Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Prophetic social sciences: toward an Islamic-based transformative social sciences Pradana Boy ZTF
Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies Vol 1, No 1 (2011): Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/ijims.v1i1.95-121

Abstract

This article discusses of one of the most important type of social sciences developedin Indonesian context. In the midst of debate between Western secularsocial sciences and Islamic social sciences, Kuntowijoyo offered a genuine yetcritical formula of social sciences. The formula called Ilmu Sosial Profetik (ISP)attempted to build a bridge between secular social science and Islamic inclinationof social science. This article describes the position of ISP in the context ofcritical position of Muslim social scientists on the hegemony and domination ofOrientalist tendency in studying Islam. At the end, the author offers a conclusionthat ISP can actually be regarded as Islamic-based transformative science thatcan be further developed for a genuine indigenous theory of social sciences fromthe Third World.Artikel ini membahas salah satu tipe paling penting dari ilmu-ilmu sosial yangdikembangkan dalam konteks Indonesia. Di tengah perdebatan antara ilmu-ilmusosial Barat sekuler dan ilmu social Islam, Kuntowijoyo menawarkan formulayang orisinal dan kritis dalam ilmu sosial. Formula yang kemudian disebut denganIlmu Sosial Profetik (ISP) berusaha untuk membangun jembatan antara ilmu sosial sekuler dan kecenderungan untuk melakukan Islamisasi ilmu sosial. Artikelini menjelaskan posisi ISP dalam konteks posisi kritis ilmuwan sosial Muslim padahegemoni dan dominasi kecenderungan orientalis dalam mempelajari Islam. Padaakhirnya, penulis menawarkan kesimpulan bahwa ISP sebenarnya dapat dianggapsebagai ilmu sosial transformatif berbasis Islam yang dapat dikembangkan lebihlanjut sebagai teori sosial yang berkembang dari Dunia Ketiga.
Muhammadiyah dan Salafisme: Sebuah Survei Singkat Tentang Titik Temu dan Titik Seteru Pradana Boy ZTF
MAARIF Vol 14 No 2 (2019): Memperkuat Kembali Moderatisme Muhammadiyah: Konsepsi, Interpretasi, Strategi da
Publisher : MAARIF Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47651/mrf.v14i2.67

Abstract

Di antara banyak tantangan kontemporer yang dihadapi oleh Muhammadiyah adalah penetrasi pemikiran dan gerakan Islam lain yang memiliki persinggungan ideologis dengan Muhammadiyah. Di antara banyak gerakan itu, Salafisme adalah salah satunya. Penetrasi Salafisme ke dalam Muhammadiyah memang telah menghadirkan sikap dan respons yang beragam, utamanya di kalangan Muhammadiyah sendiri. Sementara dari kalangan lain, tidak jarang muncul pula identifikasi Muhammadiyah dengan salafisme dan bahkan radikalisme. Seringkali, respons itu bersifat artifisial dan teknis, sementara respons yang mendalam dan detail cenderung sulit ditemukan. Tulisan ini merupakan survei awal sederhana untuk memetakan dialektika Muhammadiyah dan Salafisme. Sebagai survei singkat, tulisan ini belum sepenuhnya masuk ke dalam perbandingan yang detail dan mendalam. Akan tetapi, tulisan ini menawarkan sebuah cara pandang khas tentang bagaimana memahami dialektika Muhammadiyah dan Salafisme dewasa ini.
Jalan Moderasi Pemikiran Hukum Islam Muhammadiyah (Analisis atas “Risalah Akhlak Islami Filosofis” Majelis Tarjih) Pradana Boy ZTF
MAARIF Vol 16 No 1 (2021): Muhammadiyah dan Moderasi Islam
Publisher : MAARIF Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47651/mrf.v16i1.133

Abstract

Moderasi keagamaan merupakan sebuah wacana dan gerakan baru dalam konteks keberagamaan di Indonesia. Tidak semua pihak menyambut gerakan ini dengan positif. Muhammadiyah merupakan gerakan Islam yang merespon positif gerakan ini. Artikel ini hendak menunjukkan bahwa Muhammadiyah merupakan gerakan Islam moderat dalam hal sistem pemikiran dan gerakannya. Untuk membuktikan hal tersebut, artikel ini menganalisis salah satu produk pemikiran Majelis Tarjih yang dikeluarkan pada Musyawarah Nasional Tarjih tahun 2020. Produk pemikiran itu bernama “Risalah Akhlak Islam Filosofis.” Dengan menggunakan kerangka teori moderasi, analisis atas dokumen tersebut menunjukkan bahwa Muhammadiyah melakukan moderasi dalam dua konteks, yaitu tataran teoretis dan praktis.
From the centre to periphery: The Middle Eastern impacts on Islamic education in Indonesia Pradana Boy ZTF
Journal of Social Studies (JSS) Vol 16, No 1 (2020): Journal of Social Studies (JSS)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jss.v16i1.34702

Abstract

This paper traces Middle Eastern elements in Islamic education in Indonesia by looking at their institutions, curricula, method of teaching, orientations, and Islamic ideological transmission. The information on values and impacts of Indonesian and Middle Eastern Islam takes a one-way traffic pattern in general terms. The dynamics of Islam in Middle Eastern regions will fundamentally affect the practice and dynamic of Islam in Indonesia. This paper maps out Middle Eastern components' influence on the course of education run by these two largest Islamic organizations in Indonesia, Muhammadiyah and Nahdlatul Ulama'. However, following the New Order's fall, many Islamic groups emerged; education offered by these new groups and orientations is also worthy of evaluation. In the modernist group, the idea and practice of Islamic reform, which constitutes one of its significant agendas, mostly echoed the similar and earlier movements in the Middle East. Similarly, traditionalist groups are often described as the revivers of more locally-rooted Islamic practice, and therefore, they tend to blend local and Middle Eastern elements within their religious way. 
Muhammadiyah dan Salafisme: Sebuah Survei Singkat Tentang Titik Temu dan Titik Seteru Pradana Boy ZTF
MAARIF Vol 14 No 2 (2019): Memperkuat Kembali Moderatisme Muhammadiyah: Konsepsi, Interpretasi, Strategi da
Publisher : MAARIF Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47651/mrf.v14i2.67

Abstract

Di antara banyak tantangan kontemporer yang dihadapi oleh Muhammadiyah adalah penetrasi pemikiran dan gerakan Islam lain yang memiliki persinggungan ideologis dengan Muhammadiyah. Di antara banyak gerakan itu, Salafisme adalah salah satunya. Penetrasi Salafisme ke dalam Muhammadiyah memang telah menghadirkan sikap dan respons yang beragam, utamanya di kalangan Muhammadiyah sendiri. Sementara dari kalangan lain, tidak jarang muncul pula identifikasi Muhammadiyah dengan salafisme dan bahkan radikalisme. Seringkali, respons itu bersifat artifisial dan teknis, sementara respons yang mendalam dan detail cenderung sulit ditemukan. Tulisan ini merupakan survei awal sederhana untuk memetakan dialektika Muhammadiyah dan Salafisme. Sebagai survei singkat, tulisan ini belum sepenuhnya masuk ke dalam perbandingan yang detail dan mendalam. Akan tetapi, tulisan ini menawarkan sebuah cara pandang khas tentang bagaimana memahami dialektika Muhammadiyah dan Salafisme dewasa ini.
Jalan Moderasi Pemikiran Hukum Islam Muhammadiyah (Analisis atas “Risalah Akhlak Islami Filosofis” Majelis Tarjih) Pradana Boy ZTF
MAARIF Vol 16 No 1 (2021): Muhammadiyah dan Moderasi Islam
Publisher : MAARIF Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47651/mrf.v16i1.133

Abstract

Moderasi keagamaan merupakan sebuah wacana dan gerakan baru dalam konteks keberagamaan di Indonesia. Tidak semua pihak menyambut gerakan ini dengan positif. Muhammadiyah merupakan gerakan Islam yang merespon positif gerakan ini. Artikel ini hendak menunjukkan bahwa Muhammadiyah merupakan gerakan Islam moderat dalam hal sistem pemikiran dan gerakannya. Untuk membuktikan hal tersebut, artikel ini menganalisis salah satu produk pemikiran Majelis Tarjih yang dikeluarkan pada Musyawarah Nasional Tarjih tahun 2020. Produk pemikiran itu bernama “Risalah Akhlak Islam Filosofis.” Dengan menggunakan kerangka teori moderasi, analisis atas dokumen tersebut menunjukkan bahwa Muhammadiyah melakukan moderasi dalam dua konteks, yaitu tataran teoretis dan praktis.
Implementation of the Wafa Method in Learning to Memorize the Qur'an at Integrated Islamic Junior High School Rani, Ahmad Noor; Romelah, Romelah; Boy, Pradana
PAI RAFAH Vol 6 No 2 (2024): Jurnal PAI Raden Fatah
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/pairf.v6i2.21794

Abstract

This study aims to determine the implementation of the Wafa method in learning to memorize the Qur'an at SMPIT Ash-Shohwah Berau East Kalimantan, to find out the advantages and disadvantages of the Wafa method in learning to memorize the Qur'an at SMPIT Ash-Shohwah Berau and to find out how to follow up on the shortcomings and advantages of the Wafa method in learning to memorize the Qur'an at SMPIT Ash-Shohwah Berau. The results showed that the implementation of Wafa media in learning the Qur'an at SMPIT Ash-Shohwah Berau is divided into three stages, namely planning, implementation, and evaluation of learning. The advantages are using strategies and languages that are easy to understand, implementation of methods that are very active and cheerful, with movements and songs, and teachers and students have a very close bond, more systematic, perfecting the memorization of the Qur'an from the aspect of tajweed, services from official institutions. Wafa is more supportive than other memorization methods. The disadvantages are learning challenges, limited learning media, lack of emphasis on understanding the meaning of the memorized Qur'an, and the number of tahfidz teachers. Efforts made to follow up on any shortcomings in the Wafa system implemented are increasing the number of repetitions of memorizing the Qur'an by adjusting the level of student intelligence, increasing teacher competence, and teachers know the content even though it is only an outline, At SMPIT Ash-Shohwah we have tried to implement collaborative learning between teachers and parents, making policies for teachers who are unable to teach to be obliged to replace at other times, and the teaching and learning process is a form of certification for Wafa students in Al-Qur'an memorization lessons for teachers of other subjects to be able to replace them. Tahfidz teachers who are unable to attend
THE DIALECTICS OF JAVANESE AND ISLAMIC CULTURES: AN INTRODUCTION TO KUNTOWIJOYO'S THOUGHT ZTF, Pradana Boy
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 15 No. 1 (2015): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v15i1.7638

Abstract

AbstractThe main idea of this paper is to show the attempts made by Kuntowijoyo, anIndonesian unrivalled great thinker, to synthesize Javanese and Islamic worldviews through his writings. Kuntowijoyoıs thought is much influenced by his social circumstances. This manifested in the values, philosophies, and worldviews he was attempting to synthesize. One of Kuntowijoyoıs concerns is demystification. In this context, it is not surprising that the presentation of mythical practices in Javanese society is somehow dominant. The presentation is not intended as an agreement, but rather as evidences on the irrationality of the myths.Another aspect that should be underlined is Sufism and transcendence. In this aspect, the synthesis of Javanese and Islamic elements are a bit more visible as represented in his novel Khutbah di Atas Bukit that is seen as that is seen as resemblance of Kisah Dewa Ruci in Javanese literature by many observers.Key words: Dialectics, Javanese Thought.