (sedang). Pemahaman tentang pengelolaan lingkungan pondok pesantren dengan skor 70 (sedang) artinya peserta pelatihan sudah memahami beberapa cara-cara mengelola taman,  menjaga kebersihan toilet, kebersihan selokan, dan mengelola sarana lain yang ada di pondok pesantren. Kesimpulan kegiatan ini adalah: (1) program pengabdian kepada masyarakat dapat dilaksanakan dan direspon dengan baik oleh warga pondok pesantren Nurul Huda, Kampung Rumbut, Kelurahan Pasir Gunung Selatan, Cimanggis Depok; (2) program pengabdian kepada masyarakat ini sangat bermanfaat bagi warga pondok pesantren, dan institusi pelaksana karena dapat menjadi media transfer ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya pelestarian lingkungan hidup di Pondok Pesantren Nurul Huda untuk menuju eco-pesantren.
Struktur Analisis Sintesis dalam Contextual Teaching pada Pembelajaran Bahasa Inggris di SDN Cibubur 10 Jakarta Timur Venti Mawarni; Yuliwati Yuliwati
KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra Vol 3, No 1 (2019): JURNAL KREDO VOLUME 3 NO 1 TAHUN 2019
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.935 KB) | DOI: 10.24176/kredo.v3i1.3978

Abstract

Proses pembelajaran keterampilan berbahasa Inggris umumnya tidak terintegrasi secara tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi proses belajar mengajar Bahasa Inggris yang sukses dengan metode Structural, Analytic and Syntactic Process (SAS) dalam pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL) di SDN 10 Cibubur Jakarta Timur. Proses structural adalah membaca kalimat dengan bantuan gambar, kemudian, kalimat-kalimat itu dipisahkan menjadi kata-kata dan juga suku kata sebagai bagian dari Analytic. Syntactic Process adalah untuk menggabungkan suku kata menjadi kata-kata dan kalimat. Selanjutnya, CTL adalah pendekatan pembelajaran yang mencakup beberapa tahap proses yang dimulai dengan pengaktifan pengetahuan yang sudah dikuasai, pembelajaran dalam rangka memperoleh dan mengembangkan pengetahuan baru, Pemahaman pengetahuan yang tidak hanya menghafalnya tetapi dipahami dan diyakini, menerapkan atau mempraktikkan pengetahuan untuk mengetahui perubahan perilaku sebagai pengalaman perilaku dan melakukan refleksi pengetahuan. Penelitian ini menggunakan metode etnografi terhadap siswa kelas II Sekolah Dasar Negeri 10 Cibubur Jakarta Timur. Strategi penyelidikan penelitian melibatkan domain, taksonomi, komponen dan budaya.Hasil dari penelitian adalah pertama, guru sebagai konsep tor mampu lebih kreatif untuk mentransfer materi topik pelajaran menggunakan beragam peralatan mengajar untuk membuat siswa tertarik dan termotivasi untuk mengekspresikan apa yang ada dalam pikiran mereka seperti dalam target bahasa. Kedua, Kurikulum dikembangkan berdasarkan kebutuhan siswa yang kontekstual dari beberapa sumber buku, kartu bergambar dan ensiklopedia. Ketiga, proses belajar mengajar tidak hanya dilakukan di kelas tetapi di ruang lain seperti perpustakaan, laboratorium bahasa, akses multimedia bahkan di kantin untuk mendukung kontekstual topik materi pelajaran. Kata kunci: kurikulum, lingkungan bahasa, pembelajaran, pengajaran kontekstual, sas.
THE EFFECT MIND MAPPING TECHNIQUE AND VOCABULARY MASTERY ON STUDENT’S WRITING SKILL Megawati Megawati; Yuliwati Yuliwati; Eka Rista Harimurti
Journal of English Educational Study (JEES) Vol 4, No 1 (2021): May Edition
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jees.v4i1.793

Abstract

The purposes of this research is to know the effect mind mapping technique and vocabulary mastery on students’writing skill. Also how the implementation mind mapping technique on students’writing skill. Students need vocabulary mastery to arrange the sentences for getting a good paragraph and mind mapping technique is one of the technique that use to treat students for getting writing well. This research use experiments method. There were 40 students chosen at random from fourth grade semester English Education at STKIP Kusuma Negara Jakarta.Collecting data use test writing skill. Research of instrument has tested and tried by the validity and reliability test used the SPSS (Statistic Program Social Science). Data analyzed by using kolmogorv Smirov, know data was normality.The text analysis is to test the data homogeneity  by using Levenu’s test, to see if the population was derived from homogeneous population. The result of this research concluded  that 1) Using Mind Mapping Technique has significant effect on student’s writing skill. Result  F for mind mapping (A) Fo=290.285 and sig.= 0.000<0.05, then the conclusion is that there is significant effect between mind mapping technique  (X1) on student’s writing skills. 2). Vocabulary mastery gave the significant effect to the student’s writing skill. Result research F for vocabulary mastery (B) Fo=91.401 and sig.= 0.000<0.05. It has shown that there is significant effect vocabulary mastery (X2) on student’s writing skills. 3) There is significant effect interaction between mind mapping and vocabulary mastery on student’s writing skill. Result of this research F from mind mapping (A) and vocabulary (B) Fo=5.274 and sig.=0.028<0.05. Using mind mapping technique in learning give effect in students’writing skill. Students who have rich vocabulary mastery can get good writing English.Keywords: Podcasts, Promote, Speaking, Online Learning
Compulsaory Education Wajib Belajar 12 tahun dalam realita di wilayah Kabupaten Bogor Yuliwati Yuliwati
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v10i2.14032

Abstract

Kebijakan wajib belajar duabelas tahun pada Kabupaten Bogor yang belum dapat terealisasi, membutuhkan amatan dan analisa mendalam untuk mengetahui penyebbnya. Tujuan dari penelitian ini dapat memetakan kondisi akses pendidikan secara umum di Kabupaten Bogor, mengetahui kebijakan apa saja yang dibuat pemda Kabupaten Bogor dalam mengimplementasikan wajar 12 tahun, mengetahui daya dukung pemangku kepentingan, fasilitas pendidikan bagi kaum marjinal (ABK), dan mengurai relasi kuasa antar pemerintahan dalam manajemen pendidikan. Metode yang digunakan melalui studi kasus dengan teknik indepth interview dan diskusi terpumpun (FGD). Data yang dikumpulkan berupa data geografis wilayah Kab. Bogor, jumlah penduduk, jumlah peserta didik, angka putus sekolah, jumlah peserta didik difabel (ABK), akses pendidikan, daya jangkau siswa ke sekolah, transportasi umum, pengembangan kebijakan pemerintah, pembiayaan dan daya dukung infrastruktur serta suprastruktur, relasi kuasa pemangku kepentingan. Hasil penelitian realita yang ada di Kabupaten Bogor, Kesadaran orangtua dan masyarakat terhadap pendidikan rendah, akses pendidikan yang tidak merata disetiap wilayah, kultur dan buaya yang belum bersahabat dengan teknologi digital, dan terputusnya koordinasi manajerial dan administrasi dari pemerintah daerah kabupaten dengan pemerintah provinsi menjadikan wajib belajar 12 tahun belum tercapai.   Compulsory education for 12 years in reality in the Bogor District area   Abstract: The purpose of this research is to map the condition of access to education in general in Bogor district, find out what policies the Bogor district government has made in implementing the 12-year fair, find out the carrying capacity of stakeholders, educational facilities for marginalized people (ABK), and unravel the power relations between governance in education management. The method used is case studies with in-depth interviews and focus discussion (FGD) techniques. The data collected is in the form of geographical data for the district. Bogor, population, number of students, dropout rate, number of students with disabilities (ABK), access to education, student access to schools, public transportation, government policy development, financing and carrying capacity of infrastructure and superstructure, stakeholder power relations. The results of reality research in Bogor district, parents' and society's awareness of education is low, access to education is not evenly distributed in every region, culture and tradition make not familiar with digital technology, and the disconnection of managerial and administrative coordination from the district regional government with the provincial government makes it mandatory 12 years of learning has not been achieved.